H2 Festival Gandoriah: Lomba Beruk Petik Kelapa Tontonan Lucu Ribuan Pasang Mata




Pantai Gandoriah Pariaman di hari kedua Festival Pesona Gandoriah (FPG) tahun 2016 kian ramai. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah penasaran ingin menyaksikan langsung lomba beruk memanjat kelapa, Minggu (29/5).

Lomba beruk memanjat kelapa diikuti oleh 31 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Tiga buah pohon pinang besar dimodifikasi puncaknya agar tandan buah kelapa menyangkut di atas. Penonton terlihat bersorak dan tertawa menyaksikan atraksi kelincahan beruk memilin jatuh buah kelapa dengan tangan dan kaki yang sama lincahnya. Ada pula beruk yang tidak mau memanjat meski diperintah tuannya berbagai cara. Mungkin beruk tahu batang pohon itu bukanlah pohon kelapa asli.





Animo masyarakat terlihat sangat tinggi pada perlombaan yang menggelitik pengunjung tersebut. Lomba beruk memanjat kelapa kerjasama antara Kodim 0308/Pariaman dengan pihak Pemko Pariaman.

Menurut Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal, dalam perlombaan itu dewan juri akan menilai ketepatan waktu, cara berkomunikasi beruk dengan pemilik, kekompakan beruk dengan tuan, perlakuan pemilik terhadap beruk dan hasil buah yang dipetik oleh beruk. Beruk yang diperlakukan kasar oleh tuannya akan mendapat nilai rendah meski si beruk memetik kelapa dengan baik.

"Tukang baruak adalah suatu profesi masyarakat Pariaman yang hingga kini masih eksis. Profesi yang tidak bisa dipandang sebelah mata karena dari jerih payah beruk mampu menyekolahkan anak pemiliknya hingga lulus kuliah sebagaimana di Desa Taluak yang mana dengan profesi itu tiga anak mereka lulus kuliah. Sekarang lagi diliput Trans TV langsung ke rumahnya," ungkap dia.

Dikatakan Efendi Jamal, wisatawan yang datang ke Pariaman mayoritas dari Kota Padang yang menggunakan jasa transportasi kereta api. Kereta api selalu penuh sejak acara pembukaan festival yang dalam sehari tidak kurang mengangkut 5000 penumpang.

"Kemudian puluhan bus wisata, mobil pribadi dari berbagai daerah yang membuat parkiran di Gandoriah menjadi penuh. Selama masa festival kita optimis mampu lampaui target 50.000 pengunjung ke Gandoriah," sebut Efendi Jamal.

Festival Pesona Gandoriah akan dihelat hingga 1 Juni mendatang dengan menggelar 10 iven unik khas masyarakat pesisir pantai. 


Untuk hari kedua, ditambahkan Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Dinas Budpar Kota Pariaman, Zahirma, pihaknya selaku penyelenggara juga melakukan worshop (pelatihan) pada 200 anak-anak cara membuat dan mewarnai layang-layang yang diajarkan oleh tenaga ahli museum layang-layang nasional yang di datangkan langsung dari Jakarta.

"Untuk merangsang kreatifitas anak-anak ke arah yang positif. Tenaga ahli dari museum layang-layang nasional juga ajarkan cara mewarnai layangan dan membuat layangan kreasi seperti yang kita lihat saat ini. Usai dibuat langsung dimainkan oleh anak-anak," terang Zahirma.

Di samping itu, imbuhnya, dihari kedua juga digelar musik fiesta untuk menghibur wisatawan pengunjung festifal.

Terpisah, Kepala Seksi Promosi Dinas Budpar, Nesa Prima Dewi, menyatakan, Festival Pesona Gandoriah tiap hari dibuka dari pukul 08.00 hingga pukul 23.59 WIB.

"Dari sisi keamanan, selain Satpol PP, Festival Pesona Gandoriah juga dibantu 23 personil Polres Pariaman tiap hari. Selama acara berlangsung belum ada laporan kehilangan dan gangguan keamanan," kata Nesa.

OLP