Mengenal Emil Penyandang Disabilitas Hafiz 4 Juzz Alquran

Emil didampingi ibunya, Lenggo Geni (jilbab hitam) ketika pemeriksaan kesehatan di poli anak RSUD.Sadikin Kota Pariaman. Foto/Eri Elfadri
Pariaman ---- Anak merupakan anugerah terindah titipan Tuhan kepada umatnya. Setiap orangtua pasti berharap buah hatinya lahir dengan tidak kurang suatu apapun. Namun, manusia hanya bisa berharap, Tuhan pula yang memutuskan takdir seseorang.

Seperti ketika seorang ibu bernama Lenggo Geni, wanita yang tinggal di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah ini, mendapat anugerah seorang anak yang menyandang disabilitas, Emil M. Kasidiq (13). Ia pun tidak putus asa untuk membesarkan anaknya tersebut.

Lenggo saat dijumpai di acara Hari Bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-110, di RSUD dr. Sadikin Kota Pariaman, kemaren Kamis (3/5), menceritakan kondisi yang dialami anaknya dan tidak sedikit pula yang mencemooh anaknya. Namun sampai saat ini beliau tetap kuat dan tidak pernah berhenti berharap.

Siswa kelas tujuh di MTSN 1 Pariaman ini memiliki prestasi yang luar biasa. Emil mendapat juara satu pada lomba MTQ tingkat Kecamatan Pariaman Tengah pada bidang tahfiz tilawah satu juzz yang diadakan baru-baru ini. Emil juga sudah hafal Alquran empat juzz.

"Emil belajar mengaji sejak umur empat tahun, ia saya dampingi terus untuk belajar mengaji," ucap Lenggo.

Lenggo mengatakan, setiap hari Emil dilatihnya. Selain itu Ia juga mengaji di Musala Muhajirin di Desa Kampung Baru bersama Ust Dahlan, belajar Tahfiz dengan Ust Syamsuardi dan guru tilawah dengan Ust Bas.

"Satu minggu sekali di Yayasan Darul Ma'arif," imbuhnya.

Lenggo mengatakan selain mendampingi dalam belajar Alquran, ia juga memacu Emil untuk mengulang-ulang pelajaran yang telah dipelajari di sekolah.

"Mengulang pelajaran di sekolah, pada malam harinya saya lalukan dengan Emil," tuturnya.

Ia berharap kepada orangtua yang lain agar tetap mendampingi anaknya terus menerus, memberikan motivasi dan perhatian yang lebih.

"Saya juga berharap kepada orangtua yang mengalami hal yang sama dengan saya untuk harus tetap berjuang. Terkadang ada ibu masih malu punya anak disabilitas, kita harus memotivasinya serta harus tahu kebutuhan anak sehingga memahami dimana kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menggali potensi yang ada pada dirinya," tutupnya mengakhiri. (Eri/OLP)