Mukhlis Ajak Masyarakat Mampu Berinfaq di Ponpes TAPUZ





Walikota Pariaman Mukhlis Rahman atas nama pribadi dan keluarga, serahkan bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta untuk Pesantren Modren Taman Pendidikan Ulama Zuama (TAPUZ), di Masjid Ulal Albab setempat, Senin (5/12), Marunggi, Pariaman Selatan.

Bantuan tersebut, kata Mukhlis, untuk perbaikan sarana/prasarana di pesantren tersebut. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pesantren yang memang butuh uluran tangan masyarakat.

"Santri adalah masa depan bangsa yang perlu kita perhatikan sarana dan prasarana belajarnya," ucap Mukhlis yang hadir dalam program magrib mengaji yang ia gagas.

Pimpinan Ponpes TAPUZ M Yusuf, menyatakan bahwa beberapa bangunan pesantren atapnya ada yang bocor, seperti mesjid, beberapa bangunan, bahkan mesin pompa air juga rusak.

"Jika hari hujan mesjid tidak bisa digunakan karena bocor di sana sini," ujarnya.

Selain itu dia juga berharap kepada pemerintah agar membangunkan pagar di tepi pantai agar proses belajar mengajar bagi 60 santri tetap fokus tanpa gangguan pejalan dan kendaraan bermotor yang melintas.

Atas paparan keluhan dari pimpinan Ponpes, Mukhlis menjanjikan akan menganggarkannya pada APBD Perubahan tahun 2017. Kondisi darurat itu, jika diketahui Mukhlis jauh hari, mungkin sudah dianggarkan pada APBD 2017 yang sudah disahkan DPRD.

Mukhlis Rahman juga mengimbau kepada masyarakat untuk berinfaq ke Ponpes TAPUZ. Ponpes TAPUZ sudah banyak melahirkan santri berkualitas dan sudah berumur cukup tua.

Sementara itu tokoh masyarakat Pariaman Syahril Amiruddin, menyambut baik ajakan dari walikota agar masyarakat tergerak hatinya untuk berinfaq di pesantren tersebut.

"Saya kenal Pak Mukhlis, beliau selalu ikhlas dalam beramal. Jika dia beramal, tidak ada motif lain selain itu," ujarnya.

Ajo, demikian karib ia disapa juga baru mengetahui kondisi pesantren TAPUZ dari postingan di media sosial oleh akun Kabag Humas Kota Pariaman Yalfiendri "Andi Sikumbang", yang kemudian viral.

"Apa yang dilakukan Pak Mukhlis, adalah aksi bela Islam sejati. Pesantren tempat santri belajar merupakan generasi penerus ahli-ahli agama," ungkapnya.

OLP