Ada Apa? Warga Desa Ampalu Tuntut Pencopotan Kepala Desa


Puluhan warga Desa Ampalu gelar aksi damai ke sejumlah instansi terkait bantuan sosial di desanya yang dianggap tak tepat sasaran. Foto:Nanda
Pariaman - Puluhan warga Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, unjuk rasa damai ke sejumlah kantor instansi pemerintahan di Kota Pariaman, Rabu (30/1).

Peserta aksi bertolak dari Desa Ampalu menuju Kantor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman. 

Usai bertemu dengan Plh. Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Sumiramis, rombongan bergerak menuju Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kota Pariaman. 

Dalam aksi itu, puluhan masyarakat meminta agar Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup mengkaji ulang 65 penerima bantuan BSPS yang telah disalurkan pada tahap pertama.

"Ada belasan orang yang tidak berhak menerima bantuan BSPS, ini perlu ditinjau ulang," kata koordinator aksi, Evi Masyita.

Warga juga meminta agar kepala desa beserta perangkat desa dan fasilitator program BSPS Desa Ampalu diganti, karena dianggap bertanggung jawab atas ketidaktepatan penyaluran bantuan tersebut.

Plh Kadis Perkim dan Lingkungan Hidup, Sumiramis mengatakan jika penerima bantuan BSPS tahun 2018 telah disepakati dalam pertemuan Camat Pariaman Utara dengan Kades Ampalu.

"Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam Surat Keputusan Walikota Pariaman pada tahun 2018. Sehingga tidak bisa dialihkan," terangnya.

Ia meminta agar masyarakat Desa Ampalu yang belum mendapatkan bantuan BSPS untuk bersabar. Pemko Pariaman telah mengalokasikan anggaran untuk 21 orang penerima bantuan BSPS pada 2019 ini. 

"Sementara di tahun 2020, akan dialokasikan anggaran untuk 500 penerima bantuan BSPS untuk Kota Pariaman," ujarnya.

Ia bilang Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman juga akan melakukan pengecekan ke Desa Ampalu untuk memastikan keyalakan penerima bantuan BSPS tersebut. 

"Kami akan cek ke lapangan, untuk memastikan penerima bantuan adalah orang tepat. Nanti kita minta didampingi," pungkasnya.

Peserta aksi rencananya akan melanjutkan aksi ke Kejari Pariaman. Di sana, puluhan warga akan mempertanyakan tindaklanjut laporan dugaan penyelewengan program PKH dan BSPS di Desa Ampalu. (Nanda)