Gemparkan Warga, Jasad Doni Hangus dengan Headset Menempel di Telinga

Nyaris sekujur tubuh korban hangus saat ditemukan warga. Foto: Nanda
Pariaman - Doni Mustika Efendi atau akrab disapa Dodon Sikumbang, 29 tahun, ditemukan tewas di rumah neneknya di RT 05 Kelurahan Jawi-Jawi II, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Rabu (19/9) siang.

Doni tewas dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya. Wajahnya nyaris tidak bisa dikenali. Kondisi jasad korban yang mulai membusuk, diperkirakan tewas beberapa hari sebelum ditemukan.

Doni ditemukan tewas pertama kali oleh Eli, saudara perempuan ibu korban. Eli curiga lantaran Doni tidak kunjung keluar rumah. Mobil angkot milik korban terparkir di luar rumah sejak tiga hari yang lalu. Namun alangkah kagetnya ia saat menemukan keponakannya itu tewas dalam kondisi mengenaskan.
        
Informasi penemuan tewasnya korban menyebar cepat dan membuat TKP sesak dikerumuni warga. Proses olah TKP yang dilakukan kepolisian pun menjadi tontonan warga.

Kapolsek Kota Pariaman Kompol Adang Saputra mengatakan, dari hasil visum luar tubuh korban ditemukan luka bakar di sekujur tubuh - hampir 100 persen. Pihaknya tidak menemukan tanda atau bekas kekerasan di tubuh korban.

"Belum bisa mengetahui sebab pasti kematian. Untuk mengetahui penyebab pasti tentu melalui proses otopsi, namun pihak keluarga menolak diotopsi," jelas Adang.

Lebih jauh menurut Adang, dari hasil visum dan pemeriksaan yang dilakukan tim dokter dan keterangan sejumlah saksi, korban diperkirakan tewas tiga hari yang lalu.

Dari olah TKP ditemukan satu unit telepon genggam yang sedang terpasang terhubung dengan sambungan listrik. Namun telpon telah dalam kondisi rusak.

Menurut saksi lain, saat ditemukan warga di telinga korban dalam kondisi masih terpasang headseat. Mereka berspekulasi radiasi petir mengalir ke tubuh korban saat headset masih terpasang. Spekulasi tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat. 


Ada juga yang mengira-ngira korban tersengat arus listrik karena terjadinya korsleting karena saat headset menempel di telinga, bersamaan dengan ponsel yang tercolok ke listrik.

"Kebiasaan korban memang seperti itu. Kadang saat nyupiri angkot tetap menggunakan headset," kata saksi yang tidak mau namanya ditulis wartawan. (Nanda)