Padangpariaman Luncurkan Gerakan Membaca Buku di Seluruh Kecamatan

Acara dibuka oleh Bunda PAUD Padangpariaman Rena Ali Mukhni. Foto/istimewa
Paritmalintang ----- Seluruh Siswa TK dan Kelompok Bermain (KB) di Kecamatan Enam Lingkung mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Membaca Buku (Gernas Baku) di TK Pembina Kabupaten, Parit Malintang, Sabtu (5/5) lalau.

Kegiatan utama Gernas Baku, para orang tua membacakan buku cerita untuk anaknya. "Germas Baku digelar serentak di seluruh TK dan PAUD se-Indonesia," kata Bunda PAUD Kabupaten Padangpariaman, Rena Sovia Ali Mukhni di sela peluncuran Gernas Baku.

Menurut dia, kegiatan itu bertujuan untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka guna mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Dengan adanya Gernas Buku, kata dia, para orang tua lebih sering meluangkan waktunya untuk membacakan buku bagi anak mereka.

Pelaksanaan Gernas Baku juga digelar di seluruh kecamatan di Kabupaten Padangpariaman yang dihadiri oleh masing-masing Camat dan Bunda PAUD Nagari setempat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rahmang, mengatakan selama ini orang tua hanya mengantar dan menjemput anak dari sekolah saja. Perhatian dan peran orang tua dinilainya amat minim.

"Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi para orang tua agar lebih peduli terhadap anak," kata dia.

Rahmang berkata, seorang anak bisa terbentuk karakternya menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh tidak terlepas dari peran orangtua dalam mendidik dengan penuh perhatian dan pengertian.

Kepala Bidang Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Suhatman, menimpali bahwa tanggung jawab orang tua sebagai guru yang terbaik bagi anak-anaknya tidak boleh dialihkan kepada guru di sekolah.

"Mengapa begitu? Karena anak-anak hanya beberapa jam saja di sekolah, sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah bersama orangtua. Namun demikian guru adalah mitra terbaik para orangtua dalam mendidik anak-anak. Kerjasama yang baik dan harmonis antara guru di sekolah dan orangtua di sumah sangat diperlukan," imbuhnya.

Sebagai seorang orang tua, kata dia, biarkan anak menjalani kesehariannya sesuai keinginannya, namun tetap pada pengawasan dan memeberikan nasehat yang baik agar anak tidak menyimpang dari norma yang ada.

"Biarkan anak belajar pada hal-hal yang sesuai bakat dan minatnya, jangan paksakan anak mengikuti segala kemauan orang tua. Hal ini membuat anak tertekan dan tidak baik bagi psikologis anak terutama pada pola pikir serta kecerdasannya. Jadi peran orang tua dalam meningkatkan kecerdasan anak sangat menentukan," pungkasnya.