Launching Germas Nasional, Ali Mukhni: Germas Identik dengan Program Padang Pariaman Sehat




Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dicanangkan serentak di 10 kabupaten/kota se Indonesia. Yakni di Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Purbalingga, Kota Batam, Kabupaten Bogor, Kota Jambi, Kota Pare-pare, Kota Surabaya, dan Kota Madiun.

Hadirnya program Germas itu, sebagai upaya peningkatan hidup sehat dan bersih di masyarakat.

“Jika dilakukan dengan cara promotif dan preventif, program Germas ini diharapkan dapat menurunkan beban penyakit. Menurunkan angka produktivitas penduduk, serta menurunkan beban biaya kesehatan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, seusai mencanangkan Germas di Lapangan Nagari Sungai Abang, Kecamatan Lubuk alung, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (15/11).

Pembangunan kesehatan di Indonesia, kata dia, bentuk aplikasi nyata dari revolusi mental. Untuk itu, dia memberi indikator yang dapat dilakukan dalam membudayakan hidup sehat dan bersih. Di antarnya mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, menjaga kebersihan rumah, ketersedian air bersih, makan buah dan sayur serta menjaga aktivitas olahraga.

“Selain itu para keluarga dan  lingkungan harus bisa menjaga anak-anak dari bahaya asap rokok, karena budaya hidup bersih dan sehat harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Disaat yang sama Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyatakan, Germas harus didukung dan disukseskan oleh semua pihak. Persentase realisasi kesehatan di Provinsi Sumbar, ujar dia telah mencapai 20 persen. Angka persentase itu, menurut Nasrul, bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan  kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan, sebelum pencanangan program Germas, pihaknya telah menjalankan program Padang Pariaman Sehat sejak 2014. Melalui program Padang Pariaman Sehat, seluruh biaya kesehatan di Padangpariaman gratis.

Padang Pariaman Sehat, jelas bupati merupakan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan di mana petugas kesehatan berkunjung ke rumah-rumah masyarakat untuk menanyakan dan memeriksa kondisi kesehatan masyarakat. Penyakit dapat terdeteksi dini dan bisa segera mendapatkan tindakan medis. 

Hasilnya, ungkap bupati, angka kematian ibu (AKI) di Padangpariaman nol persen atau tidak ditemukan lagi, dan pola hidup masyarakat terus meningkat.

“Padang Pariaman Sehat memiliki satu visi yang sama dengan Germas, sesuai Nawa Cita dari Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Ali Mukhni.

Sukses Padang Pariaman Sehat menurutnya terbukti dengan diraihnya penghargaan Bhakti Husada Kencana Kartika dan Kabupaten Sehat Kategori Swastisaba Padapa pada tahun 2015 dari Presiden.

Ali Mukhni menambahkan, dalam waktu yang bersamaan Launching GERMAS juga dicanangkan Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dari Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) sudah dimulai dari Tahun 2006 dengan program P2KP.

Sampai dengan tahun 2016, sebut Ali Mukhni, Program IBM adalah program KOTAKU untuk penanganan kawasan kumuh, program Pamsimas untuk pencapaian air bersih bagi masyarakat dan program Sanimas untuk perbaikan sanitasi dan limbah masyarakat serta program Rekompak adalah perbaikan untuk rumah-rumah masyarakat yang terkena dampak dari bencana.

Program lain yang dicanangkan PUPR dengan berbasis masyarakat, terus bupati, adalah program P3-TGAI yang memperbaiki irigasi masyarakat, serta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pembangunan rumah baru, perbaikan rumah yang tidak layak huni dan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk juga program dalam penataan lingkungan dengan menyediakan RTH skala lingkungan.

Semua program-program yang dilaksanakan oleh PUPR dengan berbasis masyarakat adalah bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat, serta program untuk mendukung program Presiden Jokowi sesuai dengan Nawa Cita untuk penuntasan 100–0–100 yaitu 100 % akses air minum bagi masyarakat dan tidak ada lagi kawasan kumuh serta 100% sanitasi terlayani pada tahun 2019.

Bupati Ali Mukhni juga mengungkap raihan prestasi Padangpariaman pada bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

Bupati menyatakan Padangpariaman dua kali juara I (satu) Lomba Kecamatan Sayang Ibu tingkat Propinsi yaitu pada tahun 2011 oleh Kecamatan Enam Lingkung dan pada tahun 2014 oleh Kecamatan Ulakan Tapakis. Kemudian juara I Lomba Penilaian Perusahaan Pengelola Tenaga Kerja Wanita pada tahun 2014.

Padangpariaman jelas bupati juga telah membentuk P2TP2A kabupaten dan kecamatan dengan ketuanya Rena Ali Mukhni, dimana telah banyak merespon para korban dengan mendampinginya sampai selesai.

"Membentuk Forum Anak dengan nama Forum Anak Padang Pariaman, dan juga telah 4 kali mengirim anak mengikut Forum Anak Nasional dan Peringatan Hari Anak Nasional, di Jogjakarta, Jakarta, Bogor dan di Lombok," pungkas bupati.

Disaat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Rena Ali Mukhni juga menyampaikan bahwa sesuai Inpres nomor 5 tahun 2014, saat ini pihaknya gencar melakukan penyuluhan GN-AKSA (Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak) dengan sasaran siswa di sekolah- sekolah, pada ibu ibu muda yang masih mempunyai anak.

"Dengan tujuan dapat menekan angka kejahatan asusila terhadap anak di Padangpariaman khususnya, Sumatera Barat pada umumnya," kata Rena.

Pihaknya, terus Rena, juga bekerjasama dengan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat, diantaranya dengan memberikan bantuan berupa itik, alat-alat memasak kue untuk perempuan janda kepala keluarga.

Rena Ali Mukhni juga ucapkan terimakasih kepada Kementerian PP dan PA, di mana Padangpariaman mendapatkan bantuan 1 (satu) unit mobil perlindungan (MOLIN) dan 2 unit motor perlindungan (TORLIN) yang akhir bulan ini akan sampai di Padangpariaman.

“Bantuan ini sebagai bukti apresiasi yang tinggi dari pemerintah pusat ke Padangpariaman,” kata Ibu tiga putra itu.

Dalam program Germas itu, masyarakat diajak melaksanakan senam bersama. Mulai warga dari usia murid SD, hingga kalangan lanjut usia (lansia). Setelah itu, Menteri PP/PA menyempatkan untuk berkunjung ke Puskesmas Lubuk  Alung, SMAN 1 Lubuk Alung, serta rumah warga yang telah mendapat program benah rumah sebagaik 25 unit.

HA/OLP