Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Selain Zona Inti Konservasi Penyu Pulau Kasiak Juga Kawasan Lumbung Ikan

23 September 2014 | 23.9.14 WIB Last Updated 2014-09-23T12:59:31Z
Kepala DKP Provinsi Sumbar Yosmeri menyampaikan sosialisasi Zonasi dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Hotel Nan Tongga Kota Pariaman yang didampingi Kepala Dinas DKP Kota Pariaman Yanrileza


Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemko Pariaman melakukan  sosialisasi Rencana Zonasi dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Hotel Nan Tongga pada hari Selasa (23/9/2014). Acara tersebut dihadiri oleh Kadis DKP Pemprov Sumbar, Kadis DKP Kota Pariaman, Polres Pariaman, anggota DPRD Kota Pariaman, SKPD terkait serta kelompok masyarakat pesisir (nelayan).

Pada kesempatan tersebut Ir. Yosmeri, Kadis DKP Pemprov Sumbar menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ditujukan untuk menginformasikan kepada para stakeholder di Pariaman tentang program-program pengembangan kawasan perairan di wilayah pesisir salah satunya Kota Pariaman yang dilakukan secara bertahap di setiap kota atau kabupaten di wilayah pesisir.

“Kami berharap bahwa dokumen Rencana Zonasi dan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi Pemko Pariaman dalam mengembangkan wisata bahari ataupun wisata perikanan berbasis konservasi,” kata dia.

Sebut dia, Kota Pariaman memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan wisata bahari. Hal itu dibuktikan dengan berkembangnya konservasi penyu dan BBI Kota Pariaman dengan baik di Pulau Sumatera. Dan dengan direncanakannya zonasi dan pengelolaan kawasan konservasi perairan tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan dan keluarga miskin.

Hal itu dibenarkan oleh Kadis DKP Kota Pariaman Ir.Yanrileza, MM yang menyatakan menjadikan Pulau Kasiak sebagai zona inti kawasan konservasi. Dalam artian, nelayan dilarang menangkap ataupun mengeksploitasi ikan-ikan dan tumbuh-tumbuhan di pulau tersebut.

“Kita jadikan Pulau Kasiak sebagai lumbung ikan dengan melakukan transplantasi karang dan pembuatan Fish Apartment sehingga ikan-ikan di daerah tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Jika ikan-ikan tersebut berkembang dan jumlahnya semakin meningkat, maka ikan-ikan tersebut akan keluar sendiri dari zona inti. Nah, ikan-ikan yang keluar dari zona inti inilah yang boleh ditangkap oleh nelayan,” ungkapnya. Adapun luas zona inti adalah sekitar 2% dari luas pulau tersebut.


Dewi/OLP
×
Berita Terbaru Update