Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wali Kota Pariaman Paparkan Model Edutourism pada Forum Pendidikan Internasional di Jakarta

12 Juli 2026 | 12.7.26 WIB Last Updated 2026-07-12T12:32:49Z


Jakarta - Wali Kota Pariaman Yota Balad menjadi pembicara pada International Education Forum 2026 yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Sabtu (11/7). Pada forum tersebut, Yota menjadi satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang tampil sebagai narasumber.

Forum bertema Equitable Accessibility: Broadening the Opportunities to Higher Education in ASEAN itu diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) bekerja sama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ayo Kuliah di Malaysia.

Dalam sesi diskusi yang dipandu akademisi Universiti Kuala Lumpur, Dr. Farah Hida Sharin, Yota berbagi panggung dengan Chief Executive Officer (CEO) EMGS, Novie Tajuddin. Pada kesempatan itu, ia memaparkan konsep The Pariaman Edutourism Model sebagai pendekatan pengembangan pendidikan berbasis potensi daerah.

Yota mengatakan Kota Pariaman menawarkan lingkungan belajar yang kondusif karena minim distraksi perkotaan, sehingga dapat mendukung kegiatan akademik dan pembelajaran lapangan.

"Daya tarik terbesar kami justru terletak pada apa yang tidak kami miliki, yakni minimnya distraksi perkotaan. Kondisi tersebut menghadirkan lingkungan yang mendukung mahasiswa untuk lebih fokus belajar," katanya.

Ia menjelaskan potensi alam Kota Pariaman dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran bagi berbagai disiplin ilmu. Kawasan pesisir, gugusan pulau, dan desa wisata dinilai dapat menjadi lokasi praktik lapangan untuk kegiatan konservasi penyu, rehabilitasi mangrove, hingga transplantasi terumbu karang di Pulau Kasiak.

Selain potensi alam, Yota juga menawarkan kekayaan budaya Pariaman sebagai ruang pembelajaran dan penelitian bagi perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Tradisi Hoyak Tabuik, Malamang, Bajamba, serta Maelo Pukek dinilai memiliki nilai akademik dalam kajian sosiologi, antropologi, hingga pengembangan sport tourism.

Menurutnya, akses menuju Kota Pariaman juga relatif mudah, terutama bagi mahasiswa dari Malaysia, melalui penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau yang dilanjutkan perjalanan darat menuju Kota Pariaman.

Yota menegaskan Pemerintah Kota Pariaman terbuka terhadap kerja sama dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya.

"Pariaman menerima dengan tangan terbuka berbagai inisiatif kerja sama dari universitas di ASEAN. Kami siap menjadi mitra pembelajaran di luar kampus bagi mahasiswa dari berbagai negara," ujarnya.

Forum tersebut turut dihadiri Ketua Setia Usaha Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Ts. Dr. Hj. Aminuddin bin Hassim, serta para pemimpin perguruan tinggi, pembuat kebijakan, dan akademisi dari berbagai negara di kawasan ASEAN. (*)
×
Berita Terbaru Update