Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tim Verifikasi Ksatria Bhakti Husada Kaget Dengar Angka Kematian Ibu 0% di Padangpariaman

7 Oktober 2015 | 7.10.15 WIB Last Updated 2015-10-07T13:34:20Z



Program Padangpariaman Sehat (PPS) yang digagas oleh Bupati Ali Mukhni sejak setahun silam mendapat atensi pemerintah pusat. Program itu dinilai bersentuhan langsung dan tepat sasaran. Atas inovasi tersebut Bupati Ali Mukhni masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Presiden RI.

Hal ini terlihat oleh wartawan saat kunjungan tim verifikasi dari Kementerian Kesehatan RI yang dipimpin oleh Dr. Kartini Rustandi, M. Kes ke Padangpariaman. Sebelum menjalankan tugasnya tim tersebut dijamu oleh Bupati Ali Mukhni dan segenap jajaran Dinas Kesehatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati di Pariaman, Selasa (6/10).

Ketua Tim verifikasi Dr. Kartini Rustandi, M. Kes saat itu mengatakan bahwa pemerintah pusat sangat tertarik atas inovasi yang dilakukan Bupati Ali Mukhni di bidang kesehatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu ia bersama tim akan melihat langsung ke lapangan mengenai pelaksanaan PPS tersebut.


“Bapak Ali Mukhni punya inovasi dalam peyananan kesehatan. Beliau canangkan Program Padangpariaman Sehat, konsisten pula melaksanakan dan mengawasi secara langsung. Kepedulian beliau pantas diapresisasi,” puji Kartini.

Kata dia, program PPS menunjukan hasil signifikan sesuai harapan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat terutama menekan jumlah angka kematian ibu dan anak.

“Dari laporan yang saya lihat, angka kematian ibu bisa ditekan hingga nol persen. Kemudian angka kematian bayi serta angka kematian balita juga turun dratis. Ini capaian luar biasa,” imbuh dia.

Bupati Ali Mukhni saat diminta eksposenya menuturkan bahwa gagasan PPS karena melihat masih ada masyarakat yang belum tersentuh penanganan medis disebabkan oleh malas berobat atau bahkan karena tidak mempunyai biaya.

“Bahkan ada pula masyarakat yang malu memeriksakan penyakitnya ke puskesmas terdekat,” kata bupati.

Atas dasar itulah, lanjut dia, ia merubah paradigma pelayanan kesehatan di mana sebelumnya bidan desa dan semua petugas kesehatan lainnya hanya menunggu masyarakat di puskesmas, sekarang menjemput bola dengan mengunjungi rumah warga door to door setiap harinya.

"Dengan tujuan menanyakan apakah ada keluarga yang bermasalah kesehatannya. Jika ada langsung diobati, apabila perlu dirujuk dibawa ke rumah sakit. Seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah bekerjasama dengan BAZNAS, BPJS Kesehatan, perantau dan donator lainnya," tambahnya.


PPS, sebagaimana dilanjutkan bupati, melibatkan seluruh pihak supaya masyarakat miskin yang berobat agar bisa “dikeroyok bersama” dalam memberikan pelayanan kesehatan.
"Contohnya wali korong, wali nagari, camat, semua berperan dalam pengurusan BPJS Kesehatan dan bantuan BAZNAS. Jadi si pasien tidak perlu untuk mengurus segala bentuk proses administrasi," jelas dia.

Tujuan dari semua itu, dia ungkapkan, tidak boleh ada masyarakat miskin yang tidak berobat karena tidak mempunyai biaya.

Diceritakan dia lebih lanjut bahwa dia sering mengunjungi rumah warga penderita sakit seperti tumor, kanker, meningitis, kelainan jantung dan lain-lain atas laporan dari masyarakat kepadanya baik langsung maupun dari media sosial. Seketika itu ia meminta pasien segera diberikan tindakan medis dan segala biaya ditanggung oleh pemerintah.

“Bahkan keluarga yang mendampingi pasien tersebut kita juga kasih biaya transportasi,” katanya.

Komitmen PPS itu kemudian dituangkan dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 15 tahun 2015 tentang Padang Pariaman Sehat.

“Saya juga sampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, dokter, bidan, yang berperan aktif membantu sukseskan program yang sangat mulia ini,” katanya lagi.

Kemudian, Kepala BPJS Kesehatan Perwakilan Padang, Fakhrurozi yang hadir pada kesempatn itu mengatakan dengan adanya program Padang Pariaman Sehat telah memotivasi masyarakat untuk mengurus kartu BPJS kesehatan. Dia menilai sejak setahun terakhir jumlah peserta BPJS Kesehatan asal Padangpariaman meningkat tajam.

“Saat ini telah 41 % warga Padangpariaman memiliki kartu BPJS. Ke depan kita berharap jumlah semakin meningkat dengan semakin berjalannya Program Padangpariaman Sehat ini,” kata dia.

Pada kesempatan itu dia juga membagikan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) kepada masyarakat Padangpariaman.

Disaat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman Dr. Aspinuddin mengaku optimis dengan program PPS dapat mendeteksi dini segala macam penyakit yang ada di tengah masyarakat. Adapun tujuan PPS itu kata dia antara lain menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, gizi buruk, penyakit menular dan masalah kesehatan lainnya.


Suksesnya PPS, dia sebut juga mendapat dukungan DPRD dan TNI/Polri, disamping peran tegas BAZ, Tenaga Kesehatan, Forum Kabupaten Sehat, Camat, Wali Nagari, perantau dan unsur lainnya.

Oleh sebab itu, dikatakan Aspinuddin, Bupati Ali Mukhni sangat layak terima penghargaan tersebut atas aksi nyata terhadap pelayanan kesehatan di daerah yang dia pimpin.

"Saya rasa beliau pantas raih penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Presiden RI. Mohon doa masyarakat," kata mantan direktur RSUD Parit Malintang itu.

Setelah mendengar pemaparan oleh Bupati Ali Mukhni, rombongan tim verifikasi melanjutkan monitoring ke Puskesmas Pauh Kambar. Di sana mereka tinjau aplikasi sistim manajemen online puskesmas mulai dari pendaftaran pasien, tindakan dan daftar obat yang diberikan.


HA/OLP
×
Berita Terbaru Update