Padangpariaman Targetkan 95% Anak Terimunisasi MR

Foto/Andri
Batang Anai ----- Padangpariaman canangkan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di halaman SMP Negeri 1 Batang Anai, Kamis (2/8).

Sekda Padangpariaman Jonpriadi mengatakan imunisasi merupakan satu di antara tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang terbukti sangat cost efektif.

"Dalam hal ini imunisasi satu upaya pelayanan kesehatan dasar yang memegang peranan dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak," ujarnya.

Menurutnya, measles (penyakit campak) dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, diare dan gizi buruk.

Sedangkan rubella (penyakit campak Jerman) dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak.

“Penyakit campak sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus serta ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti diare, meningitis, pneumonia bahkan kematian,” imbuh Jonpriadi.

Sedangkan rubella, lanjut dia, adalah penyakit yang sering menginfeksi anak dan remaja yang rentan. Namun, yang menjadi perhatian apabila rubella menginfeksi wanita hamil dapat menyebabkan keguguran pada kehamilannya atau bayi yang dikandungnya akan lahir cacat seperti kelainan jantung, gangguan penglihatan, tuli atau mengalami keterlambatan perkembangan (congenital rubella syndrom).

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Jasneli, menyebut pemberian imunisasi MR berlangsung serentak secara nasional sejak 1 Agustus hingga 30 September 2018. Untuk pencanangan tingkat kabupaten berlangsung di SMP 1 Batang Anai, namun pemberian imunisasi (vaksin) sudah dimulai sejak kemarin (Rabu).

Sasaran vaksinasi imunisasi MR, katanya, adalah anak pada bayi berusia sembilan bulan hingga anak usia 15 tahun dengan target minimal 95 persen.

“Sebelumnya kami sudah memberikan pelatihan kepada tenaga-tenaga medis puskesmas sebagai vaksinator,” katanya.

Sementara itu, terpisah, Kepala Puskesmas Pasar Usang Rikavia Anwar menyebutkan, untuk wilayah kerjanya terdapat lokasi imunisasi di 5 SMP, 20 SD dan puluhan TK. Sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, pelayanan imunisasi MR dilakukan hingga akhir Agustus.

"Selanjutnya bulan September pelayanan dilakukan di puskesmas, posyandu, poskesdes dan polindes untuk bayi 9 bulan ke atas dan anak anak yang belum bersekolah," ujarnya. (Tim)