Kenang Almarhum Rizky Para Sahabat Gelar Malam Solidaritas Kemanusiaan




Ratusan sahabat almarhum Aditya Novali Rizky (15) korban pembunuhan pada 4 Oktober 2015 lalu melakukan aksi malam solidaritas kemanusiaan untuk mengenang sekaligus mendoakan agar pelaku pembunuhan tersebut segera terungkap.

Malam solidaritas kemanusiaan digelar di halaman Balaikota Pariaman, Sabtu malam (30/7), diisi kegiatan zikir bersama, pembacaan puisi dan menyalakan seribu lilin.

Menurut Aftoni Afdal (46), selaku ayah kandung almarhum Rizky, dirinya sudah mengikhlaskan kepergian putra semata wayangnya menghadap Sang Ilahi. Namun demikian dirinya berharap agar pelaku pembunuhan segera tertangkap.

"Melalui zikir ini semoga terbuka hijab dan terkabulkan doa kita bersama agar kasus pembunuhan terhadap anak kami segera terungkap," kata dia.

Dia menyebut tidak ada motif apapun dibalik aksi solidaritas kemanusian yang digelar malam itu selain bermunajad kepada Allah. Dia berharap jangan pula acara itu dipolitisir.

Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya atas pengungkapan kasus tersebut, namun belum membuahkan hasil.

"Doakan kami agar diberi Allah kemudahan dalam mengungkap kasus ini," kata dia.

Dirinya juga meminta bantuan kepada masyarakat agar melaporkan hal sekecil apapun informasi terkait kasus pembunuhan tersebut.

"Laporkan kepada kami Polres Pariaman," sebut dia.

Puisi karya Fahmi Umar berjudul "Anak-anak yang Meronta" dibacakan apik oleh Doni siswa SMA 2 Pariaman sahabat almarhum Rizky. Puisi tersebut menggambarkan anak-anak sekarang bergelimang kebahagiaan. Anak-anak hanya tahu simpul-simpul kebahagian dan ceria dalam hari-harinya sementara anak lainnya meronta, mereka anak yang meregang nyawa. Anak malang yang tidak dilahirkan untuk dewasa.

Sebagaimana diketahui, almarhum Rizky ditemukan bersimbah darah di lantai dua Ruko milik orangtuanya di Jalan Sentot Alibasa Jati Pariaman pada sore hari 4 Oktober 2015 saat kedua orangtuanya baru pulang dari Kota Bukittinggi.
 

Rizky yang kala itu siswa kelas III di SMPN 1 Pariaman diduga korban pembunuhan bermotif perampokan yang hingga kini pelakunya masih misterius.

"Total kehilangan Rp120 juta," kata Aftoni Afdal saat itu.

OLP