Atasi Kerusakan Akibat Banjir, Pemko Pariaman Terima Kucuran Dana BNPB




Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan kucurkan dana bencana alam/bukan alam senilai Rp5 trilyun untuk perbaikan infrastruktur akibat bencana di seluruh Indonesia tahun 2016. 

Deputi Tanggap Darurat Bencana Alam/Non Alam BNPB, Budi Erwanto, Kamis (24/3) di ruangan Wakil Walikota Pariaman menyebutkan, pihaknya saat ini sudah mencairkan dana sebesar Rp100 juta ke rekening BPBD Kota Pariaman untuk perbaikan infrastruktur pasca banjir Kota Pariaman, Selasa 22 Maret lalu.

"Saat ini kami telah menyetorkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB Pusat sebesar Rp100 juta. Dana ini tidak bersifat maksimal dan bisa bertambah," ujar Budi Erwanto.

Dia menuturkan, penambahan dana bisa dicairkan setelah pihaknya menerima proposal dari pemerintah daerah setempat. Dana itu juga akan segera dicairkan apabila bersifat mendesak dan sangat dibutuhkan.

"Dana ini nantinya dapat digunakan untuk perbaikan jembatan, sungai maupun bangunan fisik lainnya. Ini tidak memerlukan birokrasi yang berbelit," cetus dia.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pariaman, Yaminurizal, di tempat yang sama menyebutkan, pihaknya telah melaporkan dan koordinasi dengan BNPB terkait penangan banjir Pariaman dan tanggap darurat di saat peristiwa belangsung maupun setelahnya.

"Banjir kemarin meliputi hampir separuh wilayah Kota Pariaman terbesar kurun 30 tahun terakhir. Kita akan mendata sebelum dana DSP disalurkan," terang dia.

Kata dia, Rp100 juta yang diterima pihaknya langsung masuk di hari pertama saat melaporkan lampirkan data kerusakan dan jumlah rumah dan pengungsi. 



Pihaknya bersikeras mendapatkan bantuan lebih dari BNPB karena kerusakan akibat bancir cukup besar setelah didata.

"Kami juga sedang menyiapkan data dan proposal untuk bantuan tambahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur yang rusak,” tutupnya.

TIM/OLP