Lima Sekolah Induk di Pariaman Gelar Simulasi UNBK SLTP




Lima sekolah induk pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Kota Pariaman laksanakan ujian simulasi sebanyak dua kali sebelum ujian nasional UNBK.

Kasi Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Pariaman, Yurnal, di Pariaman, Selasa (1/3/2017) menyatakan, simulasi UNBK dilakukan sebanyak tiga sesi. Pertama pukul 07.30 hingga 09.30 WIB, sesi kedua 10.30 hingga 12.30 WIB dan sesi terakhir pukul 13.30 hingga 15.30 WIB.

Simulasi dilakukan pada 1.461 pelajar tingkat SLTP yang akan mengikuti UNBK tingkat Kota Pariaman. UNBK tingkat nasional tingkat SLTP sendiri diikuti oleh 11.222 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, hari pertama simulasi para peserta mengikuti ujian simulasi matematika dan bahasa Indonesia, di hari kedua pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan bahasa Inggris.

"Simulasi bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kesiapan anak didik dalam menghadapi ujian nasional," kata dia.

Simulasi hari pertama menurutnya seluruh siswa mampu menjalaninya tanpa kendala berarti dengan hasil memuaskan. Seluruh peralatan komputer yang dipakai juga bekerja sebagaimana mestinya.

"Termasuk aliran listrik di lima sekolah induk," sambungnya.

Pihaknya memang melakukan antisipasi terhadap pemadaman listrik saat ujian berlangsung dengan mengirimkan surat permohonan tidak memadamkan listrik kepada PLN Cabang Pariaman.

"Selain itu seluruh sekolah induk telah menyiapkan mesin genset untuk langkah antisipasi," imbuhnya.

Kadisdikpora Kota Pariaman Kanderi mengatakan ujian nasional tingkat SLTP di Kota Pariaman diikuti 2.066 pelajar dari 17 sekolah penyelenggara. Dari semua sekolah tersebut kata dia, tidak semua sekolah bisa melaksanakan UNBK, terutama bagi MTsN dan sekolah swasta.

"1.461 peserta didik SLTP akan mengikuti UNBK, sedangkan 605 siswa MTsN dan swasta masih menerapkan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)," jelasnya.

TIM