Sosialisasikan Pemilu, KPU Pariaman Gandeng Facebooker

Pariaman - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman merangkul "instagramer dan facebooker" sebagai relawan demokrasi (relaasi) untuk mensosialisasikan konten pemilu kepada pengguna media sosial atau nitizen Kota Pariaman.
       
Sebagai relawan demokrasi, pengguna facebook dan instragam akan mensosialisasikan informasi pemilu khusus kepada pengguna media sosial (nitizen).
       
Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Kota Pariaman, Doni Kardinal mengatakan jika warga Pariaman merupakan pengguna aktif media sosial, seperti facebook dan instagram.
         
Keaktifan warga Pariaman menggunakan medsos, terlihat selama penyelenggaraan Pilwako Pariaman 2018 silam. Tidak hanya calon atau tim sukses, pemilih juga menggunakan medsos untuk mendalami rekam jejak dan program kandidat.
     
"Semua kalangan masyarakat Pariaman adalah penggunan media sosial, rata-ratalah. Tentu saja penyebarluasan informasi dan konten pemilu melalui media sosial sangat efektif," katanya usai mewancarai calon relawan demokrasi Kota Pariaman di Kantor KPU Kota Pariaman, Selasa (15/1).
       
Relawan dengan basis nitizen akan mengungah konten ajakan untuk menggunakan hak pilih pemilu 2019. Dalam unggahannya di medsos, relawan juga menyampaikan tips untuk menjadi pemilih cerdas.
       
"Kontennya nanti kita koordinasikan. Sebelum bersosialisasi di medsos, kita terlebih dahulu melakukan bimtek," ulasnya.
       
Selain sosialisasi oleh relawan demokrasi, pihaknya telah menginstruksikan agar jajaran KPU hingga ke PPS, ikut menyebarluaskan kontem pemilu melalui akun media sosial masing-masing.
       
Tidak hanya itu, sosialisasi bentuk lain juga dioptimalkan, seperti sosialisasi tatap muka, baliho dan spanduk.
       
"Sudah kami instruksikan, jajaran penyelenggara hingga ke PPS mulai memaksimalkan akun medsos mereka untuk sosialisasi," ulasnya.
       
Menurutnya, selain basis nitizen, KPU Kota Pariaman juga merangkul masyarakat bergabung menjadi relawan demokrasi dengan 9 basis lainnya. Adapun basis sasaran relaasi, antara lain basis keluarga, basis pemilih pemula, basis pemilih muda, dan basis pemilih perempuan, 
       
"Ada basis penyandang disabilitas, basis pemilih berkebutuhan khusus, basis kaum marginal, basis komunitas, basis keagamaan. Masing-masing basis ada 5 orang relawan," pungkasnya. (Nada)