Hanya 13,56 Tahun, Rata-rata Lama Sekolah di Padangpariaman Masih Rendah

Foto: Andri
Parit Malintang - Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, meminta semua pihak mendukung program Pemkab Padangpariaman mewujudkan visi misi daerah.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat kabupaten di Hall Kantor Bupati Padangpariaman, Parit Malintang, Kamis (28/3).

"Musrenbang RKPD merupakan salah satu tolak ukur utama dalam mengevaluasi dan mewujudkan visi misi Kabupaten Padangpariaman yang telah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.

Suhatri Bur menuturkan berbagai pencapaian telah diraih Kabupaten Padangpariaman saat ini, namun masih ada beberapa indikator masih berada di bawah pencapaian rata-rata provinsi dan nasional.

“Jadi inilah tantangan kita  ke depannya, bekerja lebih keras lagi supaya bisa melebihi pencapaian provinsi dan nasional,” terangnya.

Ia membabarkan laju pertumbuhan ekonomi Padangpariaman 2016 berkisar 5,52 persen, selanjutnya meningkat menjadi 5,59 persen pada 2017. Kemudian meningkat menjadi 5,65 persen pada 2018.

"Dan berharap 5,70 persen pada tahun 2019,” katanya.

Demikian pula PDRB Padangpariaman berdasarkan harga berlaku berkisar 17,53 di 2016 meningkat menjadi 19,20 persen di 2017.

"PDRB perkapita berdasarkan harga konstan naik dari 11,69 di tahun 2016 meningkat menjadi 12,35 pada tahun 2017," bebernya.

Sedangkan indikator IPM Padangpariaman, imbuh dia sejauh ini masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Namun demikian terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh IPM Padangpariaman 2016 berkisar 68,44 persen yang meningkat jadi 68,90 persen pada 2017.

"Diprediksi bisa meningkat menjadi 69,50 persen tahun 2018 serta menjadi 70,50 persen tahun 2019," katanya.

Sedangkan angka melek huruf di bawah usia 15 tahun pada 2016 berkisar 98,90 persen, lalu meningkat menjadi 99,09 persen pada tahun 2017.

"Makanya ke depan harapan kita tidak ada lagi anak di bawah usia 15 tahun yang tidak merek huruf di Padangpariaman,” ungkapnya.

Kemudian rata-rata lama sekolah masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional, yaitu berkisar 13,55 tahun pada 2016 dan meningkat menjadi 13,56 tahun di 2017. Angka harapan hidup juga terus meningkat dari 60,80 di 2016 menjadi 69, 70 pada 2017.

“Karena itulah kita akan selalu melakukan evaluasi dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (Tim)