Ali Mukhni Beberkan Sejarah Anas Malik Terkait Tentara Manunggal Masuk Desa

Foto: Andri
Kuranji Hilir - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didaulat jadi Inspektur Upacara Pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 di Perkemahan Imammah Korong Kamumuan, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Selasa (26/02).

TMMD adalah sinergi dan diintegrasikan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan mandiri. Ini wujud Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TMMD juga program operasi TNI terpadu bekerja sama dengan Polri, Kementrian Lembaga Pemerintahan, Non Pemerintahan, Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat lainnya. TMMD merupakan upaya TNI berkontribusi melestarikan kemanunggalan TNI Rakyat dan penerapan budaya gotong royong.

Ali Mukhni apresiasi kontribusi TMMD yang membuka daerah terisolir di Padangpariaman yang selama ini belum tersentuh oleh Pemkab Padangpariaman.

"Kami sangat mengapresiasi TMMD karena dapat mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.

Bupati Ali Mukhni mengisahkan sejarah dimulainya TMMD di Indonesia. Dahulunya pada 1980-an TMMD dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa, dilahirkan oleh tokoh legendaris Padangpariaman almarhum Letkol (Purn) Anas Malik dan dilaksanakan di Kabupaten Padangpariaman.

Oleh sebab itu Ali Mukhni yang didampingi oleh menantu Anas Malik, Leonardy Harmainy, bertekad akan melanjutkan program TMMD membuka daerah sasaran dengan melakukan pengaspalan jalan dan normalisasi sungai.

"Saya tidak berjanji, namun akan saya perjuangkan untuk memasukkan anggaran pengaspalan jalan yang menghubungkan Sungai Limau dengan Sungai Geringging. Sementara untuk normalisasi sungai akan diusulkan ke Balai Wilayah V Sungai karena dananya sangat banyak," tandasnya. (Tim)