Kementerian Pendidikan pilih Kota Pariaman jalankan program Sekolah Penggerak

Foto: istimewa

Pariaman - Kota Pariaman terpilih sebagai daerah yang menjalankan program penggerak oleh Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatra Barat dengan pembubuhan tandatangan momerandum of understanding (MoU) antara Pemko Pariaman dengan Kemendikbudristek di Pariaman, Rabu (15/9).

Pembubuhan tandatangan MoU dilakukan langsung oleh Walikota Pariaman, Genius Umar dengan Kepala LPMP Sumatra Barat, Sofian Asmirza selaku perwakilan dari Kemendikbudristek.

Genius Umar mengatakan Pemko Pariaman di bawah kepemimpinannya sangat serius dalam upaya meningkatkan taraf dan mutu pendidikan di Kota Pariaman.

"Oleh sebab itu saya sangat mendukung sekali program sekolah penggerak ini," kata Genius.

Genius menuturkan, wajib belajar atau sekolah gratis 12 tahun sudah dijalankan sejak tahun 2013 di Kota Pariaman. Meskipun jenjang SMA sederajat merupakan kewenangan pemerintah provinsi, SMA sederajat di Pariaman tetap gratis karena dibayar langsung oleh APBD Kota Pariaman kepada pemerintah provinsi.

Sedangkan dalam pendidikan lanjut atau pendidikan tinggi, ujar Genius, pihaknya juga memiliki program satu keluarga satu sarjana yang dikenal program Saga-Saja dengan dukungan dana dari APBD dan sumber lainnya. Mahasiswa Saga-Saja boleh berkuliah di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemko Pariaman asalkan lulus seleksi administrasi dan uji akademik.

"Ada 100 anak Pariaman dari keluarga kurang mampu dikuliahkan melalui program Saga-Saja ke perguruan tinggi yang telah bekerjasama sejak tahun 2018 lalu," imbuhnya.

Kota Pariaman sendiri merupakan satu di antara lima daerah di Sumbar yang terpilih sebagai penerima program sekolah penggerak 2021.

"Saya berharap rogram sekolah penggerak ini berjalan sukses, salah satunya dengan peningkatan dan pemerataan mutu layanan pendidikan guna peningkatan sumber daya manusia," kata dia.

Dukungan penuh itu, kata Genius, ia tabalkan dengan meningkatkan sumber daya para guru dan kepala sekolah, termasuk menyiapkan aspek lainnya.

Menurut Kepala LPMP Sumatra Barat, Sofian Asmirza, dengan terpilihnya Kota Pariaman sebagai kota yang menjalankan program sekolah penggerak akan ada dukungan dari kementerian dan pemerintah provinsi.

"Jika kepala sekolah lulus seleksi program sekolah penggerak, maka kepala daerah tidak boleh mengganti kepala sekolah tersebut selama 4 tahun," kata dia.

Untuk menindaklanjuti program tersebut, semua kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMA sederajat akan diseleksi oleh kementerian.

"Bagi kepala sekolah yang lulus maka sekolahnya akan mendapatkan program sekolah penggerak," tandasnya.

Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. (OLP)