Juli Ini 5 SD di Pariaman Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami

Suasana simulasi di SD Kp. Jawa II. Foto/Eri
Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman adakan simulasi gempa dan tsunami di SD N 07 Kampung Jawa II Kota Pariaman Kecamatan Pariaman Tengah. Simulasi itu bertujuan agar murid dan guru lebih memahami cara menyelamatkan diri dan siaga dalam menghadapi bencana.

Sebelum simulasi dimulai semua murid dan guru diberi arahan oleh BPBD dan pihak Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) Sumatera Barat. Suasana simulasi diciptakan seolah benar-benar terjadi gempa.

Saat gempa dengan ditandai bunyi sirine, para murid dan guru segera bersembunyi di kolong meja agar terlindung dari reruntuhan bangunan. Kala guncangan gempa reda, seluruh murid antre keluar dari ruangan menuju lapangan terbuka sambil menutup kepala dengan tas agar terhidar dari bahaya.

"Simulasi berjalan lancar," ungkap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pariaman, Nusirwan, Senin (16/07 ).

Sementara itu, Petra Rina Dewi dari KOGAMI dalam simulasi mengatakan murid-murid tetap diminta waspada untuk menghindari kemungkinan tembok atau tiang yang akan runtuh. Setelah semua murid berkumpul di lapangan terbuka, guru memberi arahan untuk mencari tempat ketinggian bila berpotensi tsunami.

“Simulasi ini sangat membantu murid dalam mengenal apa itu gempa dan bagaimana terjadinya tsunami. Ia berharap agar simulasi ini terus diadakan agar semua murid sekolah dasar tahu bagaimana menyelamatkan diri mereka," kata dia.

Sementara itu salah satu murid kelas 3 sekolah tersebut, Gledis, mengatakan bahwa simulasi sangat membantunya untuk bertindak dengan benar ketika terjadi gempa dan membuatnya tidak takut lagi kalau gempa datang.

Simulasi gempa dan tsunami akan berkelanjutan di seluruh SD di Kota Pariaman. Untuk Juli simulasi dilaksanakan pada lima SD, yakni SD negeri 07 Kp. Jawa, SDIT Mutiara, SD negeri 02 Marunggi, SD negeri Cimparuah dan SD negeri Naras 1. (Dewi/OLP)