Home » , » Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

Buron Usai Habisi Nyawa Istri, Z Ditangkap di Bengkalis Riau

Written By oyong liza on Saturday, 10 October 2015 | 16:30




Z (20) tersangka utama pelaku pembunuhan sadis terhadap Afrezi Arifin (23) berhasil dibekuk oleh "Tim Anti Bandit" Polres Pariaman di Bengkalis, Provinsi Riau. Z yang tega menghabisi nyawa mantan istri yang sudah dikaruniai balita 2 tahun itu, lebih dua pekan melarikan diri sejak penemuan jasad Ezi (sapaan Afrezi) di lahan sawit pada Kamis 24 September lalu di kawasan Kukualang, Batang Gasan. Ezi adalah warga Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Padangpariaman.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Pariaman AKBP. Riko Junaldi, S.IK saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu siang (10/10).

"Benar. Z sudah kita amankan. Pelaku ditangkap di Bengkalis Riau oleh anggota kita dan sekarang di perjalanan menuju Pariaman. Saya perintahkan ke anggota pelan-pelan saja jalannya," kata Kapolres.

Sebelumnya Kapolres mengatakan sudah memastikan bahwa Z disangka pelaku utama pembunuhan Ezi baik dari hasil olah TKP/alat bukti maupun pengakuan AL (23) tersangka lainnya yang ikut membantu Z saat menguburkan jasad Ezi.
AL dibekuk pada hari Sabtu (26/9) di Simpang Empat Parak Lamo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. 


Dari penangkapan AL, sebagaimana dituturkan Kapolres, sejumlah titik terang mulai kelihatan mengarah pelarian pelaku meski AL terlihat menyembunyikan sesuatu.

"Pengakuan tersangka AL pada penyidik bahwa Z menghubungi AL usai membunuh istrinya untuk dimintai tolong menguburkan jasadnya."

"Kemarin kita lacak sinyal HP dia (Z) posisinya di Pekanbaru, rupanya ponselnya sudah dia dijual saat anggota sampai di sana. Kita terus lakukan pengejaran dari rangkaian informasi-informasi," penuturan Kapolres di sela-sela konprensi pers usai geladi resik persiapan etape finish I Tour de Singkarak di Pantai Gandoriah (1/10) lalu.

Kapolres belum berkomentar rincian kronologis penangkapan Z di Bengkalis. Kata dia, keterangan akan diberikan kepada media setelah Tim Anti Bandit yang membekuk tersangka sampai di Polres Pariaman.

"Kita kabarkan nanti setelah anggota sampai. Sabar ya, bisa sampainya (di Pariaman) malam nanti atau dinihari," sebut Kapolres.

Sebagaimana diketahui, penemuan jasad Afrezi yang terkubur hanya sedalam satu meter itu di bawah batang sawit yang sengaja ditanam untuk menyamarkan, dua hari setelah almarhum menghilang dari rumahnya. Ada unsur sadisme dalam pembunuhan itu. Rinciannya baca disini. Motif dibalik semua peristiwa itu hingga kini belum terkuak. Masih teka-teki.

Sementara itu, Tachi Ida (49) karib disapa bunda, saudara orangtua korban yang berdomisili di Perumahan Jati Raya Indah Pariaman menuturkan bahwa pernikahan Ezi dan Z sebenarnya sempat ditentang keluarga dulunya. Keluarga memiliki firasat tidak baik pada calon menantunya ketika itu.

"Namun karena Ezi bersikeras kita paralekan (resepsi nikah) pada tahun 2012. Ezi dan Z udah setahun pisah ranjang. Ezi di Kampung dan suaminya itu di Pekanbaru. Ezi semasa hidupnya curhat kepada keluarga dia sering jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya itu," sebut Tachi beberapa hari lalu.


OLP

Artikel Terkait

Share this article :