Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman Latih 20 Warga Membuat Batik Cap untuk Dorong Industri Rumah Tangga

7 Juli 2026 | 7.7.26 WIB Last Updated 2026-07-07T13:32:13Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman melatih 20 warga membuat batik cap sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya industri rumah tangga berbasis ekonomi kreatif. Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 7–11 Juli 2026, dibuka oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7).

Yota Balad mengatakan pelatihan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, yang bertujuan mendorong setiap keluarga memiliki usaha produktif berbasis rumah tangga, seperti kerajinan batik maupun produk olahan makanan.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk membekali peserta dengan keterampilan membatik, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga melalui usaha mandiri.

"Saya berharap pelatihan batik cap ini tidak menjadi kegiatan seremonial semata. Peserta harus mampu berkreasi agar Batik Sampan Pariaman semakin dikenal masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan," kata Yota.

Ia juga menyampaikan bahwa apabila hasil produksi batik cap dinilai memenuhi standar kualitas, Pemerintah Kota Pariaman akan mengupayakan penganggaran pengadaan seragam batik gratis bagi siswa sekolah dasar pada 2027. Bahkan, pemerintah juga akan mendorong penggunaan Batik Sampan Pariaman di tingkat sekolah menengah atas sehingga mampu memperluas pasar bagi para perajin lokal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan pelatihan bertujuan memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan industri rumah tangga baru dan mengubah masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari sekadar konsumen menjadi produsen kreatif yang mandiri secara ekonomi.

Deddy menjelaskan peserta pelatihan berjumlah 20 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman dan merupakan masyarakat kategori desil 1 hingga desil 5. Selain memperoleh materi dan praktik selama lima hari, setiap peserta juga menerima bantuan berupa satu paket peralatan membatik lengkap yang terdiri atas canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, bahan pewarna, waterglass, dan soda ash sebagai modal awal untuk memulai usaha setelah pelatihan berakhir. (*)
×
Berita Terbaru Update