Sosok: Mengenal Lebih Dekat 'Jendral Low Profile' Chairul Akbar, Cagub Sumbar Asal Piaman

Marsekal Muda TNI Chairul Akbar bersama istri



Seiring pertanyaan masyarakat yang penasaran masuk ke redaksi, baik lewat akun twitter kami, SMS, email, bahkan dengan menelpon langsung, tentang sosok Marsekal Muda TNI Chairul Akbar yang konon dikabarkan akan maju pada bursa Sumbar 1 Pilkada 2015 yang tinggal menunggu bulan, melalui wawancara langsung dan bertemu muka di salah satu tempat di DKI Jakarta, kami turunkan berita liputannya untuk pembaca yang budiman semua.

Marsekal Muda (mayor jendral) (Pur) TNI Chairul Akbar dilahirkan di Sungai Geringging 4 April 1955. Beliau adalah putra bungsu dari tokoh masyarakat Piaman almarhum Ali Akbar atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Ali Panjang. Chairul juga memiliki hubungan kekerabatan dengan bupati legendaris Pariaman almarhum Kolonel Anas Malik.

Ketika kami menanyakan keseriusan beliau untuk maju dalam Pilkada Sumbar 2015, Chairul menjawab lugas bahwa dia sangat serius dan tidak main-main. Kata dia, sebagai prajurit TNI setiap keputusan yang dia ambil sudah dipersiapkan dengan matang, dan tidak akan ada kata kalah sebelum bertempur.

Peraih medali combat pertama oleh prajurit asal Indonesia di Amerika ini mengatakan, Sumatera Barat harus dikelola open manajemen dalam menjalankan roda pemerintahannya.

"Membangun Sumbar harus sesuai budaya lokal dengan melibatkan tigo tungku sajarang, yaitu eksekutif, legislatif bersama ninik mamak beserta seluruh komponen masyarakat. Itulah kearifan lokal yang mesti kita terapkan. Open manajemen pemerintahan harus diterapkan karena yang kita kelola adalah uang rakyat," kata Chairul, perwira tinggi TNI AU yang dikenal tegas dan bersih ini.

Chairul menuturkan, awalnya dia tidak kepikiran untuk maju dalam Pilkada Sumbar. Namun karena diminta lalu didorong oleh tokoh di DPP PKDP (persatuan keluarga daerah piaman) serta mengkaji kekuatan PKDP yang memiliki DPD-DPD di setiap daerah di Sumbar, ditambah dukungan dari berbagai ormas beserta tokoh masyarakat yang menyatakan siap mendukung jika dia mencalonkan diri, Chairul merasa tertantang.

"PKDP sudah bulat dukung saya. Sesuai Perpu Pilkada langsung, Gubernur untuk daerah Sumbar wakilnya ada dua, tapi yang dipilih masyarakat hanya Gubernurnya saja. Dengan demikian, dengan kekuatan PKDP di Sumbar yang solid kita bisa raih 40 persen dukungan. Atas kekuatan tersebut orang Pariaman wajib majukan calon Gubernur Sumbar, bukan wakil," lanjutnya.

Mantan Staf Ahli Panglima TNI kawasan Asia Pasifik ini mengatakan, meski hanya Gubernur yang dipilih langsung sedangkan wakil ditentukan oleh Gubernur terpilih, sedari dini Chairul sudah mencari dua bakal calon untuk dijadikan wakilnya, dengan catatan, kata dia, harus orang yang memiliki track record yang bagus.

"Program Sumbar ke depan sudah saya rumuskan bersama sebuah tim yang telah kita bentuk. Untuk calon wakil kita sudah melakukan penjajakan dengan beberapa orang. Wakil saya harus orang yang memiliki jejak rekam bersih dan tidak disorot (berkasus)," jelasnya.

Dengan minimnya PAD (pendapatan asli daerah) dan SDA (sumber daya alam) di Sumbar, menurut Chairul, itu tidak bisa dijadikan alasan penghambat kemajuan Sumatera Barat. Menurutnya negara Singapura yang tidak memiliki SDA apa-apa bisa maju pesat.

"SDA kita punya, namun belum di eksplorasi maksimal. Nah, untuk itu, kita libatkan tigo tungku sajarang agar bersama-sama eksplorasi untuk membangun Sumatera Barat dalam sebuah pemerintahan yang transparan agar bisa dilihat dan diawasi langsung oleh masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat kita," tuturnya.

Disamping itu, kata Chairul yang sekarang didapuk sebagai Wakil Ketua Pembina DPP PKDP ini, setiap calon Gubernur harus siap uji publik agar masyarakat tahu program-program yang akan di usung olehnya.

***

Riwayat Penugasan Marsekal Muda TNI AU Chairul Akbar:

1. Komandan Detasemen Kopasgat Tim-Tim
2. Komandan Batlyon Kopasgat Jakarta-Malang
3. Komandan Pangkalan TNI-AU Pattimura Ambon-Maluku
4. Wakil Panglima Kotama TNI-AU/Wakil Komandan KORP PASKHAS
5. Staf Ahli Panglima TNI Kawasan Asia Pasifik
6. Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ketahanan Nasional
7. Sekretaris Utama BNPT (badan nasional penanggulangan teroris)

Oyong Liza Piliang