Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

30 September, Pariaman Gelar Nonton Akbar Film G30S PKI

25 September 2017 | 25.9.17 WIB Last Updated 2017-09-25T11:41:04Z
Poster Film G30S/PKI. Foto Istimewa
Pariaman --- Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan film sejarah pemberontakan G30S/PKI perlu diputar kembali di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman agar ASN memahami sejarah G30S/PKI.

"Ada ASN kita yang masih muda atau kelahiran 90an yang mungkin belum mendapatkan pelajaran sejarah tentang G30S PKI atau menonton filmnya. Dengan kembali diputar film G30S PKI, mereka akan memahami sejarah tersebut,'' ujarnya usai nonton bareng film sejarah G30S PKI di Aula Balaikota Pariaman, Senin (25/9/2017) pagi.

Memahami fakta sejarah tentang peristiwa G30S PKI, kata dia, salah satunya dengan menonton film G30S PKI guna mencegah masuknya paham komunis yang saat ini dengan mudah disebarkan melalui media sosial.

"Nonton bareng ini medianya untuk memahami sejarah G30S PKI. Jika masyarakat sudah memahami PKI sebuah ancaman, maka inilah langkah penangkalnya," sebutnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0308/Pariaman Letkol ARH Hermawansyah menjelaskan pihaknya siap memfasilitasi nonton bareng dengan memberikan file sejarah film G30S PKI. Film yang ditonton terlebih dahulu dilakukan proses editing dengan menghilangkan adegan kekerasan dan penyiksaan yang dialami oleh Jenderal TNI kala itu.

Hermawansyah menegaskan film sejarah G30S PKI jelas fakta bukan rekayasa seperti yang diungkapkan pihak-pihak tertentu yang mengingingkan komunis hidup kembali.

"Terdapat indikasi pihak-pihak yang ingin memutar balikkan fakta sejarah tentang sejarah PKI seolah-olah PKI menjadi korban dalam peristiwa kelam yang berakhir pada 1 Oktober 1965 itu," tegasnya.

Ia mengatakan, TNI dan masyarakat yang menjadi korban G30S PKI memastikan tidak pernah dendam dengan pihak-pihak yang melakukan pemberontakan G30S ataupun keluarga saat ini. Namun pemutaran film sejarah G30S PKI, lebih tepat untuk merecall ingatan masyarakat bahwa di Indonesia pernah terjadi peristiwa kelam pemberontakan.

"Perintah pemutaran kembali film G30S PKI hanyalah untuk mengingatkan kembali sejarah bahwa Indonesia pernah mengalami peristiwa kelam. Tidak ada unsur dendam dan masyarakat sudah berbaur utuh," pungkasnya.

Untuk menyeberluaskan film tersebut, rencananya masyarakat kota Pariaman akan menggelar nonton akbar film sejarah G30S PKI yang akan diikuti oleh pelajar se kota Pariaman pada tanggal 30 September 2017 mendatang. (Nanda)
×
Berita Terbaru Update