Polda Sumbar Akan Tindak Toko Obat dan Apoteker yang Jual Obat Palsu dan Ilegal




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, mengajak pihak terkait dan peran stakeholders mengedukasi dan mensosialisasikan obat palsu dan ilegal agar tidak merugikan masyarakat akan dampak yang ditimbulkannya.

Hal itu disampaikan Genius pada acara seminar sehari Apoteker Indonesia di Aula Balaikota, Minggu (13/11). Seminar bertajuk "Mencairkan Gunung Es Obat Ilegal dan Tips/Trik Punya Apoteker Sendiri" itu dihadiri oleh Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombespol Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, Kepala Balai Besar BPOM Padang Zulkifli.

Sedangkan narasumber menghadirkan Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldy, Staf Ahli Yutiardy Rivai, Kadis Kesehatan Bachtiar, Kepala Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sumbar.

"Kita harus dapat menyikapi hal ini dengan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan diharapkan permasalahan obat ilegal ini tidak menjadi ketakutan masyarakat untuk berobat dan mengkonsumsi obat yang sesuai dengan standar kesehatan," lanjut Genius di depan ratusan peserta apoteker yang berasal dari kota dan kabupaten itu.

Terkait maraknya penyalahgunaan obat psikotropika yang dijual tanpa resep dokter di Sumatera Barat saat ini, Genius mengharapkan peran tenaga keapotekeran untuk mengawal masuk keluarnya obat yang tergolong bersifat adiktif itu.

"Pemberian obat psikotropika yang memiliki efek hipnotik sedatif yang dapat menyebabkan adiktif harus melalui resep dokter," tegas Genius yang beristrikan seorang dokter ini.

Sementara itu Kumbul Kusdwijanto Sudjadi mengatakan, saat ini di Sumatera Barat ada 63 ribu warga yang kecanduan narkoba. Angka tersebut sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian semua pihak.

Kepolisian menurutnya akan terus menindak setiap peredaran narkoba. Untuk obat ilegal dan obat palsu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPOM Padang.
 

"Terkait obat palsu yang beredar kita akan mulai penindakan terhadap toko obat dan apoteker yang melanggar aturan mulai tahun depan," jelasnya.

TIM