BMKG Bantah Isu Gempa Tsunami, Wisatawan Mulai Berdatangan ke Pariaman

Foto: Win
Pariaman - Walikota Pariaman, Genius Umar tekankan bahwa masyarakat tidak usah terganggu dengan isu bencana yang beredar di media sosial akhir-akhir ini.

Berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut menimbulkan kecemasan di masyarakat. Padahal pihak BMKG sudah memberikan pernyataan resmi bahwa tidak pernah mengeluarkan pernyataan terkait prediksi kapan gempa dan tsunami akan terjadi. Hal tersebut sempat membuat sepinya kunjungan wisatawan ke Pariaman.

"Isu bencana yang tidak jelas sumbernya sangat mengganggu masyarakat. Ditambah lagi Kota Pariaman sedang giat-giatnya membangun pariwisata. Wajar ada kecemasan masyarakat terhadap bencana, namun sebagai manusia beriman masyarakat tidak usah risau karena gempa maupun bencana lainnya adalah kekuasaan Allah SWT," kata Genius Umar, Rabu, (20/2) di Pariaman.

Atas dasar itu, Genius mengimbau wisatawan jangan takut berwisata ke Kota Pariaman. Genius sendiri pun selalu rutin melihat kondisi Pulau Ansu Duo dan Pulau Tangah serta wilayah pantai lainnya hampir setiap minggu.

Kota Pariaman, imbuh Genius, merupakan kota wisata yang siaga bencana. Pemko Pariaman rutin melaksanakan sosialisasi bencana hingga ke sekolah-sekolah dan desa/kelurahan yang ada di Kota Pariaman.

"Jalur evakuasi kita benahi begitu juga dengan shelter-shelter seperti di kantor bersama Karan Aur. dan rencana Pasar Pariaman yang akan dibangun juga akan memiliki fasilitas shelter," tandasnya.

Salah seorang wisatawan di Pantai Gandoriah bernama Dewita, 31, mengatakan bahwa dia mulanya sempat terpengaruh dengan isu prediksi gempa dan tsunami yang beredar di grup-grup WhatsApp dan media sosial lainnya.

"Hingga keluar pernyataan bantahan resmi dari BMKG bahwa belum ada alat satu pun di dunia yang mampu memprediksi gempa dan tsunami dengan tepat waktu, hari, tanggal, bulan dan tahunnya kapan terjadinya gempa dan tsunami. Karena itu kita ga lagi was-was berkunjung ke Pariaman," ujarnya.

Dewita sendiri berkunjung ke Pariaman dengan dua rombongan mobil pribadi. Selain datang bersama suami dan dua anaknya, bergabung juga mertua dan ipar-iparnya. Mereka menyinggahi Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata hingga mencicipi kuliner-kuliner terkenal di Pariaman.

"Kami sudah sering ke Pariaman. Meski ga punya rumah di Pariaman, kakek-nenek kami asli orang Pariaman," kata Dewita yang berdomisili di Bukittinggi itu. (Win/OLP)