Tokoh Masyarakat : Kami Menunggu Lahirnya Anas Malik Baru Diantara 7 Pasang Calon Walikota Pariaman

                        Almarhum Kolonel Anas Malik (kanan)



Dalam dunia Politik dikenal Istilah Pencitraan. Pencitraan umumnya melalui Propaganda Media serta Tim Profesional terorganisir. Namun demikian, Pencitraan bisa jadi Bumerang jika Subjek yang di Citrakan hanya sekedar Berlakon saja, sedangkan Pribadi Orisinilnya bertolak belakang dengan Peran yang Ia mainkan tersebut.

Hal tersebut sudah banyak Contohnya di Dunia. Di Amerika, Mantan Gubernur Negara Bagian New York  Eliot Spitzer (54), Gubernur New York periode 2006-2007, saat Media mengungkap hubungannya dengan perempuan pekerja seks komersial Washington, memaksa dirinya untuk mengundurkan diri. Sebelumnya Ia di Prediksi sebagai Penantang Berat Barack Obama semasa itu.

Setelah Skandalnya Terkuak, Eliot mengakui Skandal tersebut. Pencitraannya yang di duga berbiaya Mahal sebelumnya, Kandas Menghempas.

“Saya berdosa dan saya mengakui itu, saya mempertanggungjawabkannya, saya mengundurkan diri, dan saya bertanggung-jawab,” kata Spitzer kepada Times saat itu.

Di belahan Dunia lain, Mahatma Ghandi, Presiden India, Era Tahun 1940an, Adalah Pribadi Orisinil yang Namanya Melegenda hingga sekarang ini. Semasa Ia Hidup, Ghandi malah sering dihujat oleh Kaum Hindu yang Mayoritas karena dinilai terlalu memihak kepada Minoritas Muslim.

Prinsip Gandhi, Satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis Demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. Dan Nelson Mandela.

Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

Pemimbin besar biasanya Dikenang setelah ia tiada.

Almarhum Kolonel Anas Malik, semasa memimpin Pariaman medio 1980-1990 dikenal sebagai Sosok Otoriter dan punya disiplin tinggi, namun semua demi kebaikan dan kemajuan Masyarakat Pariaman itu sendiri. Sekarang bisa kita rasakan.

Dizaman Anas Malik lah Pondasi Pembangunan Pariaman dalam artian yang sesungguhnya, baik fisik maupun Sumber Daya Manusia berlaju kencang. Dari segi Pembangunan Fisik, seperti Pembukaan Jalan-Jalan Baru, Merencanakan dan Menyediakan Lahan Untuk Bandara Internasional Minangkabau di Kataping, Pembangunan Perumnas Kampung Baru, Menjadikan Kota Pariaman sebagai Kota Administratif, dan masih banyak lagi.

Sedangkan Pembangunan SDM, beliau pacu dengan mendirikan sarana Pendidikan.

Alm Kol Anas Malik menggagas lahirnya Yayasan YLP 3 ESIDA, sebuah Yayasan untuk melahirkan Sekolah Akademis, diantaranya STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi), lalu AKOP dan APERTA (Akademi Pertanian).

Kemudian Yayasan PEMDA. Yayasan ini melahirkan Sekolah Menegah Jurusan Atas. Diantaranya SPP (Sekolah Pendidikan Pelayaran), SPK (Sekolah Perawat Kesehatan), SMEA PEMDA, SMA Manunggal dan SMPS (Sekolah menengah pekerja sosial, di Lubuk Alung). Semua yang beliau dirikan tersebut masih eksis hingga kini.

Abri masuk desa , dimaksimalkan oleh Bupati Anas Malik dengan konsep optimal dan berkesinambungan, rutin serta terarah demi Kepentingan Masyarakat Pariaman.

Alm Kol Anas Malik satu-2nya mungkin orang di Indonesia yang kenaikan pangkatnya diantar langsung . Beliau dari Letkol ke Kolonel dilantik di Pariaman, langsung oleh Panglima ABRI, Jenderal M.Yusuf.

Setelah tak menjabat lagi, semua materi dan atribut kedinasan beliau tinggalkan. Mobil, Sepeda Ontel dan seluruh isi Perabotan Rumah Dinas. lalu beliau kembali kerumah dinas Tentaranya yang Sederhana di Jakarta.

Sekarang, setelah beliau tiada, Namanya sangat Melegenda. Ia diakui Pemimpin Orisinil terbaik Pariaman Hingga saat ini, sebagaimana sering dikatakan oleh Masyarakat dan Salah Satu Calon Walikota Pariaman. Serta bukti Empiris lainnya.


"Kami menunggu Lahirnya "Anas Malik" Baru. Hanya Beliau Sosok Pemimpin sesungguhnya di Pariaman ini. Semoga ada diantara 7 Pasang Calon sekarang." Kata salah seorang Tokoh Masyarakat Kuraitaji yang di Amini Warga lainnya, Di Sebuah Palanta, 2 hari lalu Kepada Saya, Dedi Afrizal (Dogol), Esril Tobing.

Akan adakah diantara 7 Pasang Calon Walikota Pariaman yang akan berlaga pada 4 September nanti memiliki Integritas, Loyalitas, Dedikasi, Kejujuran, Sebagaimana yang telah dicontohkan Almarhum Kolonel Anas Malik.? Wallahualam..

Catatan Oyong Liza Piliang