Pujasera Pasar Rakyat Kuraitaji Sediakan Menu Terlengkap

Pujasera Pasar Rakyat Kuraitaji
Balai Kuraitaji -- Pusat jajanan serba ada (Pujasera) Pasar Rakyat Kuraitaji di Desa Balai Kuraitaji, Pariaman Selatan, sudah mulai operasional sejak tanggal 10 Juli 2017. Pujasera berlokasi di lantai dua pasar tersebut, dihuni oleh 18 pedagang kuliner yang menempati 9 kios/gerai.

Aneka sarapan pagi ala Balai Kuraitaji Pariaman tersedia lengkap. Aneka menu tinggal pilih. Pujasera untuk sarapan, mulai buka pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Sedangkan mulai pukul 15.00 WIB, digantikan oleh pedagang kuliner yang berjualan hingga pukul 24.00 WIB.

Seluruh mobiler yang ada di pujasera terlihat baru, disediakan oleh Dinas Koperindag Kota Pariaman. Mulai dari etalasi, bangku dan kursi, sarana listrik dan air bersih. Koperindag juga berencana akan memasang wifi gratis.

Pedagang di gerai pujasera, sebelumnya merupakan pedagang kaki lima yang berjualan di bawah pasar. Pemindahan pedagang ke pujasera, kian menambah semarak Pasar Rakyat Kuraitaji yang baru selesai dibangun tahun 2016 itu.

"Pedagang tinggal membawa dagangan saja ke pujasera karena semua fasilitas sudah kita sediakan. Mulai dari 36 set meja dan kursi, 9 set etalase, sarana air bersih hingga listrik, kita sediakan," ungkap Kepala Dinas Koperindag Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, Rabu (19/7/2017), di Pujasera Pasar Rakyat Kuraitaji, saat jumpa pers dengan wartawan.

Pedagang hingga kini, kata Gusniyeti, juga belum dipungut sewa. Sewa akan mulai diberlakukan jika pujasera sudah ramai dikunjungi.

"Sewa per lapak sesuai Perda Rp100 ribu per bulan. Kini masih kita gratiskan. Di sini lebih terjamin kebersihannya. Pengunjung lebih santai sambil menikmati pemandangan Kuraitaji dari atas," imbuhnya.

Sementara pihaknya melakukan promosi untuk pujasera, pedagang dia minta bersabar jika pemasukan tidak sebanyak yang diharapkan. Ia meyakini dengan langkah promosi dan kesabaran pedagang, Pujasera Pasar Rakyat Kuraitaji, nantinya akan ramai.

"Langkah promosi akan kita lakukan agar pujasera ramai pengunjung. Di sini menunya paling lengkap. Karena masih baru dan belum banyak yang tahu, kita mulai iklankan di radio, media cetak, online, televisi dan dengan membawa teman-teman mencicipi kuliner Balai Kuraitaji yang sudah terkenal enaknya," tukuk dia.

Di lain pihak, Eva lindra (53), salah seorang pedagang kuliner pujasera, mengakui memang ada penurunan pemasukan dibanding berjualan kaki lima di bawah.

"Mungkin belum banyak yang tahu. Dalam 10 hari ini memang pemasukan berkurang," sebutnya.

Meski begitu ia memuji tempat berjualannya yang sekarang. Semua fasilitas lengkap, hampir tidak ada yang kurang.

"Kita cukup bawa dagangan ke sini. Semua sudah tersedia di pujasera. Cuma itu tadi, masih belum ramai sejak pindah dari bawah," kata dia.

Kepala UPT Pasar Rakyat Kuraitaji, Hendra Arifin mengatakan, di pasar bertingkat dua itu terdapat 100 kios yang terdiri dari 80 kios kering dan 20 kios basah di lantai bawah. Sedangkan lantai atas hanya perkantoran dan pujasera.

Pasar yang memiliki luas bangunan 5000 m2 itu, juga memiliki 4 titik lokasi parkir untuk kendaraan bermotor dengan daya tampung 40 unit mobil dan 200 sepeda motor.

"Dua lokasi parkir kendaraan roda empat dan dua lokasi parkir kendaraan roda dua. Lokasi parkir yang luas untuk penataan pasar yang lebih baik. Jika sebelumnya banyak kendaraan parkir di badan jalan sumber kemacetan, dengan adanya daya tampung parkir yang memadai, permasalahan tersebut dapat kita atasi," kata Hendra.

Pasar rakyat menggantikan pasar bangunan lama ini dibangun sejak tahun 2015. Ia menggunakan dana dari APBN 2015 senilai Rp5,1 miliar ditambah dana APBD Kota Pariaman 2015 dan 2016 senilai Rp8,7 miliar.

OLP