Peringati Hari Penyu Sedunia, Korps Marinir Lantamal II, Mahasiswa dan LSM Gelar Bebagai Kegiatan di Pariaman




Pada tanggal 23 Maret hari ini diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dunia akan pentingnya menjaga kelestarian hewan penyu yang keberadaannya mulai langka dan berbagai jenis diantaranya sudah mulai punah di belahan dunia manapun.

Bertempat di Pusat Penangkaran Penyu Kota Pariaman, di Desa Ampalu, Sabtu (23/5) Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Budpar dan Bagian Humas, UPT Konservasi Penyu Dinas DKP beserta jajaran Marinir TNI AL dibawah komando Letkol. Wahyu Herawan, 15 orang mahasiswa UKM Politeknik Mapala Unand, Tabuik Diving Club, LSM Komunitas Merah Putih Pariaman (KMPP), Diving Proklamator UBH (18) dan 30 mahasiswa IAIN Padang yang akan membuat film dokumenter tentang konservasi penyu di Pariaman, bersama-sama mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai, penandatangan kesepakatan bersama tekad melestarikan penyu, orasi save penyu dan terakhir melepas tukik (anak penyu) ke laut.

Menurut Letkol Wahyu Herawan, masyarakat perlu diedukasi kesadarannya untuk sama-sama menjaga kelestarian hewan langka tersebut dengan penyuluhan untuk tidak mengkonsumsi telur dan daging penyu, apalagi hingga menjadikannya komoditi perdagangan.

Menurut dia, kampanye dan edukasi haruslah dilakukan dengan cara simpatik, manjaga kebersihan habitatnya, termasuk pula menjaga kelestarian terumbu karang.

"Bersih-bersih pantai dari sampah berserakan adalah kewajiban kita bersama disamping menjaga habitat alami penyu. Masyarakat pesisir jika kita edukasi dengan baik maka akan tertanam dalam dirinya untuk menjaga alamnya yang istimewa dimana dijadikan penyu tempat sandaran perkembangbiakan telur. Jika mereka sadar, alam mereka istimewa, saya yakin tanpa disuruhpun mereka bekerja keras bersama-sama menjaga kelestarian penyu," kata Wahyu.

Sementara itu, menurut Ketua Pembina LSM KMPP Hendri Chaniago, kekayaan alam Pariaman wajib  dijaga bersama-sama. Tutur dia, sangat jarang suatu daerah memiliki beberapa keunikan sekaligus seperti daerah habitat penyu-penyu langka di dunia, hingga terumbu karang dan berbagai biota di dalamnya yang terhampar di lima buah pulau yang menghadap ke Pantai Pariaman.

"LSM kita sejalan dengan misi Pemko Pariaman untuk menjaga kelestarian terumbu karang di pulau-pulau, juga menjaga kelestarian penyu langka yang habitatnya merata di semua pantai yang ada di Kota Pariaman. Kita dari KMPP bersama komunitas-komunitas yang ada akan terus melibatkan diri untuk menjaga kelestarian kekayaan alam Pariaman dengan terjun langsung melakukan eksplorasi, penelitian, mengedukasi masyarakat, dan melakukan langkah-langkah reperentif di bidang konservasi dan lingkungan hidup," pungkas Hendri Chaniago yang juga seorang penyelam ini.



Disamping sejumlah kegiatan di atas, juga diadakan lomba foto underwater terbuka untuk umum yang nanti pemenangnya akan mendapatkan hadiah dan bingkisan menarik dari panitia acara.

OLP