[Tajuk] Memanen Puji di Arena MTQ


Pantaikata --- Target dan capaian Kota Pariaman selaku tuan rumah MTQ ke-37 Sumbar terlampaui. Sukses sebagai penyelenggara dan peserta kini dirayakan oleh segenap warga Pariaman, baik yang ada di ranah maupun perantauan. Tak lupa postingan-postingan bangga para netizen di pelbagai media sosial.

MTQ Sumbar ke-37 juga melambungkan nama Pantai Kata sebagai destinasi wisata yang benar-benar ditata berkonsep religius. Pantai Kata yang sukses memikat kafilah, ofisial dan tamu luar daerah, agaknya kembali digunakan dalam ajang MTQ Nasional 2020 yang rencananya diselenggarakan di provinsi Sumatera Barat.

Kota Pariaman yang menargetkan lima besar, tanpa disangka berhasil meraih posisi juara umum dua di bawah kota Padang yang meraih 101 poin. Pariaman dengan 52 poin di kantong, diikuti oleh kakaknya Padangpariaman di posisi ketiga yang meraih 47 poin.

Dalam acara penutupan MTQ Sumbar di Pantai Kata, Jumat malam (10/11), Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan pentingnya MTQ dalam syiar agama Islam. Perhelatan MTQ yang berbiaya miliaran rupiah, ia nilai membawa banyak manfaat bagi umat muslim Pariaman. MTQ telah membawa pengaruh positif dalam tatanan sosial masyarakat yang tengah bergejolak seiring perkembangan pesat teknologi informasi yang tidak bisa dibendung.

Kesuksesan MTQ ke-37 Sumbar di Pariaman juga tak terlepas dari kebijakan pemerintah Pariaman seperti magrib mengaji dan subuh mubarokah.

Dari data yang dirilis Ketua Pengawas MTQ Nasional tingkat Sumbar di Pariaman, Maswar, selama penyelenggaraan MTQ di Pariaman pihaknya tidak ada menerima laporan dari kontingen luar Pariaman terkait pelayanan. Baik di pemondokan, penginapan, rumah warga, hingga transportasi kafilah dan ofisial.

Pengawas MTQ Sumbar bahkan menilai MTQ di Pariaman merupakan yang terbaik dari segi penyelenggaraan. Pihaknya akan bersikeras mengusulkan Pariaman menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ tingkat nasional di Sumbar tahun 2020 yang sedang dalam pengusulan.

Dari pantauan di lapangan dan sejumlah keterangan, warga Pariaman bangga menjadi tuan rumah MTQ di banding acara lainnya: TdS dan Triathlon. Warga yang rumahnya dihuni para kafilah bahkan mengaku tidak mencari keuntungan uang semata dari sewa. Banyak dari pemilik rumah menganggap kafilah dan ofisial seperti sanak keluarga dengan perlakuan yang sama. Dengan kepulangan kafilah ke daerahnya masing-masing, warga Pariaman merasa kehilangan, namun memiliki sanak saudara baru yang patut dikunjungi suatu saat.

MTQ Sumbar di Pariaman juga memperlihatkan keompakan warga Pariaman sesungguhnya kepada publik Sumbar. Warga Pariaman di perantauan tidak hanya ikut mendukung, namun juga partisipatif.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit juga patut dipuji. Ia berhasil mewakil Gubernur Irwan Prayitno yang selalu absen karena dinas luar. Ia selalu hadir saat pembukaan dan penutupan. Orang nomor dua di Sumbar itu memuji konsep penyelenggaraan bertema wisata pada MTQ ke-37, yang satu dua kali menuai kritik. Ia bahkan menyaru daerah lain meniru inovasi Pariaman.

MTQ Sumbar di Pariaman juga menyajikan hal-hal anyar seperti penerapan aplikasi e-MTQ yang belum pernah ada.

Selain inovasi pada penyelenggaraan, MTQ ke-37 Sumbar di Pariaman kembali melambungkan nama Mukhlis-Genius sebagai pasangan kepala daerah berkinerja mumpuni. Citra kedua orang itu meninggi di tengah isu pecah kongsi.

Alamat pujian juga datang kepada Kakankemenag Pariaman Muhammad Nur. Mantan di Bukittinggi, pulang kampung ke Pariaman, ia buktikan dengan prestasi. M Nur tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan MTQ di Pariaman. Mantan Ketua KNPI Pariaman itu mampu menempatkan diri dengan baik sebagai bagian dari tim kerja.

MTQ Pariaman yang sukses dalam prestasi dan penyelenggaraan, merupakan kabar baik bagi Pariaman yang akan menghelat berbagai lomba lainnya di waktu yang akan datang. Kerjasama tim, terbukti berbuah besar di banding jalan sendiri-sendiri. (OLP)