Isu 27 Anggota DPRD Padangpariaman Tertangkap Narkoba di Jakarta adalah Hoaks

Syahrul Dt Lung. Foto/istimewa/facebook
Pariaman - Beredar kabar jika sebanyak 27 orang anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman diamakan aparat kepolisian di Jakarta.

Informasi tersebut menjadi perbincangan sejak Jumat (16/3) kemarin. Namun tidak jelas siapa yang menyebar informasi penangkapan tersebut.

Informasi tertangkapnya puluhan anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman menjadi perbincangan masyarakat. Apalagi kabar penangkapan tersebut, beredar bertepatan saat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman sedang melakukan dinas luar ke Jakarta.

Memastikan informasi yang beredar, beberapa anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman Jumat (15/3), sempat dihubungi melalui sambungan telepon. Namun beberapa nomor anggota dewan yang dihubungi tidak tersambung. 

Ada yang nomornya aktif, tapi tidak mengakat telpon. Ada pula nomor tidak aktif saat ditelepon.

Anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman, Syahrul Dt Lung membantah informasi penangkapan 27 orang anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman karena kasus penyalahgunaan narkoba di Jakarta. Dengan tegas, Syahrul menyebut kabar tersebut adalah hoaks.

"Tidak benar itu. Kami semuanya ada kegiatan dinas luar, hari ini banyak yang kembali ke Pariaman. Ada juga yang telah kembali sejak Rabu (14/3) kemarin," terangnya melalui sambungan telepon, Sabtu (16/3).

Syahrul mengatakan dirinya dan 11 orang anggota yang tergabung dalam BAPEMPERDA DPRD Kabupaten Padangpariaman bertolak ke Jakarta melaksanakan dinas luar pada Rabu (14/3). 

"Hari ini, saya dan seluruh anggota BAPEMPERDA telah kembali ke Padangpariaman. Subuh ini sudah di kampung," lanjut dia.

Selain BAPEMPERDA, sebelumnya, Minggu (10/3) 5 orang anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Padangpariaman juga melakukan dinas luar ke Jakarta. Kini seluruh anggota BK telah pulang.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Padangpariaman itu menilai beredarnya isu tertangkapnya puluhan anggota DPRD karena kasus narkoba, bermuatan politik.

Ia menuding isu tersebut ditujukan untuk menghantam caleg petahana yang saat ini mengisi DPRD Kabupaten Padangpariaman yang kembali mencalon pada pemilu 2019.

"Ada yang pihak yang diuntungkan beredarnya isu ini. Ini jelas ada muatan politiknya," imbuhnya.

Syahrul mengaku kaget mendengar isu penangkapan anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman. Ia mengetahui isu tersebut setelah diklarifikasi awak media.

"Saya belum tahu juga informasi itu. Ini barusan tahunya dari wartawan," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman dari Partai PDI Perjuangan, Defriadi. 

Ia mengatakan dirinya dan beberapa anggota dan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Padangpariaman berada di Jakarta melakukan dinas luar.

"Saya barusan dapat kabar. Konfirmasinya langsung dengan ketua saja," ujarnya agak kaget. (Nanda)