Taruna BP2IP Tiram Ikuti Simulasi Tsunami




Dalam rangka upaya pengurangan resiko bencana dan ancaman bahaya gempa dan tsunami, Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran (BP2IP) Tiram Padangpariaman bekerjasama dengan BPBD Sumbar dan BPBD Padangpariaman, menggelar Sosialisasi dan Simulasi Tsunami.

Acara yang dilaksanakan di Kampus BP2IP,
Senin (14/11), di Ulakan Tapakis tersebut diikuti oleh semua Taruna Diklat yang berjumlah 60 orang ditambah seluruh karyawan dan karyawati setempat.

Menurut Kepala BP2IP Mugen S Sartoto, sosialisasi dan simulasi itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman dan pelatihan bagi karyawan dan taruna dalam menghadapi ancaman bencana gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Hal ini sangat penting dalam proses evakuasi karena jarak pantai dengan tempat yang lebih tinggi (di BP2IP) cukup jauh," katanya.

Disaat yang sama Kepala BPBD Padangpariaman Amiruddin menambahkan, pelatihan dan simulasi sangat penting dilakukan mengingat kampus BP2IP berdiri di pesisir pantai yang merupakan zona paling beresiko terhadap ancaman tsunami.

"Meskipun secara struktur bangunan BP2IP didesain cukup kokoh untuk menahan gempa, bangunan juga dapat digunakan sebagai shelter dengan struktur bangunan bertingkat dengan tinggi lebih dari 12 meter," sebut Amiruddin.



Hadir sebagai pemateri Ade Edward selaku ahli geologi dari BPBD Sumbar didampingi Andrea Azhar dari Pusdalops dan Amiruddin didampingi Yendri, dari BPBD Padangpariaman. Instruktur simulasi gempa dan tsunami oleh Heriyanto dari Bumi Ceria.

Yendri Munir, TKIP BPBD Padangpariaman
Editor OLP