Menteri Perdagangan: Presiden Dukung Rekonstruksi Pasar Pariaman

Foto: Nanda
Pariaman - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia agar rekonstruksi Pasar Pariaman mendapatkan alokasi dana khusus pada 2019 mendatang.

Rekontruksi Pasar Pariaman yang mengalami rusak berat pasca gempa 2009 silam, sangat mendesak dilakukan. Dengan adanya alokasi dana khusus yang disetujui presiden, pengerjaan Pasar Pariaman dapat dimulai pada awal 2019 mendatang.

"Kami telah menerima proposal pembangunan Pasar Pariaman. Proposal usulan tersebut juga disampaikan langsung oleh Wamen ESDM, Archandra Tahar agar dapat dibantu," ujarnya saat meninjau Pasar Pariaman, Kamis (13/12) siang.

Ia sendiri belum dapat memastikan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk membiayai rekonstruksi Pasar Pariaman. Pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Menteri PUPR tentang besaran alokasi yang akan digunakan untuk merekonstruksi pasar tersebut.

"Dari perkiraan alokasi yang mencapai Rp110 miliar sangat besar. Namun setelah dilaporkan kepada Presiden, usulan tersebut mendapatkan dukungan," ungkapnya.

Ia mengatakan rekonstruksi Pasar Pariaman optimis dapat selesai di akhir tahun 2019 mendatang. Percepatan rekonstruksi Pasar Pariaman bisa saja diselesaikan kurun waktu 11 bulan, jika Pemko Pariaman telah menyiapkan penampunangan sementara untuk para pedagang.

"Tugas Pemko adalah menyiapkan lahan untuk penampungan sementara pedagang saat dilakukan pengerjaan pasar ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
Basuki Hadimuljono mengatakan kondisi bangunan Pasar Pariaman tidak layak untuk ditempati pedagang berjualan.

"Kondisi Pasar Pariaman tidak layak untuk ditempati oleh pedagang. Hampir seluruh bagian bangunannya mengalami rusak berat akibat gempa. Ini mendesak dilakukan rekonstruksi," ujarnya.

Ia mengatakan konstruksi bangunan sebuah pasar harus memenuhi kriteria layak, aman dan nyaman. Namun, kondisi Pasar Pariaman tidak memenuhi satupun kriteria tersebut. Disamping harus memenuhi tiga kriteria tersebut, bangunan pasar juga harus dirancang kuat terhadap goncangan gempa dan juga dapat difungsikan sebagai shelter.

"Makanya rekonstruksi ini mendesak untuk dilakukan," kata dia.

Kementerian PUPR juga ditugas Presiden RI Joko Widodo melaksanakan program revitalisasi 1.000 pasar bersama dengan Kementerian Perdagangan RI. Usulan rekonstruksi Pasar Pariaman selanjutnya akan konsultasikan dengan Kementerian Perdagangan untuk dilakukan upaya bersama. (Nanda)