Berita Terekomendasi

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH

KALAPAS IIB ASMAN TANJUNG SH MH
Oyong Liza Piliang, Citizen Journalism, Dilindungi UU NO.9 TH 1998 PERPU NO.2 TH 1998 . Diberdayakan oleh Blogger.

Pages Pariaman News

InvestigasiNews! PT. M A Seret DPRD dan Wako Pariaman ke Pengadilan

Written By oyong liza on Jumat, 30 November 2012 | 22.52


Borok Proyek-proyek di Kota Tabuik Mulai Terkuak


“Muak dengan janji-janji manis Walikota Mukhlis Rahman dan Kadinas PU nya, melalui PH Zulbahri, SH Direktur PT. MA daftarkan gugatan per

data ke PN Kelas IB Pariaman. Akibatnya permainan dan kebobrokan proyek-proyek di Kota Tabuik ini mulai terkuak ke publik”

PARIAMAN, Investigasi News—Sebagai bagian dari keluarga Anas Malik mantan Bupati Kab. Padang Pariaman yang legendaris, membuktikan tekadnya selaku professional dibidang jasa kontruksi yang dirugikan akibat gagalnya perencanaan DPU, lemahnya Wako Mukhlis Rahman mengatasi permasalahan proyek di daerahnya berakibat rekanan peserta, maupun pemenang dirugikan karenanya. Bukan hanya sekali namun berkali-kali sudah gagalnya pelaksanaan pekerjaan mengakibatkan dirinya betekad menutut keadilan kehadapan hukum.

Gugatan diantar langsung Zulbahri, SH jelang petang sekitar pukul 16.00 Wib sore dan diterima Panitera Muda (Pamud) Yurlita, SH di ruang kerjanya di PN. Pariaman kelas I B (26/11). Setelah menerangkan sedikit soal materi gugatan pada PANMUD PN. Pariaman ini, PANMUD pun menanyakan beberapa hal dan segera melakukan penghitungan administrasi biaya perkara. Tak lama, diperda Tak lama, diperdapat gugatan didatarkan dengan Nomor Registrasi Perdata No.41/ PDT.G/ 2012 PN. PRM tanggal 26 November 2012.

Advokat vocal di Pariaman ini pada wartawan dalam jumpa persnya mengungkapkan, bahwasanya kleinnya Mulya Bhakti Malik, SE Direktur PT. Mulyatama Asli beralamat kantor Jalan Raya Siteba komplek Kodam Blok I/6A Padang berdasarkan Kuasa yang diberikannya kepadanya Zulbahri, SH dan Adison Dt. Mangkuto Basa, SH berkantor pada kantor Advokat/ Pengacara dan Bantuan Hukum Zulbahri, SH & Associates Jalan Pahlawan No. 32 Pariaman.

Mengajukan gugatan terjadap Walikota Pariaman (Pemerintah RI) sebagai tergugat A, DPRD Kota Pariaman Tergugat B dan Tergugat C diantaranya 1) Ibnu Hajar, SH (38Th). 2) Drs. Mardison Mahyuddin (40Th). 3) Hasbilla, SE (36Th). 4) Priyaldi, S.Sos (37Th). 5) Mulyadi (34Th). 6) Edison TRD, SH (47Th). 7) M. Yasin, S.Stp (35Th). 8) Mulyeti (46Th). 9) Nofrizal, S.Pd (49Th). 10) Yusrizal, SE (4Th).

Kesemuanya, kata Zulbahri merupakan Ketua (Pimpinan DPRD Kota Pariaman) dan anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD yang disebut Tergugat C.1 hingga C.10 atau para Tergugat C. Tergugat lainnya, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan sebagai satuan kerja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Barang/ Jasa Kota Pariaman yang disebut Tergugat D beralamat Jalan Imam Bonjol No. 44 Pariaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pariaman yang beralamat Jalan Syekh Burhanuddin No. 145 Pariaman Tergugat E dan Tergugat F yakni, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pariaman jua belamat di Jalan Syekh Burhanuddin No. 145 Pariaman.
Dijelaskan Zulbahri, ada 30 (tiga puluh) dalil gugatan yang diajukannya pada para Tergugat tersebut di atas diantaranya, kleinya PT. Mulyatama Asli telah mengikuti pelelangan (tender) yang diumumkan pada Layanan Pengaduan Secara Elektronik (LPSE) Prov. Sumbar bersama-sama dengan 36 persahaan lainnya. Adapun pelelangan itu pada paket pekerjaan Pelebaran Jalan dan Pembangunan Trotoar Simpang Santok Kec. Pariaman Timur Kota Pariaman dengan pagu dana Rp.3 Milayar tercantum dalam APBD Kota Pariaman TA 2012.

Dan kleinnya PT. MA oleh Tergugat D sebagai Satuan Kelompok kerja II ULP Kota Pariaman telah menetapkan PT. MA pemenang tender dengan penawaran Rp.2.699.739.000, dengan waktu pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender. Ini dituangkan dalam Penetapan Pemenang No. : / ULP/ Pokja/ 2012 dan Berita Acara Hasil Pelelangan Umum No. : /ULP/ Pokja/2012 tertanggal 22 Mei 2012 disertai lamprannya.
Begitupun dengan diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/ Jasa (SPPBJ) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam hal ini Tergugat F kepada kleinnya selaku pemenang tender dengan surat No.600/011/SPPBJ/PPK-BM/2012 tanggal 1 Juni 2012 yang disertai Surat Penyerahan Lokasi Kerja dalam surat No.600/011/SPLK/PPK-BM/2012 pada tanggal yang sama.

Atas dasar adanya SPPBJ yang diterbitkan Tergugat F (T.F) maka kleinnya pun menyetorkan jaminan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp.134.986.950,- dalam bentuk Bank Garansi No.B.16-KC-III/ADK/06/2012 yang diterbitkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanggal 7 Juni 2012. Karenanya, TF berdasarkan Pasal 65 Perpres RI No.54/2010 menyerahkan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan kepada kleinnya yang dituangkan dalam Surat tersebut di atas No.015/SPP/DPU-PRM-2012 tangal 7 Juni 2012.
Namun sangat disayangkan adanya itikad buruk dari Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Angaran (KPA) yang tidak bersedia menyerahkan turunan/ salinan surat perjanjian pekerjaan itu kepada kleinnya ini, kata Zulbahri Tergugat F (DPU) dikwalifisir sebagai perbuatan melawan hukum (Onrecht Matigedaad) dan atau perbuatan cidera janji (Wanprestasi).
Meski belum mendapatkan uang muka dari pelaksanaan pekerjaan ini, bukti keseriusan perusahaan penggugat (kleinnya), telah menyewa alat berat guna pembersihan lahan dan pembelian material dengan anggaran Rp.240.400.000,-. Dan saat line clearing (pembersihan lahan) ternyata lahan itu belum dibebaskan oleh pihak Pemda Kota Pariaman (T.A, TE dan T.F), ini dapat dikwalifisir sebagai perbuatan melawan hukum dan cidera janji.

Menurut Zulbahri, karena adanya kleim ganti rugi dari masyarakat ini maka kleinnya lalu menyurati PPK (T.F) selaku pejabat pebuat komitmen, surat No.21.06.12/PM-MA/VI-2012 tanggal 21 Juni 2012. menyikapi hal ini maka PA bersama Camat Pariaman Timur dan Kepala Desa Air Santok dan masyarakat pemilik lahan yang terkena proyek pelebaran jalan itu, mengadakan pertemuan hasilnya masyarakat setuju dengan pelaksanaan proyek pelebaran jalandan pembangunan trotoar Simpang Santok, sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Kepala Desa Air Santok dan Tergugat F.

Karena tidak adanya kepastian berapa ganti rugi yang akan dibayarkan dan kaan waktu ganti rugi dimaksuda dibayarkan sehngga pengukuran yang dilakukan oleh Penggugat bersama Pengawas Proyek dari DPU Kota Pariaman tanggal 2 Juli 2012 mendapat perlawanan dari masyarakat dengan cara menghalang-halangi pengukuran itu. Menyikapi hal ini untuk kedua kali kleinnya menyurati (T.F) dengan surat No.13.07.12.1/PM-MA/VII-2012 tanggal 3 Juli 2012.
Sangat disayangkan, tindakan masyarakat yang menuntut ganti rugi tanahnya yang terpakai untuk proyek ini disikapi dengan tidak bijak oleh T.E (DPU) dengan surat No.600/1017/DPU/VII/2012 tanggal 2 Juli 2012, tindakan ini sangat bertentangan dengan fakta hukum dan melukai perasaan keadilan masyarakat.

Karenanya, untuk ketiga kalinya Penggugat menyurati (T.E) surat No.05.08.12.1/PM-MA/VIII-2012 tanggal 5 Agustus 2012 guna meminta pertanggungjawaban dan solusi penyelesaian masalah dimaksud kepada (T.A) dan (T.E) tapi disayangkan bukan tindakan solutif diberikan (T.A) dan (T.E) justru dengan begitu saja (seenak perutnya) sepihak (T.F) telah membatalkan perusahaan Penggugat sebagai pelaksana pekerjaan tersebut.

Alasan, tenggang waktu tersisa hanya 2 bulan lagi, melalui surat No. 600 /1188 /DPU /IX/2012 tanggal 20 September 2012, perbuatan (T.F) ini, ungkap Zulbahri bertentangan dengan Perpres 54/2010 dikarenakan tertundanya pekerjaan, bukanlah dikarenakan kekeliruan atau kelalaian perusahaan kleinnya, melainkan karena tindakan tidak professional para Tergugat yang tidak proporsional menyikapi aspirasi masyarakat. Alhasil secara yuridis tindakan T.F (DPU Kota Pariaman) dikwalifisir sebagai perbuatan melawan hukum (Onrecht Matigedaad) atau cidera janji (Wanprestasi) terhadap perusahaan Penggugat.

Padahal seharusnya sebelum mengajukan pembatalan secara sepihak, T.F harus mengacu pada Pasal 11 ayat (2) huruf a angka 1 dan 2 Perpres 54/2010 tentang pengadaan Barang dan Jasa pemerintah yakni; selain tugas pokok dan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam hal diperlukan PPK (T.F) dapat a. mengusulkan kepada Pengguna Anggaran (PA) untuk 1. Perubahan paket pekerjaan dan atau 2. Perubahan jadwal kegiatan pengadaan. Dan itu sama sekali tidak pernah dilakukan oleh para pejabat yang terlibat dalam penetapan dan pelaksanaan proyek tersebut.

Jika mengacu pada Pasal 93 ayat (1) huruf a s/d huruf d Perpres 54/2010, ternyata pemutusan sepihak yang dilakukan oleh para Tergugat (T.A, T.E dan T.F) baik secara bersama-sama mauun secara sendiri-sendiri ternyata tidak memenuhi ketentuan pasal tersebut. Sehingga dapat dikwalifisir tindkaan itu sebagai perbuatan melawan hukum (Onrecht Matigedaad).

Tindakan konyol (Para Tergugat A, B, C, D, E dan F) yang begitu saja menarik dana pelaksanaan proyek dan selanjutnya mengalihkan kedalam bentuk paket-paket proyek melalui APBD Perobahan Kota Pariaman TA 2012 dimana paket-paket proyek dimaksud tidak dilaksanakan oleh perusahaan kleinnya tapi justru dilaksanakan oleh perusahaan lainnya, kata Zulbahri.

Dan mengacu pada Pasal 11 Perpres 54/2010 seharusnya pelaksanaan paket-paket proyek tersebut dilaksanakan oleh perusahaan kleinnya. Sehingga tindakan para Tegugat (A, B, C, D, E serta Tergugat F) dapat dikwalifisir sebagai perbuatan melawan hukum (onrecht Matigedaad) dan sekaligus perbuatan cidera janji (Wanprestasi), jelasnya.

Ditegaskan Zulbahri, tidak terlaksananya pekerjaan dimaksud sesuai time schedule bukan dikarenakan kekeliruan atau kelalaian perusahaan kleinnya, namun dikarenakan kekonyolan T.A (Walikota Pariaman), T.B (DPRD Kota Pariaman) dan para Tergugat C (Pimpinan dan Anggta Banggar DPRD Kota Pariaman) dalam menyusun dan menetapkan paket pekerjaan itu dalam APBD Kota Pariaman tahun 2012. karena kenyataannya lahan disepanjang proyek pelebaran jalan tersebut belum dibebaskan (ganti rugi) oleh Pemko Pariaman.

Karenanya, sesuai ketentuan hukum yang berlaku seharusnya T.A, T.B dan para T.C tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk melaksanakan paket pekerjaan itu dalam APBD Kota Pariaman tahun 2012 karena selain bertentangan dengan tertib anggaran akan menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan dan berpotensi merugikan keuangan Negara, akibat gagal atau dibatalkannya pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Itupun jelas Zulbahri sangat merugikan kleinnya baik materil maupun moril/inmaterial akibat tindakan pengecut T.A, T.E dan Tergugat F yang tidak professional dan proporsional sesuai pribahasa, “lempar batu, sembunyi tangan.” Karenanya untuk kerugian material pihaknya (Penggugat) menuntut ganti rugi Rp.516. 882.041,-

Sedangkan kerugian Moril/Inmaterial kleinnya menurut Zulbahri, SH sangat tidak terperkirakan nilainya. Namun mengingat status sosial dan strata perusahaan Penggugat yang berskala nasional (greade 5), dengan penawaran yang bersifat on line sehingga dapat diakses dan diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan tindakan pembatalan itu dapat merusak citra dan mana baik perusahaan kleinnya.
Karenanya sangat adil dan pantas serta patut menurut hukum pengadilan menetapkan kerugian moril/inmaterial perusahaan Penggugat sebesar Rp.115 Milyar. Maka jika diakumulasikan kerugian materil dan moril yang harus dibayarkan oleh Tergugat secara tanggung renteng kepada perusahaan Penggugat adalah berjumlah Rp.516.882.041,- + Rp.115. 000.000. 000,- = Rp.115.516.882.041,-.

(FERRY NUGRAH SH)

Bagindo Jamohor " Saya Sudah Mengukur Diri "


Dipalanta samping Bpd tadi pagi Bagindo Jamohor berujar, " Hari Ini pukul 2 siang sehabis solat Jum,at saya akan mendaftarkan diri sekaligus mengisinya dan mengembalikan Formulir di Partai Golkar. karena saya orang sapangka makanya saya mendaftar dipenghujung hari." ujar Jamohor, disambut tawa seisi Palanta.

Jamohor adalah Kader senior dipartai beringin tersebut, dulu diera sebelum reformasi ia pernah menjadi anggota DPRD Pariaman selama 3 periode. hal tersebut disambut gembira oleh palantaiser, ia disemangati oleh teman sejawat dan kolega yang rutin sarapan pagi dipalanta Politik tersebut.

Bagindo Jamohor, berbarengan mendaftar dengan Ruslan A Gani, hanya jeda beberapa menit.dalam kesederhanaan,tanpa diiringi oleh banyak pendukung Jamohor berujar," saya ingin tampil apa adanya." lanjut Ketua KADIN Kota Dan Kab Pd Pariaman ini," saya mendaftar sebagai balon Wawako, saya mengukur diri dan rasional. saya telah menyewa konsultan Independen untuk mensurvey elektabilitas, hasilnya 17%, makanya saya hanya mendaftarkan diri sebagai Wawako. seandainya hasil survey diatas 20% saya siap maju sebagai Walikota."ujar Jamohor merendah.

" Visi dan misi saya sederhana, jika saya dapat amanah memimpin, ekonomi mikro musti jadi perhatian serius, digenjot dengan program yang mengena dan langsung kepada masyarakat kecil. ekonomi Sektoril masyarakat Pariaman musti dioptimalkan dengan program langsung ketangan masyarakat tanpa birokrasi yang bertele-tele." ujar Jamohor serius.

"berpolitik mustilah rendah hati, saya kader Golkar musti loyal kepada Partai, siapapun yang akan diusung Parpol pada akhirnya musti kita dukung bersama-sama, baik saya maupun kader lainnya.maka dari itu saya tak mendaftar ke Partai lain. desas-desus bahwa saya banyak dipinang Parpol lain biarkan saja .. dihati saya hanya ada Golkar." ujar Jamohor sambil melirik Mardison Mahyudin Ketua DPD Golkar Kota Pariaman.


Mardison mengangguk-angguk bangga mendengar pernyataan Bagindo Jamohor.

"Jamohor memang sangat dikenal aktif dalam berorganisasi, dalam usia yang relatif muda dulu ,sudah mancaragam OKP dan Ormas yang ia Pimpin.hal tersebut sudah menjadi modal untuknya dalam memanajemen Pemerintahan jika ia terpilih nantinya." kata Hermanto setengah berbisik dibelakang saya..

catatan Oyong Liza Piliang

Ruslan A Gani Gabungkan 7 Kecamatan Di Kabupaten Ke Kota Pariaman


Selesai solat Jumat, Hp berdering, seorang senior Jurnalis ,sekaligus tokoh Pariaman, Ruslan A Gani, "Yong, Uda mendaftar kini ke Golkar dan PAN, hadir yo.." suaranya diseberang sana. Kompresor Ac Mobil kebetulan baru selesai diganti (tukar tambah) dan kelar dibengkel langganan. saya langsung menuju Kantor DPD Golkar sembari menghubungi Ferry Nugrah dan Hermanto sahabat dekat sehilir semudik.

Diteras Kantor DPD Golkar Saya berbincang-bincang dengan uda Elvis Betrizon, Jurnalis cilik semasa kepemimpinan alm Kol Anas Malik " Anas Malik, hingga kini belum tergantikan, saya acap mengiringi beliau bertugas, dan banyak foto dokumentasinya. nanti uda kasihkan ke  Oyong." ujar Elvis,Foto-foto yang saya share di web ini semuanya dari beliau.



Ruslan A Gani bersama rombongan telah datang, ia langsung menuju meja pengambilan formulir, ia disambut langsung oleh Mardison Mahyudin beserta Panitia dan Kader Golkar yang hari ini sangat ramai,ihwal "Ramai" itu baru saya tau kala senja setelah usai Rapat Pleno diperluas. "hari ini pendaftaran ditutup dan akan dibuka kembali mengingat dan menimbang masih banyak bakal calon yang ingin mendaftar baik tokoh masyarakat Ranah dan Rantau maka Partai Golkar sepakat membuka pendaftaran tahap dua mulai tanggal 3 sampai 23 desember 2012." ujar Mardison sekira pukul 19.00Wib seusai Rapat Pleno diperluas. itulah penyebab menguningnya kantor tersebut.

Kembali kepada Ruslan A Gani, pukul 14.00 wib, Ruslan langsung mengisi formulir dan persyaratan wajib lainnya, ia mengisi langsung didepan Panitia dan menyerahkan setelah kelar,Praktis dan tak memakan waktu lama.

Dalam Jumpa Pers Privat bersama saya (terpisah dengan Jurnalis lain), Ruslan A Gani menyampaikan, " Keinginan saya untuk maju memimpin Pariaman semata-mata demi sebuah pengabdian.ingin berbakti penuh. saya ingin dikenang kelak setelah wafat sebagaimana Anas Malik sekarang.. tidak main-main.. saya ingin mengabdi penuh untuk Kota Pariaman, dalam sisa hidup ini saya musti bernilai dan berguna buat Peradaban kedepan." ujar Ruslan.

"Kita bisa mulai menyatukan daerah kabupaten diPariaman Utara yang punya 7 kecamatan yang  sekarang terisolir karena jauhnya IKK (Ibu Kota Kabupaten), saya ingin rangkul. hendaknya nanti bisa dibagi perkawasan, misal kota ini jadi pusat pemerintahan, sedangkan kawasan Utara jadi pusat Pendidikan dan industri." ujar Mantan Wartawan RCTI selama 11 tahun ini.

"saya sangat anti KKN, Muak..! semua musti dibabat dengan tangan besi. kapan akan maju sebuah peradaban bila Pemerintahannya digerogoti KKN ? KKN adalah perilaku yang membudaya, perusak peradaban paling potensial, dan musti dibabat." ujar Ruslan dengan mantap.

perihal visi dan misi Ruslan akan menjabarkannya secara terperinci setelah ditetapkan sebagai calon oleh Parpol, janjinya,.


Hari ini Ruslan juga mendaftar ke sekretariat PAN, ia disambut oleh Panitia yang diketuai oleh Meyen Piliang. "ini harus saya lakukan, selain mendaftar di Golkar dan PAN, Sudah ada Parpol yang punya satu kursi dilegislatif mendukung saya." ujar Ruslan.

Ruslan A Gani , tokoh Pers Nasional, juga Sekjend PKDP Sedunia kelihatannya Tidak Main-main Menuju Pariaman 1..!

catatan Oyong Liza Piliang

 

Ahmad Yani Rangkul Semua Elemen Untuk Memajukan Kota Pariaman

Written By oyong liza on Kamis, 29 November 2012 | 16.45


Hari ini Kamis 29/11/2012 Pukul 11.00 wib, bertempat Dikantor DPD Golkar Pariaman dijalan Jl Jend Sudirman, Ahmad Yani,SE,MM (41th) tokoh Intelektual Muda Pariaman yang beberapa waktu lalu mendaftar Jadi Bakal Calon (Balon) Wako-Wawako Pariaman periode 2013-2018 resmi menyerahkan formulir Kepada Panitia Pendaftaran Partai Golkar. Yani bersama lebih kurang seratusan Pendukung dari berbagai elemen Masyarakat diterima oleh Lukman dan Win beserta jajaran Pengurus Golkar Kota Pariaman. Yani adalah Kader Internal Golkar DPD 1 Sumbar aktif yang menjabat Wakil Ketua. 

"Ketua Mardison sedang Kunker yong" Ujar Incim. ketika saya tanyakan  kemana gerangan Ketua DPD Golkar Mardison Mahyudin kepada Incim (panggilan akrab saya kepada seorang pengurus wanita Golkar.)


Ahmad Yani diantara pendukungnya kelihatan tenang mengembalikan Formulir. saya melihat Bang Sol diantara Rombongan Yani cs. Bang Sol yang juga seorang Aktifis Senior kelihatan Khusuk memperhatikan Yani mengembalikan Berkas. " Yani adalah Intelektual Muda, ia sangat Pantas untuk memimpin Kota Pariaman ini kedepan. meskipun usia Yani muda namun Kaya akan pengalaman." ujar Bang Sol.



Ahmad Yani adalah pendiri Yayasan Pendidikan Anak Bangsa yang mengelola beberapa Akademi Pendidikan.Ia juga Pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Pariaman diusia yang sangat muda,"Itu dulu, betul , saya adalah anggota Legislatif termuda di Indonesia dari partai Golkar. pengalaman menempa kita untuk berbuat Amanah, Kalau tidak karena Aspirasi Masyarakat yang gigih meminta saya maju, tentu saya tak akan mendaftar." ujarnya diruangan Kantor Pribadinya didepan Terminal Jati.

" Jika masyarakat menginginkan saya maju, saya musti turuti. karena ini adalah sebuah amanah. saya ingin merubah Kota ini menjadi lebih baik dan Sejahtera, tidak muluk-muluk, saya sudah punya program untuk itu. semua akan saya uraikan setelah penetapan saya jadi Calon," ujar Yani dengan tenang.

" Partai Golkar punya mekanisme tersendiri dalam penjaringan. Orang DPP yang turun kebawah mensurvey. saya serahkan semuanya kepada mekanisme yang ada, karena suara Golkar adalah suara rakyat." Ujar Yani diruangannya setelah kelar dari pengembalian Formulir pendaftaran.

Yani berharap dukungan dari semua elemen, " tidak akan ada seorang pemimpin yang berhasil tanpa bantuan masyarakat. membangun Pariaman mustilah bersama-sama. semua Stake Holder musti dirangkul untuk kemajuan kita bersama.." tutup Yani.

Catatan Oyong Liza Piliang

Seriusnya IJP Dan Padamnya Pamor Mukhlis Rahman

Written By oyong liza on Rabu, 28 November 2012 | 13.51



Senin 26/11/2012 sekira pukul 13.00 wib Blackberry saya berdenting. sebuah pesan dari Indra J Piliang (IJP)

" dima angku ? ambo dikantua DPD Golkar kini mangambalian Formulir Pendaftaran"

Saya jawab dimana Posisi saya waktu itu yang tak mungkin bisa datang ke kantor Golkar di Jl Jenderal Sudirman . pesan dari IJP tersebut adalah bukti keseriusannya maju dari penjaringan Golkar untuk Merebut kursi Pariaman 1.

Hal tersebut sekaligus menjawab pertanyaan tokoh masyarakat yang meragukannya . IJP dinilai hanya melakukan blunder Politik untuk mengkatrol popularitas jelang Pemilu 2014 menuju senayan seakan sirna dari opini masyarakat. belum lagi sejumlah Baliho ditempat-tempat strategis.

Banyak yang menggadang-gadang bahwa IJP lawan berat dalam Pilwako nanti. namanya seketika disejajarkan dengan Helmi Darlis yang menurut beberapa tokoh masyarakat punya kans sangat tinggi untuk menang. Namun dunia Politik, apapun bisa terjadi bersebab nama-nama semacam Efendi Jamal, Mardison, Yulius Danil, A Yani dianggap kuda hitam, belum lagi nama-nama lain yang belum di survey karena belum bersosialisasi intens semacam M Sa'ban.

Merosotnya Popularitas Mukhlis Rahman pasca ditetapkannya sebagai tersangka oleh Kejati Sumbar dalam kasus Markup tanah yang hingga kini belum disidangkan membuat masyarakat menilai kinerja lembaga penegak Hukum tersebut lamban .dan membuat nama Mukhlis R makin hancur. "kepercayaan Publik merosot tajam karena kasus Hukumnya sehingga lebih baik ia tidak usah Maju" prediksi  Bagindo Jamohor, tokoh masyarakat. "belum lagi Primananda juga maju, sebagian gerbong Mukhlis telah terbagi sebab Prim masih punya hubungan Family dengan Mukhlis." Ujar Jamohor.

Bagi saya pribadi siapapun berhak maju asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku dialam demokrasi ini, namun hitung pulalah kekuatan anda. dengar aspirasi masyarakat, jangan penjilat. dan yang terpenting tanyalah diri sendiri, apa motivasi ingin menjadi Wako atau Wawako.

"Pemimpin era sekarang musti direstui alam" ujar Komarudin Watubun,Penandatangan Gerakan Pertaubatan Nasional bersama Jokowi yang lagi giat-giatnya digelindingkan Iwan Piliang diseluruh Nusantara."Untuk memilih pemimpin yang direstui alam, pemilihnya dulu yang musti kita gugah, sebab pemimpin yang dipilih adalah cerminan pemilihnya." kata Iwan Piliang.

sebagai bagian dari warga Pariaman saya selalu mengatakan, Jangan Pilih Pemimpin bermental KKN, Karena KKN adalah Kanker ganas dalam tubuh pemerintahan yang dapat melumpuhkan setiap sendi, menghancurkan bahkan membinasakan sebuah peradaban. Jika kita ingin Pariaman ini jadi kota yang maju, mulailah dari diri kita sendiri dulu, kenapa ? karena oleh suara kitalah mereka duduk dikursinya sekarang.

catatan Oyong Liza Piliang


Jual-Beli Akun Facebook Bajakan Bagi Pedagang Online

13540744821588214734


(PERLU DIWASPADAI TERUTAMA BAGI PEMILIK OLSHOP) 

Anda punya akun facebook yang aktif digunakan hampir setiap hari? Akun facebook anda sudah berusia lebih dari 2 tahun? Anda punya banyak pertemanan di facebook? Anda sering mengunggah produk dagangan anda ke facebook dan menjadikan facebook sebagai sarana berjualan secara onlen? Kalau setidaknya 3 dari 4 jawaban atas pertanyaan itu jawabnya “YA”, maka anda perlu waspada,karena kemungkinan besar akun facebook anda sedang jadi incaran hacker.

Adalah teman saya – sebut saja namanya Santi – pemilik sebuah rumah sulam yang memproduksi beragam asesories dan produk fashion berbahan sulam dan bordir, beberapa bulan lalu dibajak akunnya. Beruntung dia memiliki 2 akun yang berbeda : 1 akun pribadi dengan namanya sendiri, 1 akun yang baru dibuat sekitar setahun terakhir, dengan nama rumah sulamnya. Akun baru ini dioperasikan oleh pegawainya, khusus untuk memasarkan produk rumah sulamnya. Untuk pertemanan, Santi meng-add semua temannya di akun FB pribadinya. Memang dulu sebelum rumah sulamnya sebesar sekarang dan masih industri rumahan sambil lalu, Santi memasarkan produknya lewat akun FB pribadi. Karena banyak peminat dan produknya makin beragam, barulah Santi membuat akun khusus untuk  memasarkan produknya. Tak heran kalau jumlah pertemanan akun baru ini cukup banyak meski baru berumur setahunan.

Beberapa bulan lalu Santi mengirim inbox melalui akun FB pribadinya, kepada teman-teman FB yang juga memiliki pertemanan denganakun FB rumah sulamnya. Ia meminta dukungan untuk memblokir akun FB atas nama toko elektronik tertentu di Batam yang tak lain adalah yang kini mengoperasikan eks akun FB atas nama rumah sulamnya. Jadi pemilik baru cukup mengubah tampilan cover dan profil picture timeline FB-nya, lalu memanfaatkan jaringan pertemanan yang sudah ada ia tinggal men-tag semua produk elektronik jualannya. Pantas saja sejak beberapa waktu sebelumnya tiba-tiba saja saya sering mendapat tag barang-barang elektronik dari sebuah toko yang saya tak pernah merasa memiliki pertemanan dengannya.

Kejadian serupa terulang pada teman FB saya yang lainnya. Senin pagi, saat membuka beranda FB, mata saya tertuju pada update status salah seorang teman. Ia menulis kemarin iseng-iseng bersama keluarganya mendatangi suatu tempat yang menjual berbagai gadget type baru yang dikiranya buatan China ternyata original buatan negara produsennya, barang masih bersegel tetapi harganya luar biasa murah. Ia menyebut penjualnya adalah “petinggi” di Bea Cukai. Tak lupa ia menambahkan kalau ada yang berminat, ia bersedia memberikan nomor HP-nya agar peminat bisa menghubungi langsung.
Saya merasa aneh dengan status itu, sebab Mbak Esty – sebut saja begitu – yang saya kenal adalah seorang yang sangat kalem dan low profile, sangat tidak gadget minded dan kalaupun ia memborong beberapa gadget sekaligus (seperti disebut dalam status itu) tak mungkin memamerkan di FB. Apalagi barang itu “meragukan” kehalalannya. Mbak Esty yang saya kenalsangat wara’ alias berhati-hati untuk barang syubhat semacam itu.

Saya pun tergerak untuk mengingatkannya, apakah tak mungkin itu barang-barang bajakan atau selundupan atau barang sitaan / barang bukti yang kemudian diperjualbelikan. Berkali-kali saya coba posting komentar, tapi tak bisa. Akhirnya saya abaikan saja sambil masih penasaran dengan ulah Mbak Esty yang aneh.

Tak lama kemudian, Mbak Esty menginbox saya. Karena saat itu sedang onlen, saya pun meladeni chatingnya. Tanpa pendahuluan salam seperti biasanya, Mbak Esty langsung menanyakan apakah saya sudah meng-upgrade FB saya. Katanya semalam ada pengumuman melalui sebuah TV swasta, kalau FB tak di-upgrade akan ditutup oleh pihak Facebook. “Kan sayang sudah punya teman banyak trus ditutup FBnya. Disini upgradenya” tulisnya sambil menyertakan link. Saya jawab kalau saya belum pernah mendengar pengumuman FB itu. Tapi saya akan pelajari dulu link yang dia berikan. Mbak Esty tak menjawab lagi.

Ketika link saya click, ternyata masuk ke aplikasi facebook. Anehnya, posisinya justru seperti ketika kita belum masuk ke akun FB, jadi diminta mengisi alamat email dan password. Saya pun mengisikan alamat email dan password FB. Begitu saya click tombol “sign in”, langsung menuju ke sebuah laman error. Saya copy notifikasi error dari laman tersebut, lalu saya paste ke kolom inbox chating dengan Mbak Esty. Saya tanyakan kenapa yang muncul seperti itu. Tapi Mbak Esty tak pernah lagi menjawab.
Esok paginya sebelum Subuh, ada inbox FB dari pemilik akun yang tidak saya kenal. Orang itu memperkenalkan diri bahwa ia diminta Mbak Esty untuk menghubungi saya dan memberitahukan bahwa akun FBnya di-hack. Ingatan saya langsung kembali ke kejadian Senin pagi. Seketika saya sadar bahwa link itu sebenarnya sebuah pancingan agar saya memasukkan alamat email dan password FB saya, dan…, terekamlah 2 data itu untuk dipakai meng-hack FB saya.

Sadar hal itu, segera setelah Subuh saya membuka FB dan lega mendapati akun saya masih normal. Langsung saya ganti password yang sama sekali baru. Setelah ganti password, saya coba buka akun Mbak Esty yang sudah di-hack. Ternyata penuh dengan posting foto-foto aneka gadget dan kamera digital lengkap dengan spesifikasi dan harganya. Rasanya janggal kalau cuma seorang pembeli mengunggah foto sebanyak itu jenis dan merk-nya. Pastilah maksudnya berjualan, apalagi tercantum harga barangnya.

Mbak Esty memang seorang pengusaha muda, pemilik wedding organizer khusus Muslim yang terlengkap dan paling besar di Surabaya. Jadi tak heran kalau teman FBnya banyak. Foto-foto yang sering diunggahnya tentu saja foto model riasan pengantin hasil karyanya, desain busana pengantin muslimah dan aneka dekorasi dan pernak pernik perlengkapan pengantin yang ditawarkan oleh WO miliknya. Jadi cukup beralasan kalau hacker mengincar akun FBnya. Banyak teman dan sering dipakai mempromosikan usaha pribadi, membuat akun itu menarik bagi pedagang onlen yang ingin menempuh jalan pintas tanpa susah payah.

Ternyata, menurut Santi, kini akun FB dapat diperjualbelikan. Banyaknya pedagang onlen yang memanfaatkan FB sebagai media promosi dan jualan, membuat pedagang lain yang curang, tak mau bersusah payah membuat jaringan pertemanan, maunya instant, tergiur melirik akun FB yang sudah “jadi”. Apalagi jika alamat emailyang dipakai untuk membuat akun FB sudah tidak pernah lagi dibuka dan tidak aktif selama lebih dari 3 bulan, biasanya akun email tersebut dinon-aktifkan oleh penyedia layanan email. Nah, FB yang emailnya sudah tak aktif ini makin mudah untuk dibajak. Santi menyarankan untuk memasukkan juga nomor HP sebagai verifikasi pengaman. Tapi jangan tampilkan alamat email dan nomor HP yang kita pakai untuk membuat akun FB.

Terkadang kita menganggap tidak penting 2 pertanyaan verifikasi saat membuat password. Ternyata, para hacker sudah punya daftar pertanyaan dan jawaban yang tak jauh-jauh dari seputar diri pemilik akun sehingga mudah ditebak. Karena itu Santi menyarankan agar membuat jawaban yang sama sekali “gak nyambung”. Katanya, temannya sampai punya daftar modelpassword orang Indonesia. Bermodal otulah para hacker membajak akun FB yang diincarnya.

Nah, bagi anda yang terbiasa menawarkan barang dagangan lewat FB dan sudah puny abanyak teman di FB, gantilah password anda sesering mungkin. Buatlah pasword kombinasi dari huruf, angka dan simbol sehingga susah ditebak. Periksa kembali email yang dulu dipakai membuka akun FB. Jangan sekali-kali percaya pada kiriman inbox yang seolah berisi pemberitahuan agar melakukan update, verifikasi dan sejenisnya. Sebab pengelola FB tak pernah memberikan pemberitahuan lewat inbox diFB, tetapi melalui email yang dipakai untuk membuat akun FB tersebut. Segera waspadai kalau tiba-tiba teman FB anda memposting sesuatu yang tak biasa, lalu ia menghubungi anda. Bisa jadi yang berkomunikasi dengan anda itu justru hacker-nya.

Akan lebih baik lagi kalau akun FB yang dipakai untuk berjaulan terpisah dengan akun FB pribadi. Seperti yang terjadi pada Santi, ia bisa memberitahukan teman-temannya bahkan bisa menggalang dukungan untuk melaporkan dan memblokir akun bajakan itu. Apalagi kalau teman di akun pribadi mutual dengan teman di akun yang khusus untuk jualan, akan lebih mudah mengidentifikasi. Semoga bermanfaat dan bisa melindungi dari upaya pembajakan.

catatan Ira Oemar Freedom Writers Kompasianer

Ketika Piaman Tak Laweh Lagi


Menggali sejarah Piaman untuk dipublikasikan kepada generasi yang akan datang wajib hukumnya bagi saya. Kenapa ada Pameo Piaman Laweh terjawab sudah barusan di Palanta Anih samping BPD.saya yang dibesarkan di Rantau memang cupu dalam hal ini. bertanya adalah kata yang tepat untuk memperoleh Informasi,dan Informasi yang mengacu kepada fakta dan kebenaran sangat penting di Publikasikan . Kecamatan Lubuk Begalung, Koto Tangah,dan Pauh dibawah pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman sebelumnya.

"Semen Padang, Bandara Udara Tabiang dan Teluk Bayur masuk wilayah pemerintahan Kab Padang Pariaman." Ujar A Latih tokoh masyarakat Pariaman." Piaman dimasa kepemimpinan Bupati M Zen (sebelum Anas Malik) sangat disayangkan melepas sebagian dari wilayah kita , dan Anas Malik telah berupaya mencoba mengembalikannya diawal Kepemimpinannya, Anas Malik mengamuk ketika diawal ia memerintah PP nya sudah turun, dan celakanya Anas Malik Pula yang Menandatangani. apa daya nasi sudah jadi bubur. terlontarlah kalimat dari Anas Malik 'Mulai sekarang Harus orang Piaman yang memimpin daerah ini'." kata A Latif.

Latif Menukuk " bukan bermaksud Rasis, M Zen dalah orang Pasaman. dulu Pajak dan Setoran masuk ke Kas Kab Pd Pariaman semacam Bandara Tabiang, Pelabuhan teluk Bayur, Semen Padang dan banyak lagi" tukuk Latif.

"Pariaman dulunya meliputi Kepulauan Mentawai, sebagian Wilayah Kota Padang dan berbatasan langsung dengan Kab Solok serta Pesisir Selatan. Wilayah Indaruang, Bunguih, Tabiang hingga Hotel Basko sekarang adalah Wilayah Kab Pd Pariaman, batasnya jembatan disamping Hotel tersebut." ujar Latif.

"Anas Malik dulu mengamuk diawal kepemimpinannya,' Kalian Jua Kampuang den' ujarnya dimasa itu. sudah berbagai upaya dilakukan Anas Malik untuk merebut kembali, namun karena kalah dalam berbagai aturan baku terpaksa ia tandatangani. itu terjadi diawal Kepemimpinannya." ujar Latif.

Seandainya wilayah tersebut masih milik kita sekarang ini dimasa Otonomi daerah tentu sangat menguntungkan sekali. Semen Padang tentu serapan PAD nya untuk Pemkab Pd Pariaman, belum lagi pelabuhan Teluk Bayur dan Bunguih tempat bongkar muat hasil tangkapan Ikan terbesar di Sumbar.

Acap kita dengar Bandara BIM sekarang ini disalah persepsikan terletak diwilayah Kota Padang, ini musti diluruskan." Setiap Pesawat Landing di BIM , Pilot berujar pada penumpang bahwa kita telah sampai dibandara BIM Padang. ini kekeliruan terbesar ! BIM Terletak di Kab Pd Pariaman bukan kota Padang." ujar Latif yang disepakati tokoh masyarakat lainnya semacam Sudirman Palo dan Artagnan. BIM terletak di Kanagarian Katapiang Kab Padang Pariaman.pasti.

Apapaun keadaannya sekarang ini memang tidak perlu kita sesali, namun sejarah mustilah diakui dan punya Arsip yang jelas. orang acap mendengar Piaman Laweh namun tak tau selaweh apa kabupatennya. "Pariaman dizaman belanda bernama Kabupaten Samudera, wilayahnya sangat luas, kota Padang itu dulu sangat kecil sekali sebab bagian Kota Padang sekarang sebagian besar adalah Piaman, Tiku juga demikian. Kabupaten Samudera adalah cikal bakal Kab Padang Pariaman ." ujar Artagnan, mantan PNS yang juga sejarawan.

Kini Pariaman sudah terpecah-pecah secara Administrasi. Kota Pariaman telah ber Otonom dengan 4 Kecamatan begitu pula Kepulauan Mentawai. Wilayah Pariaman Utara saya dengar juga ingin Ber Otonomi sendiri menjadi Kabupaten baru. wilayah tersebut meliputi S.Limau,S.Geringging,Aur Malintang,KP.Dalam,Gasan dll. hal tersebut dikarenakan terlalu sulit dan jauhnya Kantor Bupati yang terletak di Rimbo Baliak Parit Malintang dari daerah mereka.Jika Hal itu terealisasi, julukan Piaman laweh tinggal pameo dan dendang Rabab jua pada Akhirnya, namun Jika Pemekaran adalah Jalan terbaik dikarenakan berbagai alasan dan atas aspirasi Masyarakat , didukung pula oleh tokoh perantauan sangat sah-sah saja, namun meskipun terpisah pada akhirnya secara administrasi,semuanya akan tetap terpaut dalam satu budaya, yaitu Budaya Piaman..

Catatan Oyong Liza Piliang

Jurnalis Dan Pemilu

Written By oyong liza on Senin, 26 November 2012 | 17.24



Badan Penawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) telah merampungkan modul pelatihan untuk pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) bagi Jurnalis dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Untuk mengimplementasikan modul itu telah dijajal pelatihan di tiga kota; Bogor, Balikpapan dan Yogyakarta. Di kota gudeg itu berlangsung pada 23-25 November 2012 lalu. Dan sesuai rencana nanti pada 1-3 Desember 2012 di Medan, Sumatera Utara.

Sebagai wakil dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), ikut memberi kontribusi bagi buku panduan telah dibuat, saya kebetulan diminta Bawaslu menjadi salah satu nara sumber pelatihan. Bagi saya hal ini sebuah kehormatan. Baru kini citizen journalist dilibatkan dalam kegiatan semacam ini.
Sebelum pelatihan ke-4 kota itu, di benak saya sudah terformat ihwal Jogja. Di Yogyakarta ada sejarah tua penerbitan pers, kota pelajar, dominan budayawan berdialektika di lesehan-lesehan warung tepi jalan. Dugaan saya suasana akan dinamis, lebih berwarna diskusi, lebih hidup.
Dugaan saya meleset.

Di dialog informal di sela waktu pelatihan, saya menangkap keluhan mendalam beberapa kawan jurnalis. Pertama, soal undang-undang mereka pertanyakan. Apa payung hukum pengawasan Pemilu partisipatif bagi masyarakat. Jika tak ada payung hukum di lapangan nanti akan dipertanyakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kedua soal kenyataan hidup jurnalis, apakah dengan mereka aktif mensosialisasikan agar warga proaktif mengawasi pelaksanaan Pemilu gaji atau honor mereka akan bertambah? Toh pemilik media tak mau tahu. Dan ketiga, dominan media di mana mereka bekerja sudah berpihak ke dalam partai politik tertentu dan atau kepada calon tertentu?

Tentunya keberpihakan ke partai tertentu dialami oleh semua media di Indonesia, termasuk menjagokan sosok tertentu. Hal ini merata adanya kini. Namun mengangetkan saya, pertanyaan soal tambahan honor dan payung hukum tadi. Sulit bagi saya memulai penjelasan dari mana?
Sebagaimana di kota lain, saya bicara sisi umum. 

Saya mulai dari tujuan menulis. Ada tiga saja secara umum tujuan menulis; to transfer meaning, to interpret reality dan to share experience. Landasan bagi jurnalis bekerja ada 9 elemen jurnalisme sebagaimana ditulis Bill Kovach dan Tom Rosentiel di bukunya;

1. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran

2. Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga Negara
3. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi
4. Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya..
5. Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari
kekuasaan.
6. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling-kritik dan menemukan kompromi
7. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan
8. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional
9. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya.

Dari 9 hal tadi, jika mengingat almarhum dosen saya Alm. Hoetasoehoet, memberi kuliah pengantar dasar ilmu komunikasi, sejatinya dalam penyampaian pesan hanyalah urusan akal, budi dan hati nurani. Jurnalisme sudah semacam “kutukan” kepada mereka yang memasukinya untuk siap “berpuasa”, siap bertelapak sepatu tipis, bahkan menyabung nyawanya sendiri demi elemen jurnalisme tadi. Karena itulah jurnalis bak seorang nabi.

Namun keberpihakan jurnalisme ke kekuasaan dan uang, seperti diungkapkan Kovach kepada saya di Jakarta pada 2003 lalu, hampir di semua negara kini terjadi. Media terkooptasi uang dan politik kekuasaan. Karena itulah ia mendukung tumbuhnya jurnalis warga, independen income-nya,
Bila sudah mengacu ke harapan Kovach, sulit untuk membedah keadaan jurnalisme di Indonesia kini. Saya hanya terhibur ketika di Balikpapan, dominan kawan-kawan bertanya, ihwal bagaiman kita bisa independen, bagaimana menghindari godaan uang?

Salah satu media di Balikpapan secara khusus mewawancarai saya dan menuliskan ihwal data saya di 2006, hanya tinggal 6% saja wartawan yang menolak amplop, sebagaiman link ini http://www.tempo.co/read/news/2012/11/14/078441834/Iwan-Piliang–Wartawan-Penolak-Amplop-Kian-Langka

Jika saja jurnalis masih mau melakukan otokritik terhadap dirinya, menulis sesuatu masalah mendasar di lingkungan dirinya, sebagaimana dilakukan Tempo Balikpapan, masih ada harapan ke arah perbaikan.

Jika langgam jurnalisme berpihak uang dan kekuasaan terus digadang-gadang di dalam proses demokrasi, mengakibatkan masyarakat sakit berat, seluruh ranah peradaban masuk ke dalam situasi gawat darurat. Hanya kepadamulah jurnalis, harapan menerobos keadaan genting ini. Maka upaya Bawaslu melibatkan partisipasi aktif warga dalam Pemilu, yang prosesnya sudah bergulir sejak Agustus 2012, layak didukung penuh.

Iwan Piliang

Anas Malik Dan Jokowi Barometer Integritas Untuk Pariaman 1


Kesan Kota Pariaman sudah dikunjungi ratusan ribu orang pada Pesta Budaya Tabuik Kepetang sungguh tak ada hari ini.Pariaman kembali lengang.pepatah : Pariaman Tadanga Langang ba Tabuik makonyo rami sungguh sangat berlaku hingga hari ini. jalanan kembali sepi, pasar lengang, begitu pula dengan penginapan-penginapan dipariaman . Hal itu mestinya tak terjadi bila Kota ini punya daya tarik selain tabuik. siapa yang akan memikirkan ? tentu kita bersama.

Memajukan Kota Pariaman kedepan mustilah melalui orang no.1 nya yang siap menjalin sinergi dengan seluruh Stake Holder yang ada, baik dikampung maupun tokoh perantauan.kita tak akan memilih pemimpin Kodok dalam batok.punya kacamata sempit dan sarat KKN. kita juga ingin bertemu dengan kemajuan.idaman kita semua.

Sekarang banyak betul Balon mengapung. semuanya bermanis muka. kita musti berfikir surut kebelakang akan perubahan ini karena orientasi politik. kita tilik perangai mereka sebelum Pilkada menjelang apakah mereka memang seramah ini sebelumnya.ini perlu kita analisa bersebab jika orang tipe demikian jadi Pemimpin niscaya sifat aslinya akan kembali keluar setelah apa yang di inginkan tercapai sudah. sepuh habis tembaga nampak.

hermanto,Mayjen Khairul Akbar, Saya, Efendi Jamal

Khairul Akbar, Jenderal Bintang dua aktif, SESTAMA Badan Penanggulangan Anti Teroris Indonesia kemaren berujar,"Pemimpin yang cerdas sangat banyak, namun mencari Pemimpin yang jujur sangat susah." ujarnya di Gubuak Salero Pantai Gandoriah ketika kami bersilahturahmi. "carilah pemimpin yang rendah hati sebagaimana Jokowi dan Jujur,tegas  sebagaimana Da Anas (Anas Malik).gabungan kedua karakter itu saya rasa ada di Kampung kita ini.tinggal kita saja mengangkatnya kepermukaan.jika ketemu tokoh sedemikian mari kita dukung bersama-sama." ujar Khairul yang saya panggil Uncu.

Apa yang dikatakan Uncu sangatlah benar. Jujur adalah bagian dari Sikap mental. muara dari Integritas,orang Jujur sudah Pasti berbudi dan rendah hati, dan orang rendah hati niscaya punya empati yang sangat tinggi. Pariaman butuh sosok demikian untuk pemimpin kedepan.. mari kita amati sekeliling kita siapa tau masih ada terselat.

catatan Oyong Liza Piliang

Ketika Tabuik Dihoyak Jenderal Tak Dikawal

Written By oyong liza on Minggu, 25 November 2012 | 23.07


Jam berapa Tabuik Naik Pangkat diak? " Jam 7 pagi bang ." jawab seorang pemuda . saya memperkirakan ia kurang tidur bersebab matanya memancarkan sinar keletihan sehabis begadang, reka hati.


saya mengambil beberapa Foto untuk diabadikan. hari menunjukan pukuk 09.00 wib. saya sarapan ditempat biasanya disamping BPD. mobil kali ini terparkir jauh didepan Surau Tarandam karena beberapa ruas jalan diampang Polisi demi ketertiban.

saya bersama Ferry Nugrah dan Hermanto sehabis makan siang tidak ada agenda apa-apa sebelum sebuah pesan Blackberry dari Iwan Piliang. Iwan mengabarkan ihwal Uncu Khairul Akbar lagi di Pariaman melihat tabuik. Khairul seorang Jenderal TNI AU Bintang Dua aktif yang menjabat sebagai SESTAMA (Sekretaris Pertama) Badan Penanggulangan Anti Teroris Indonesia.berapa pula pengawalnya pikir saya dalam hati."uncu kemana-mana ga pernah bawa pengawal" ujar Iwan Piliang, " dan sekarang lagi bersama Efendi Jamal." tutupnya dari seberang sana.

Hermanto, Mayjend Khairul Akhbar, saya dan Efendi Jamal

Tak beberapa lama saya tiba di Gubuk Salero, palanta barangin ditepi pantai Gandoriah Pariaman. selain bersama Efendi Jamal ,tak ada siapapun dimeja tersebut bersama Uncu Khairul. apa yang dikatakan Iwan Piliang benar adanya. beliau tak dikawal.. Ini sangat berbahaya jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap dirinya. Indonesia bisa gempar kalau Ia sampai kenapa-kenapa,gumam saya dalam hati.

Saya, Hermanto dan Ferry menyalami Sang Jenderal Paman Kandung Iwan Piliang. Uncu Khairul ternyata Paman pula oleh Istri Efendi Jamal. sempit betul dunia ini.

Kelapa muda segar dihidangkan dengan gelas bubung dihadapan saya dkk. cerita mengalir akrab. sang Jenderal begitu rendah hati Ujar Ferry beberapa saat kemudian kepada saya.


"saya acap pulang kampung.paling tidak sekali setahun, selalu begini, ga mau merepotkan."ujar Uncu Khairul ketika saya tanya kenapa tak bawa pengawal. disela-sela obrolan yang mengasikan terlihat jelas sosok santun yang pantas jadi panutan dari Uncu Khairul, rendah hati dan murah senyum ada dalam diri tanpa polesan. " Celok, istri Da Anas (celok adalah panggilan uncu khairul pada istri Alm Kol Anas Malik) adalah perempuan yang tegar, penyabar dan sangat rendah hati. waktu masih Perwira muda saya acap bertemu Da Anas, dia kerabat dekat kami." kenang Uncu, beliau menggambarkan bahwa sosok Anas Malik wajib ditiru,"sederhana,tegas,disiplin dan sangat punya Integritas tinggi" tukuknya.

entah kenapa bersebab sosok Anas Malik mulai sering jadi perbincangan. ia dikenang bila Pariaman mencari sosok pemimpin baru.namun yang keluar dari Mulut uncu Khairul tidaklah demikian penyebabnya," saya tahu banyak tentang sosok Da Anas juga dari tulisan oyong di Internet, saya suka bacanya. kemaren ada komentar Ilya anak Da Anas , saya juga baca." ujar Uncu.

Efendi Jamal juga menimpali,"Dimasa Sidang Tinja, saya masih Pns golongan 2, saya tukang tilang."

ujarnya cekikikan.

"pernah suatu hari, didepan mata kepala saya sendiri, sehabis menerima Amplop tebal berisi uang dari Bank BPD, datanglah seorang perempuan menemuinya diruangan Dinas. ia paling marah jika pegawai menghalangi masyarakat menemuinya.perempuan itu masuk, menangis dan menjelasakan tentang uang SPP anaknya yang belum dibayar, kesulitan rumahtangga dan segalanya.. Almarhum orang yang sangat tak tega melihat yang demikian,amplop  tersebut ia berikan utuh kepada ibu tersebut,tak selembarpun dikeluarkan.. Anas Malik memang Luar Biasa.." ujar Efendi Jamal mengenang.



jika tak hendak melihat Tabuik mungkin lama kami bercerita, belum lagi efendi jamal sebagai PNS musti kesana, Ia bersama Uncu Khairul. sebelum tabuik dihoyak ia didepak dari kursi Kadis Pariwisata Kota Pariaman, Pesta Tabuik yang barusan meriah kita tonton tersebut tak lepas dari Kreatornya.



Z,A Mande Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Padang ke Pariaman bersama Istri melihat pesta budaya ini, saya bersama ferry dan Hermanto sudah siap menunggunya, kami bawa ia keatas panggung besar dimana Mukhlis R Wako Pariaman Berpidato garing, apalagi Pidato Muslim Kasim. kami turun panggung menuju Pantai menunggu Tabuik tabuang diambang senja. disana kami bercengkrama  riang gembira hingga senja merebah seiring Tabuik menuju lautan  dibuang, dilangit, pelangi mengcurva dengan eloknya melukis pemandangan senja .

catatan Oyong Liza Piliang

Hari Ini Kantor Bupati Dan Waterboom Begini

Written By oyong liza on Sabtu, 24 November 2012 | 19.03


 Hari ini tanggal 24 November 2012 saya bersama sahabat jurnalis kembali melihat keadaan Fisik Kantor Bupati Pd Pariaman dan Waterpark Malibou Anai. semakin Parah saja saya lihat keadaannya daripada bulan agustus lalu, khususnya Waterboom Malibou Anai.

Sementara Kantor Bupati, dihalamannya terlihat jelas terjadi beberapa longsoran atau perengkahan tanah. saya rasa jika ini terus dipaksakan untuk Dihuni, selain serapan dana yang semakin menggila akibat memperbaiki longsor akibat kontur tanah pasir yang tak mengikat juga akan menyita energi Bupati dalam tahun-tahun pemerintahannya. apakah masih layak dipertahankan?

beberapa hari yang lalu Koran Kompas merilis Longsoran ini dihalaman muka. tanpa banyak narasi biarkan Gambar berbicara.









Waterboom Malibou Anai








Catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Kalimat Alm Anas Malik Tentang Pariaman Menjelang Ajal

Written By oyong liza on Jumat, 23 November 2012 | 12.46


Kekhawatiran kita kepada apa yang kita bayangkan acap membuat urung. ketakutan terhadap hasil buruk, ketakutan dicemooh, gagal dsb nya, berakhir dengan tidak jadinya kita memulai sesuatu. hal tersebut mustinya tidak perlu terjadi bila kita menanamkan prinsip gigih dan punya filosofi hidup yang kita pegang teguh dan bermuara kebada kebenaran.



Alm Kol Anas Malik, diawal kepemimpinannya sangat dibenci dan dihujat. masyarakat Pariaman yang tidak terbiasa dengan pola hidup bersih dan disiplin tinggi, tamparan, tergagau. disiplinnya Anas Malik untuk semua orang, baik Anak, Keponakan, sanak dan warga tanpa pandang bulu. Ilya Rosa Anas Malik, berujar,"dulu kami dapat giliran, ada yang tugasnya ngepel,menyiram bunga,menyapu halaman dsb, semua,, baik kakak dan adik, di Pendopo rumah dinas Bupati.. kami memperlakukan pembantu seperti keluarga,ia hanya melakukan tugas-tugas pokoknya, begitulah Papa mendidik kami.". 




salah tetap disalahkan dan tidak pernah bertoleransi. banyak cerita tentang Anas Malik dengan keponakannya yang mustinya saya tulis namun belum saya verifikasi kepada yang bersangkutan.

H,Zainir berujar, " dikala pagi alm bersepeda, lalu melihat orangtua menyapu halaman rumah dikala pagi, beliau berhenti, dikasih duit,lalu masuk kerumah tersebut dan melihat kenyataan ternyata anak muda masih tidur, Anas Malik langsung marah sambil berkata 'orangtua saja mau membersihkan pekarangan,kalian yang masih kuat dan muda masih enaknya tidur tidak kah kalian sholat Subuh?'  membangunkan seisi rumah." terapan demikian membuat masyarakat akhirnya berdisiplin kata Zainir (60th).



"Dulu betapa malunya ketika yang kedapatan buang hajat dipantai dibawa kepengadilan hanya menggunakan sarung, disidang dan didenda rp.5000" lanjut Zainir. terapan disiplin itu membuat masyarakat Pariaman dengan cepat berubah dalam berperilaku.

Alm Anas Malik selain dikenal tegas dan jujur juga berhati lembut,jernih . beliau tidak tega melihat orangtua renta yang bekerja , pedagang tua yang menjujung dagangannya semacam sayur, lompong sagu, goreng dll. " Mobil dinas, jenis Jip Hardtop , akan berhenti dimana hatinya tergerak, dulu ada seorang yang sudah sangat tua membangun pagar rumah, Anas malik langsung menemuinya,lama bercakap-cakap lalu memberikan uang rp.10.000, nilai itu dulunya sangat besar, dana taktisnya sebagai Bupati selalu ia habiskan untuk masyarakat." kata Artagnan dalam kesempatan yang sama dilapau Samping BPD Pariaman.

Puntung rokok yang berserakan, buang hajat dipasir pantai,sampah, jemuran dipekarangan rumah, hewan ternak yang tak dikandangkan semua adalah pantangan beliau, sehingga dikenal istilah sidang jemuran, sidang kambing, sidang tinja . " tidak peduli itu Kutang sekalipun , jika dijemur dihalaman pekarangan yang membuat buruk pemandangan, alm akan angkat dengan tangannya sendiri dan membawa yang menjemurnya kepengadilan,di denda, dan itu terjadi didepan mata kepala saya sendiri" ujar H Zainir kepada saya.

Ketika Alm Anas malik tak menjabat lagi, diawal th 90an, beliau pindah kerumah dinas TNI di Jatiwaringin, beliau dalam keadaan sakit. Faisal Arifin, keponakan kandung bertanya,menyesalkah Mak Tuan memimpin Pariaman? lalu dijawab " Maktuan sangat bahagia sekali, tidak akan ada pernah kata menyesal bila kita berbuat kebaikan, sangat bahagia sekali, bukan materi yang mak tuan cari . tak takut dihujat, serta tak mengharap pujian, semua maktuan lakukan dengan ikhlas karena Allah." ujar Faisal Arifin disela percakapan kami bersama tokoh masyarakat dan Indra J Piliang di Palanta Anih samping BPD tempo hari.

Saya berkesimpulan, melihat kekinian, masyarakat sangat bersyukur pernah dipimpin selama 2 periode oleh alm Anas Malik medio 1980-1990, mendoakan beliau. lalu bertanya ,apa yang diberikan oleh Kepala daerah kekinian? adakah mereka mendoakan Anas Malik diacara 10 november? adakah mereka meniru Integritasnya ?

saya mengutuk calon kepala daerah yang menyandingkan fotonya semasa kampanye dulu untuk menggaet simpati masyarakat, setelah menang tidak mencontoh Integritas Moral Alm Kol Anas Malik, yang tak menghargai jasa Pendahulunya, yang tak pernah menyempatkan diri sekedar berdoa dan menaburkan bunga dimakamnya, yang berkelakuan bertolak belakang dengan Almarhum. Anas Malik sangat Anti KKN, Bersih, jujur dan tidak pendendam, berhati halus dan punya sisi Humanis yang tinggi.

Seorang yang pernah kena Tampar Anas Malik dulu, berujar, "kalau tidak pernah ditampar Anas Malik dulu, saya tidak mungkin pernah jadi seperti sekarang ini, saya dinasehati dan nasehat itu hingga kini jadi prinsip hidup saya." ujar salah seorang Petinggi SKPD di Pariaman yang tidak mau disebutkan namanya sembari menceritakan betapa bobroknya Birokrasi sekarang di Kota dan Kab Pd Pariaman. apa yang ia ceritakan? nanti akan saya bongkar.

catatan Oyong Liza Piliang . foto-foto by Elvis Betrizon

Inilah Perbedaan Indra J Piliang Vs Iwan Piliang Untuk Pariaman

Written By oyong liza on Kamis, 22 November 2012 | 14.42


Jujur belum tentu benar, namun benar sudah pasti jujur. sebuah analogis sederhana, contoh, seorang lelaki yang beristri ketika didatangi sahabat wanita lamanya untuk dimintai, atau sekedar curhat ditempat privat,lalu sang perempuan tersebut memeluk dan menangis dipangkuan, apakah ini sebuah kebenaran dimata Istri sang suami tadi? Tidaaak.. sang suami tidak boleh mengatakan hal tersebut dengan kejujuran kepada istrinya karena kejujuran belum tentu sebuah kebenaran.
                                               IJP dengan Faisal Arifin


Diranah Politik juga demikian. Iwan Piliang acap diujarkan audience sebagai seorang pencerah, seperti pengakuan jujur seorang pemirsa damai fm, juga beberapa bulan yang lalu Mahdial Hasan, ketua Sapma PP Sumbar dengan jujur berujar " Sumatera Barat butuh Pencerah, bukan Politisi dan hanya Iwan Piliang yang bersosok demikian"



Lalu bagaimana dengan sosok Indra J Piliang (IJP)yang barusan sarapan pagi bersama saya dan tokoh masyarakat diantaranya, Faisal Arifin, Hermanto,Darmansyah,Bakhrizal dll dipalanta Samping BPD ? IJP yang secara seporadis mengatakan tidak main-main dalam pencalonannya sebagai Balon Walikota Pariaman juga berujar " Saya cukup berjuang melunakan dan meyakinkan KETUM Golkar Aburizal Bakrie dan JK, Dalam usia 40 tahun ini saya musti berbuat untung Pariaman kampung halaman saya, lebih berharga daripada mengabdi jadi anggota DPR RI" ujarnya mantap."dan hal itu musti dari aspirasi masyarakat dan Partai Politik, keduanya tidak bisa dipisahkan".

Perbedaan IJP dan Iwan Piliang terlihat dalam orientasi, IJP seorang politisi yang ingin membangun kampung halamannya, sedangkan Iwan Piliang adalah seorang Aktivis Murni yang ingin membangun peradaban keinsanan dengan Gerakan Pertobatan Nasional. keduanya sama-sama ingin berbuat namun dari Perspektif yang berbeda , jika dikerucutkan keduanya sama-sama ingin melakukan perubahan yang bermuara pada kebenaran.

Lalu apakah kita musti percaya begitu saja?

Disini saya katakan saya pendukung nilai-nilai kebenaran. IJP ingin berbuat kebenaran, ingat baru "ingin". jadi disini saya tidak memihak siapapun. dan jika ada tokoh kita yang berniat sama dengan IJP saya juga berkata demikian. namun Iwan Piliang yang pernah mengencingi uang 1 Milyar Rupiah dari sumber yang tak jelas, sudah pasti saya dukung, tapi ia tak ingin maju sebagai walikota Pariaman maupun Bupati, bahkan Gubernur sekalipun.
 

Siapapun yang ingin berbuat kebenaran musti kita apresiasif dan beri kesempatan, baik IJP,Mardison,A Yani, Helmi Darlis, Yulius Danil,Efendi Jamal,Saban, dll.  kita musti pilih yang terbaik diantara mereka. 

barusan IJP memberikan gagasan untuk Kota Pariaman yang lebih baik, hal itu musti ia sendiri yang menyampaikan kepada masyarakat, sebab jika saya yang mengatakan bahwa IJP ingin membangun TREM dari terminal jati menuju stasion Pariaman sangatlah tidak tepat. belum lagi visi misi lainnya yang tak kalah wah nya.. IJP musti serius mengungkapkan seberapa kuat keinginan tekadnya untuk memajukan Kota Pariaman ini langsung kepada Masyarakat kita.. 

Kebanggaan menjadi Orang Piaman bak kata Iwan Piliang " Orang Piaman dikenal Egaliter dan berjiwa Spartan" musti dilakukan IJP dari berbagai lapisan masyarakat dalam artian ia musti langsung turun kelapangan menjabarkan Visi dan Misinya..

catatan Oyong Liza Piliang

Inilah Alasan Kenapa Kita Musti Bangga Jadi Rang Piaman (GPN Dialog Palanta Piaman)

Written By oyong liza on Rabu, 21 November 2012 | 11.40





Senin 19/11/2012 tempo hari dipalanta samping BPD Pariaman,Palanta Anih, kami menghelat Dialog Palanta dengan tema Gerakan Pertaubatan Nasional (GPN) dan mencari kepemimpinan Merakyat. hal tersebut sebelumnya dari ide sederhana saya yang menyampaikan ke Iwan Piliang bahwa dikampung kita ini segala macam persoalan, baik itu sosial,politik,transaksi bahkan sampai ke mandat Partai dll hampir 90 persen di selesaikan diPalanta (kedai kopi). 


Iwan Piliang yang gadang diRantau langsung berujar "Ayuk kita followup Dialetika keminangan kita, saya akan pulang." katanya waktu itu. hal itu saya sambut dengan langsung menghubungi Ferry Nugrah,SH ,Ir,Syafinal Akbar,MT dan terbentuklah Panitia,lalu menghubungi adik-adik di Sapma PP Sumbar yang komandani oleh Mahdial Hasan,SH untuk menghubungi Padang TV dan peralatan elektronik serta Musisi Taman Budaya. Ima Syarif Abidin selaku Pimpinan Damai FM pun menyambut hal ini, Ima langsung membuat scedule acara dan menjadi moderator. dan perlu dicatat dan digaris bahwa acara ini tidak menggunakan uang sumbangan proposal,tak selimper dibelah tujuhpun.



Acara yang dinilai sukses ini tak terlepas dari kehadiran tokoh masyarakat kita yang hadir,juga bundo kanduang. debat sengit dalam bahasa Piaman mengalir ketika acara baru dimulai,tak kalah seru dari Indonesia Lawyer Club kata Sudirman Palo.

Menurut Tokoh masyarakat ,dalam sesion mencari kepemimpinan merakyat,kita tak perlu mencontoh jauh-jauh semacam Jokowi bersebab Genius Local kita alm Kol Anas Malik jauh lebih hebat kata mereka sepakat, jika pembaca tidak percaya silahkan tonton kamis tgl 22/11/2012 pukul 21.00 wib diPadangTV dalam program acara "Mangalasau" selama 1jam.jika pembaca belum membaca tulisan tentang Anas Malik silahkan baca berita terkait diweb ini.



Dalam tulisan ini saya ingin menerangkan, kedatangan Iwan Piliang kepariaman bukan dalam kapasitas dan punya orientasi politik,apalagi ingin jadi walikota,bupati atau gubernur, namun ingin menggugah tanah kelahirannya ini agar memulai Tobat dari diri sendiri "Perubahan Besar Musti Dimulai Dari diri Sendiri, jernihkan hati,karena kekuatan Hati dapat menembus tujuh lapis baja sekalipun,Genius Lokal Kita Alm Anas Malik musti jadi cerminan, Jokowi itu sahabat saya, dia belum ada apa-apanya dibandingkan Anas Malik".

peserta yang hadir semacam Yulius Danil, Mardison, A Yani, Zulbahri, A latif, Dewi Fitri Deswati, Mimi Elvita ,Teta sabar dll, semua serentak meninggalkan atribut partai mereka dan orientasi politiknya, semua serius berdiskusi dengan dialetika tentang apa itu yang disebut Gerakan Pertobatan Nasional dan apa itu kepemimpinan merakyat dalam artian yang Ril. Komarudin Watubun yang berhalangan hadir, dari Pulau Kei live by Phone berujar ,"Kepemimpinan merakyat, dimana sang pemimpin masih mau mencium keringat rakyatnya, ini minjam istilah Iwan Piliang, dan Harus direstui Alam, punya integritas tinggi,marilah kita bertobat,bangkitkan semangat Nasionalisme dan mari kita mulai dari kita masing-masing." ujarnya dari Pulai kei dengan logat timurnya, suaranya lembut dan ber Intonasi.

saya sebagai ketua Panitia sangat yakin orang palanta tak perlu diajari berdialog.terbukti dalam sesi pengambilan gambar untuk Padang TV,tanpa skenario semua kemas oleh mereka. "orang awak memang hebat, sudah seperti Theatrical profesional, Luar Biasa!" kata Iwan Piliang ketika saya tanya pendapatnya tentang dialog tanpa arahan tersebut."Sangat seruuu" kata Bunda Sandra Istri Iwan Piliang."kita musti sering pulang kampung nih ayah" kata Bunda pada Suaminya.

Kekayaan mancaragam Piaman mustilah kita lestarikan, dialog palanta salah satunya, aset yang tak bisa ditakar dengan Materi , Rang Piaman Memang Luar Biasa dalam dialetika! musti dan harus kita pertahankan. kita sangat berbangga jadi Orang Piaman !!.

catatan Oyong Liza Piliang

Satu Hijriah Bersama Jokowi & Satpam Minang

Written By oyong liza on Minggu, 18 November 2012 | 12.39


SEORANG Satuan Pengamanan (Satpam) di kediaman dinas Gubernur DKI itu menyapa saya dalam bahasa Minang.

“Baa kaba Pak Iwan. Baa lai bisa juo mengecek caro awak?” (“Bagaimana kabar Pak Iwan, masih bisa juga berbahasa Minang?”)
Saya balas dengan langgam sedaerah. Sosok anak muda mengaku kelahiran Bukittinggi tahun 80-an itu berceloteh panjang. Termasuk ihwal bagaimana berjibun tamu datang ingin berjumpa Jokowi. “Wartawan terkadang subuh sudah menunggu. Pernah juga ada demonstrasi. Masak kediaman dinas didemo?”

Entah karena libur panjang, Kamis malam di sekitar pukul 20 itu tak ada wartawan atau tamu lain. Dari ruang tunggu tamu, saya perhatikan sebuah layar televisi menayangkan 10 kotak gambar, pancaran Closed Circuit Television (CCTV), beberapa ruas pojok di sekitar kediaman. Menatap ke halaman, rumput hijau menghampar. Nun di seberang jalan kehijauan kian membentang. Di sela pohon-pohon besar peninggalan kolonial Belanda, rerumputan bagaikan ambal tebal. Batang pohon di Taman Suropati merindang-panjang. Angin malam menggerakkan dedaunan seakan mengabarkan: tiada lagi taman seindah itu di Jakarta kini.

Sekitar setengah jam menanti, saya menemui Jokowi di ruang utama rumah dinas itu. Saya perhatikan tiga kelompok kursi dan sofa di ruangan itu. Dinding-dinding polos, tanpa satu pun hiasan lukisan. Sebuah pot bunga pun tak ada. Di dalam hati saya bertanya apakah tidak ada satupun lukisan atau benda seni inventaris Pemda DKI sehingga kediaman itu polos bak baju putih dikenakan Jokowi malam itu?

Entah menyadari akan pertanyaan hati saya, Jokowi antara lain menyampaikan keinginannnya. “Saya lagi mencari lokasi yang baik bagi seniman menuangkan lukisan di tembok, di mana warga dapat menikmati sambil berjalan kaki, di mana ya?”
Nanar saya sebentar.

Belum bisa saya bayangkan lokasi mana yang pas. Ada tembok, panjang, bisa dijadikan kanvas melukis seniman. Bisa dinikmati pejalan kaki. Jokowi bilang, di Solo lokasi itu ada.
“Saya hanya modali seniman masing-masing satu setengah juta, mereka lalu berkarya.”
Kami berceloteh ihwal Taman Ismail Marzuki (TIM) kini. Jokowi mengatakan untuk anggaran tahun ini ada sekitar Rp 100 miliar lebih membangun kawasan itu kembali. “Namun saya mau TIM dirombak total,” ujarnya.

Perubahan total dimaksudkannya, dikembalikan sebagai kawasan kebudayaan, tempat berbagai seniman mangkal, menuangkan karya masterpiece-nya. Lokasi itu tidak dominan bagi kepentingan komersial. Harus kental bobot kebudayaannya.
Memang jika Anda simak hari ini ke kawasan TIM di bilangan Cikini, Jakarta Pusat itu, suasana sudah bak kawasan mall, ada jaringan bioskop, deretan warung dan kedai mendominasi. Sulit Anda mencari karya patung, karya lukis maestro sedang terbentang.
Di dalam hati saya bergumam. Inilah jika selama ini pengelola pemerintahan daerah mengganggap kebudayaan basa-basi. Perihal yang dipikirkan Jokowi mereka anggap tidak penting. Kuat dugaan saya selama ini kepentingan utama disebut pembangunan itu hanya: gedung jangkung menjulang-julang, mal-mal berjejal-jejal, lalu Jakarta terkenal: kota berpuluh mal besar tidak memuliakan keinsanan.

Mal acap mengambil lahan jalan publik, parkirnya minim, sehingga menambah kemacetan di jalan umum sempit. Contoh signifikan gila, di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan, bisa-bisanya jalan umum seakan sengaja dibuat tembus ke basement sebuah mal. Dalam kenyataan yang ada kelompok usah property di DKI ada yang sudah menunggak pembangunan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) mencapai angka Rp 80 triliun. Perihal ini pernah dibahas di DPRD DKI era Foke, akan tetapi hanya bunyi sekali lalu sepi. Sebagai ibukota bangsa dan negara berkebudayaan mancaragam, tidak mencerminkan kedigdayaan kebudayaan yang ada.
“Dulu di Ancol juga banyak seniman pilihan.”
“Kini saya perhatikan ala kadarnya.”

Jokowi prihatin.
Di balik keprihatinannya, saya gembira.
Senang karena dua premis doa saya di Bundaran HI, di saat secara tak sengaja turut mendampinginya mendaftar sebagai calon Gubernur DKI usai dari KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah), masih berwujud. Dua doa itu; pertama, jadikan Jokowi gubernur di DKI hanya selangkah didahulukan dari warganya. Jadikan ia gubernur memuliakan keinsanan, menempatkan intangible asset di atas kebendaan.

Di dua doa itu, hingga tahun baru Hijariah ini, di saat ia baru memangku jabatan gubernur sebulan, masih terasa kental teguh komitmennya. Dalam hal didahulukan selangkah dari warga, hari-hari tiada henti Jokowi bertemu dengan kalangan marjinal. Bahkan di hari libur pun ia bekerja. Kamis siang ia masih berkeliling ke lokasi tempat bekas kebakaran di kawasan Jakarta Barat, juga kawasan pemukiman apung di Jakarata Utara.

“Pekan lalu tengah malam saya mengunjungi sebuah Damkar.”
Damkar dimaksud adalah Dinas Pemadam Kebakaran.
“Di satu lokasi, dari tiga puluh empat petugas, cuma ada tujuh belas orang.”
“Saya tunggu mana sisanya? Eh lama menunggu tak kunjung ada.”
“Kalau sudah begitu terjawab bagi saya, terang saja rumah kebakar satu, berlanjut ke puluhan lainnya. Wong petugasnya?”

Kunjungan di malam hari ke kantung-kantung kumuh warga, ia rasakan lebih mendapatkan tempat di hati rakyat. Inilah implementasi sikap yang hanya didahulukan selangkah dari warga itu, agaknya.
PADA 25 Oktober lalu di ruang Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Cilangkap. Siang itu sebagaimana saran saya ke ajudannya, Jokowi datang berbaju putih. Saya memang sebal dengan langgam pejabat berkeliling berbaju bergelayutan atribut “jengkol” kuningan di dada. Kesan-kesan feodal kok dipelihara.

Begitu Jokowi sampai di Puspen TNI itu, ia minta izin menunaikan shalat zuhur. Saya perhatikan sepatu kulit marunnya berkaret putih, Telapaknya tipis. Ketika Wakil kepala Puspen TNI, Brigjen Siratmo, menawarkan minum, Jokowi hanya tersenyum. Saya tanya apakah puasa, mengingat esoknya Idul Adha, Jokowi konsisten dengan senyumannya.
Judul acara hari itu, National Lecture Jokowi, Kepemimpinan Melayani Rakyat. Di spanduk wajahnya saya sandingkan dengan siluet muka Panglima Besar Soedirman.
Kendati judulnya national lecture Jokowi, sehari sebelum acara, saya ditelepon oleh sekretaris Kepala Dinas Kominfo DKI Jakarta.

“Pak Iwan kami mau mengabarkan kalau esok Pak Gubernur diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo. Pak Kadis yang akan datang.”
Saya sampaikan kepada sang sektretaris, penelepon, apakah tidak membaca judul acara? Tidak ada nama Munap misalnya sebagai pemberi lecture. Sang sekretris tetap kekeh Kadisnya mewakili.

Tadi malamperihal itu itu saya konfirmasi langsung kepada Jokowi, apakah sang Kadis melaporkan ihwal rencananya mewakili?
“Tidak,” jawab Jokowi tegas.
Kami lalu tertawa.

Bagi saya memang lucu ya birokrasi Pemda DKI. Untuk urusan yang tak ada sangkut pautnya dengan perduitan, seorang Kadis berani demikian. Makanya wajarlah ketidak-karuan selama ini terjadi di Pemda DKI.

Dan acara di Cilangkap itu, di mana sosok sipil bicara, dan diselenggarapan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu berlangsung lancar. Unggahan video kuliah Jokowi di sebagian besar perwira menengah dan anggota PPWI itu di youtube.com dapat di simak dengan men-search: Puspen-PPWI, sudah dilihat lebih 20.000 orang.
“Itu baru pertama kali saya masuk ke Mabes TNI.”
“Mabes TNI kita tidak kalah dengan Pentagon.”

Pentagon adalah markas besar tentara, pertahanan, di Washington DC, Amerika Serikat.
Jokowi kagum akan luasnya area Mabes TNI, jalan masuk terasa gran, lebar, panjang.
Tidak banyak hal baru yang disampaikan Jokowi dalam kuliahnya hari itu. Secara jujur untuk DKI baru beberapa hari ia menjabat. Ia memaparkan perbedaan sebelum dan setelah ia menjadi walikota di Solo. Ada beberapa slide foto yang lucu ia tayangkan. Seperti mengganti kepala Satpol PP semula sosok pria berwajah seram menjadi ibu-ibu berkebaya berwajah kemayu. Hadirin ngakak.

Perihal itu bisa disimak di link youtube tadi.
Kini staf Humas Pemda DKI memang rajin mengundah kegiatan gubernur dan wakilnya ke youtube.com. Pekan lalu dapat disimak bagaimana sang wakil Ahok, dengan gagah-berani memarahi mereka yang di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ahok minta anggaran dipangkas 25%, kolusi tender ber-markup dihapus. Bahkan Ahok mengancam jika tak mau dia akan gunakan anggaran, di Wagub menjalankan proyek. Kalau tidak mau juga berubah, kasus-kasu lama akan dibongkar, ancam Ahok.

“Saya tidak takut. Kalau pun pistol sekalipun ditodongkan ke muka saya, dengan mata tanpa berkedip saya siap mati,” ujar Ahok, antara lain di video itu.
Maka bagi banyak kalangan keberadaan Jokowi-Ahok memang menjadi fenomenon. Hampir setiap hari ada saja berita dan liputan tentang mereka. Akan halnya ihwal langgam Ahok itu, tadi malam kepada saya Jokowi berkata. “Ojo keras-keras amat. Saya sudah bilang pada Ahok, kita ini cuma berdua. Ingat di sana ada puluhan ribu karyawan.”

Dan semakin hari semakin banyak saja orang yang ingin berdekat-dekat dengan Jokowi. Di saat saya hendak mengakhiri tulisan ini, di Metrotv, Jumat pagi ini, ada Soetiyoso, dan seorang pengamat muda, membahas kepemimpinan Jokowi. Keduanya seakan pakar-di-pakar. Menjadi tanya bagi saya kepada Soetiyoso, khususnya, ketika menjadi gubernur ente kemane aje?
Di tvone dua perkan lalu di acara Gestur saya sampaikan ke pemirsa bahwa pada 2014 akan tampil pemimpin baru yang dikendaki alam. Lantas di twitter banyak pihak bertanya, siapakah pemimpin baru itu?

Semalam pula Jokowi menyampaikan ketidak-yakinannya terjadi alih kepemimpinan di 2014. Saya sampaikan dugaan sangat kuat bahwa Megawati Soekarno Putri d an Jusuf Kalla tak akan maju mencapres.

“Jika mereka berdua demikian, menggerakkan kuat peralihan kepemimpinan. Tapi saya tak yakin,” tutur Jokowi.
Saya yakin, kata saya.

Dan pemimpin baru itu pastilah sosok-sosok berkarakter seperti Jokowi. Saya hari-hari sekarang misalnya acap berkunjung ke berbagai kota bersama Komarudin Watubun, wakil Ketua DPR Papua, juga salah satu pimpinan di PDIP. Sosok muda ini tak kalah sederhana dan tegas dibanding Jokowi. Camry, Mobil dinasnya di Papua, masih dibiarkan berplastik. Ke mana-mana di setiap kota ia tidak pernah minta disambut pengurus partainya. Bercelana jins, acap berkaos Jogger. Begitu pembawaannya.

“Islam rahmatan lilalamin,” kata-kata acap diucapkan Bung Komar.
“Bukan saja untuk manusia, tetapi tumbuhan, hewan, alam semesta,” ujarnya.
Mimiliki sahabat seperti Jokowi dan Komarudin saya kian paham arti tahun baru hijriah 1433 ini. Mereka memberikan harapan bagi membaiknya peradaban.
 

catatan Iwan Piliang
 

Trending Topik Bulan Ini

Super Trending Topik

postingan terdahulu