Hotel Syariah Milik Haji Lambau di Lubuk Alung Diresmikan


Lubukalung --- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hadiri prosesi grand opening Hotel Minang Jaya Syariah milik pengusaha Haji Buyuang Lambau di Sungai Abang, Lubuk Alung, Jumat (13/10).

Suhatri Bur mengaku bangga atas berdiri dan beroperasinya sebuah sarana penginapan sekelas hotel bintang 2 di wilayah Kabupaten Padangpariaman melengkapi sarana penginapan yang sudah ada.

Suhatri Bur memuji Haji Lambau yang selalu memikirkan pembangunan dan kemajuan kampung halaman walau sejak tahun 1970 sudah merantau ke Batam.

"Semenjak 1970 pak Haji Lambau merantau ke Batam, waktu itu saya baru lahir. Hingga saat ini beliau tidak berhenti memikirkan kampung halamannya terutama Lubuk Alung," puji Suhatri Bur.

Ia berkata bahwa Bupati Ali Mukhni lama menginginkan tumbuhnya sarana penginapan yang bercirikan syariah di Padangpariaman. Ia bahkan menyebut banyak keluhan ke bupati akan minimnya penginapan yang memadai di Padangpariaman apalagi bercirikan syariah.

Suhatri Bur juga mengimbau kepada seluruh OPD untuk memanfaatkan keberadaan hotel di Lubuk Alung itu untuk kegiatan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. Ia beralasan selama ini kegiatan di hotel lebih banyak dilakukan di luar daerah Padangpariaman.

Sementara itu, Haji Lambau menyebut bahwa hotel itu adalah hotel kedua miliknya setelah di Batam. Ia menjadikan hotel tersebut sebagai amal ibadah dan bukti pengabdiannya dan keluarga besarnya kepada kampung halaman.

Haji Lambau yang sudah lama menderita stroke dan sehari-harinya beraktifitas di atas kursi roda, itu meminta kepada bupati melalui wabup agar mempercepat pembangunan jalan lingkar Lubuk Alung-Sicincin, jembatan Kayu Gadang Sikabu dan Main Stadium.

"Saya sangat apresiasi kinerja bupati yang sangat giat membangun, namun saya sangat mengharapkan bupati lebih memperhatikan Lubuk Alung. Masih banyak sarana prasarana umum yang belum maksimal diperhatikan," sebutnya.

Tarok City juga menjadi perhatian Haji Lambau. Selaku perantau ia meminta masalah di Tarok City diselesaikan dengan baik. Ia berharap Tarok City dapat terealisir secepatnya agar Padangpariaman bisa menyaingi Malaysia yang sudah membuat hal yang sama.

Di samping itu, ia menyarakan rumah sakit stroke juga didirikan di Tarok City guna menyelamatkan banyak warga Padangpariaman yang terkena stroke. Ia mengaku ketika dirinya terserang stroke dan kesulitan mencari rumah sakit khusus stroke, hingga ia harus ke Singapore berobat.

Terkhusus bagi Ali Mukhni, ia berharap ke depannya terpilih menjadi gubernur Sumatera Barat. "Jadikanlah Ali Mukhni jadi orang nomor satu di Sumbar. Mari kita tolong sama sama agar Sumbar menjadi maju. Diharapkan Prof. Duski Samad bisa mendampinginya," katanya melirik tokoh masyarakat Lubuk Alung Duski Samad disambut tepuk tangan undangan.

Di saat yang sama Duski Samad selaku tokoh masyarakat menyebut Haji Lambau memiliki perhatian yang tinggi untuk kampung halamannya Padangpariaman.

Duski menganggap penggunaan nama syariah sebagai antisipasi untuk perbuatan yang tidak baik bagi penghuni hotel. Menurut Duski, dengan bernama syariah, otomatis semua kegiatan hotel harus mencerminkan syariah.

"Kalau bisa dilengkapi dengan arah kiblat, ada Alquran dan sekali-sekali ada pengajian," katanya menyarankan.

Di samping itu, Duski juga mengajak masyarakat Padangpariaman memberi dukungan kepada Ali Mukhni-Suhatri Bur dalam membangun daerah. (Handre)