FKS Ajak Semua OPD Wujudkan Padangpariaman Sehat

Suasana saat rapat berlangsung
Paritmalintang -- Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padangpariaman harus bertekad lebih baik dalam menjalankan program kerjanya pada mendatang. Jika pada tahun 2015 sudah mampu meraih Swasta Saba Padapa, maka tahun 2017 ditargetkan mampu meraih Swasta Saba Wiwerda.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, Aspinuddin di hadapan pengurus FKS Kabupaten Padangpariaman yang menyelenggarakan rapat perdana pengurus periode 2017-2020, Selasa (25/7/2017) di sekretariatnya Parik Malintang. 
Aspinuddin mengatakan, pengurus FKS periode sebelumnya yang merupakan pengurus pertama, mampu meraih prestasi Swasta Saba Padapa. Pengurus baru dengan tampilnya sejumlah nama, tentu diharapkan prestasi FKS lebih baik dari sebelumnya.

“Dari pengalaman yang terdahulu FKS bisa mempersiapkan diri lebih baik dan melengkapi kekurangan-kekurangan selama ini. Dinas kesehatan tetap akan mendukung program FKS agar terlaksana dengan baik,” kata Aspinuddin.

Persiapan program harus dimulai dari pokja-pokja di nagari dan di tingkat kecamatan. “Dengan adanya FKS ini, menunjukkan adanya komitmen yang jelas dari pemkab untuk meningkatkan kesehatan masyarakat karena kesehatan selalu terkait dengan aspek kehidupan lainnya,” sambung Aspinuddin.

Ketua FKS Rahmat Tuanku Sulaiman, mengatakan untuk mencapai keberhasilan kabupaten sehat tersebut, harus didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Setidaknya OPD yang terkait erat dengan FKS adalah Bappelitbangda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PPPA, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabag Kesra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Camat dan Nagari.

“Kesadaran semua pihak akan betapa pentingnya pembangunan sektor kesehatan perlu ditumbuhkan. Masing-masing OPD memiliki peran dalam mendorong pencapaian keberhasilan Forum Kabupaten Sehat ini. Dari indikator-indikator FKS, terlihat peran masing-masing OPD,” kata Rahmat.

Rahmat mengakui, hingga kini masih banyak OPD yang belum memahami FKS. Sehingga banyak OPD terkait enggan melakukan koordinasi dalam mendukung pencapaian kabupaten sehat.

Dari indikator yang ditetapkan pemerintah pusat, kata dia terlihat jelas bagaimana keterlibatan instansi lain. “Kita berharap ke depan kesadaran untuk memback-up FKS ini semakin tumbuh,” Rahmat menambahkan.

ASM