Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Investor Brunai Lirik Ternak Ayam, Cokelat dan VCO Padangpariaman

4 September 2018 | 4.9.18 WIB Last Updated 2018-09-03T23:53:37Z
Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menerima plakat dari Dubes RI untuk Brunai Darussalam Sujatmiko yang disaksikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Times Square Hotel, Brunai Darussalam.
Bandar Seri Begawan - Bupati Padangpariaman Ali Mukhni disambut antusias saat menghadiri forum bisnis dengan para investor di Brunai Darussalam.

Pertemuan tersebut dihadiri puluhan pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata, perikanan, pertanian, peternakan, kuliner, perhotelan dan ekonomi kreatif seperti sulaman dan handycraft.

"Kami hadir di sini tidak hanya promosi, pameran, menjual produk, tapi juga membangun networking. Alhamdulillah, kami apresiasi dan diterima oleh pangeran-pangeran dan pebisnis Brunai Darussalam," kata Bupati Ali Mukhni di gedung pertemuan Times Square Hotel di Brunai Darussalam, Minggu (2/9).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno itu, Ali Mukhni mengatakan peluang kerjasama sangat terbuka karena telah adanya konektifitas antara Sumbar dengan Brunai Darussalam.

"Jarak kita cukup dekat, Padang-Brunai sudah konek, bisa via KL atau Jakarta dan Pontianak. Jadi tak ada halangan untuk berbisnis," kata Ali Mukhni didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara.

Orang nomor di Padangpariaman itu mengatakan investor Brunai juga tertarik untuk peternakan ayam, pengolahan VCO dan cokelat. Padangpariaman, kata Ali Mukhni memiliki peternakan ayam terbanyak di Sumbar yang berada di Kecamatan Patamuan, Lubuk Alung, Kayu Tanam dan Ulakan Tapakis. Bibit ayam mencapain puluhan ribu ekor untuk memenuhi pasokan ayam pedaging di Sumbar, Riau dan Sumut.

"Kita punya lahan yang luas untuk peternakan ayam, kondisi alam juga cocok untuk beternak ayam skala besar," ujarnya di hadapan puluhan investor.

Kemudian, sambung Ali Mukhni, Padangpariaman juga penghasil cokelat dengan ribuan hektare kebun kakao yang kemudian diolah di pabrik mini oleh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Bahkan telah memiliki sentra IKM cokelat dengan lokasi strategis di jalan Padang-Bukittinggi.

"Cokelat Sumbar itu adalah Cokelat Malibou dari Padangpariaman. Hasil olahan murni tanpa bahan pengawet dan kadar lemak cokelat yang tinggi sehingga bagus untuk kesehatan. Kita sudah label halal dan bersertifikasi SNI," kata bupati peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjamin percepatan proses perizinan yang mudah dan transparan. Investasi di Sumbar sangat menjanjikan karena banyak potensi sumber daya alam yang melimpah yang dibutuhkan oleh Brunai Darussalam.

"Kita sambut investor dengan karpet merah. Artinya, melayani dengan mudah, cepat dan tanpa pungutan liar," kata Irwan.

Saat ini, tambahnya, juga dibuka peluang investasi bidang energi geothermal dan hydro power. Di bidang perikanan ada budidaya udang vanamie, ikan kerapu dan ekspor ikan tuna.

Sektor pariwisata, imbuh gubernur, juga menjadi unggulan dengan banyaknya destinasi wisata yang alami dan mudah dijangkau. Ada iven internasional yang digelar setiap tahun yaitu Tour de Singkarak - olahraga balap sepeda - yang diikuti puluhan pembalap manca negara.

"Destinasi pariwisata dunia adalah Sumatera Barat. Sehingga pembangunan hotel terus tumbuh di Sumbar dengan tingkat hunian mencapai 70 persen," kata mantan Anggota DPR RI itu.

Sumbar juga terkenal dengan makanan - ciri khasnya - rendang. Kuliner ini telah ditetapkan makanan yang paling enak di dunia dan bersertifikasi halal di dunia.

Dubes RI untuk Brunai Darusalam Sujatmiko mengatakan, seluruh media telah memuat rangkaian kegiatan delegasi Sumatera Barat. Sebagian jajaran kementerian kesultanan juga telah mengetahui peluang investasi, produk dan pariwisata yang ada di Ranah Minang.

"Saya minta feedback setelah menjalin networking dengan pengusaha Brunai. Jadi promosi harus sering diselenggarakan agar terbangun networing. KBRI siap memfasilitasi Pemrov Sumbar," kata Sujatmiko.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan kerja sama antara IKM Sumbar dengan pengusaha Brunai yang difasilitasi oleh Gubernur Sumatera Barat. Diharapkan IKM Sumbar telah menjalin kerja sama dengan pengusaha lokal Brunai dalam pemasaran produk-produk IKM dari Ranah Minang. (Tim)
×
Berita Terbaru Update