Bikin Macet, Pedagang di Pasar Penampungan Minta Jalan Sutan Syahrir Ditutup

Satu unit alat berat mulai merobohkan Pasar Pariaman. Foto: Nanda
Pariaman - Pedagang Pasar Pariaman meminta agar Pemerintah Kota Pariaman menutup jalan Sutan Syahrir yang berada di depan bangunan Pasar Pariaman untuk tidak dilalui kendaraan, karena sebabkan kemacetan.

Pedagang meminta agar jalan tersebut hanya digunakan untuk pejalan kaki yang berbelanja di pasar atau yang melintas untuk keperluan lainnya.

Jalan Sutan Syahrir akses kendaraan maupun pejalan kaki dari arah atau menuju Stasiun Kereta Api Pariaman. Jalan yang dulunya dua jalur, setelah dilakukan pembangunan pasar penampungan, kini jalan tersebut hanya memiliki satu jalur.

Pedagang meminta agar lokasi parkir kendaraan pasar diperluas. Minimnya lapangan parkir, ikut membuat pedagang agak enggan berbelanja ke pasar.

"Sebaiknya kendaraan dilarang saja melintas melewati jalan ini, ditutup saja dan khusus untuk pejalan kaki saja. Jalannya sangat kecil, tapi sepeda motor dan becak motor yang melintas membuat jalan disini macet," kata Syaf, 35, salah seorang pedagang, Sabtu (16/3).

Ia mengaku jika kemacetan yang terjadi di jalan Sutan Syahrir berdampak terhadap menurunnya pendapatan pedagang. Pembeli yang membawa kendaraan kuatir terjebak macet, kadang mengurungkan niatnya masuk ke pasar.

"Kadang mereka membeli di warung dekat rumah saja, karena kuatir akan terjebak macet," kata dia.

Menanggapi permintaan pedagang, Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan jika jalan Sutan Syahrir di ruas depan bangunan pasar akan ditutup, sebelum dimulainya pengerjaan pembangunan ulang pasar. Pemagaran dilakukan separuh jalan tersebut.

"Nanti tidak bisa dilewati lagi oleh kendaraan, hanya pejalan kaki saja yang bisa melewati ruas itu nanti," katanya.

Katanya, pihaknya telah mendorong menggeliatkan aktifitas ekonomi pasar dengan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Pariaman dan masyarakat berbelanja di pasar penampungan sementara.

"Saya ajak ASN dan masyarakat untuk belanja ke pasar. Jika aktifitas jual-beli di pasar meningkat, perputaran ekonomi akan tinggi," pungkasnya. (Nanda)