Cabai Meroket, Genius Imbau Masyarakat Tanam 10 Batang Cabai Tiap Rumah




Meroketnya harga cabai di pasaran menjadi perhatian serius oleh pemerintah provinsi Sumbar dan Pemko Pariaman.

"Kita mengimbau, ini termasuk imbauan Bapak Gubernur dan walikota agar setiap rumah menanam paling tidak 10 batang bibit cabai di setiap perkarangan rumah," ujar Wakil Walikota Pariaman Genius Umar di Balaikota Pariaman, Jumat (18/11), usai pelepasan kontingen Porprov Kota Pariaman.

Menurut Genius, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan domestik atau minimal untuk memenuhi konsumsi keluarga sehingga dapat menekan harga cabai di pasaran.

Saat ini, imbuhnya, Dinas Pertanian Kota Pariaman melalui unit kerja sedang melakukan penyuluhan ke setiap desa dan kelurahan hingga ke rumah-rumah perihal gerakan menanam cabai.

Untuk saat ini, sebut Genius, pihaknya belum ada membagikan bibit gratis, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga murah di pasaran.

"Tapi dalam waktu dekat akan kita bagikan secara gratis kepada masyarakat bibit aneka cabai untuk ditanam di rumah masing-masing," ungkap Genius meyakinkan.

Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyambut baik langkah gerakan menanam cabai di perkarangan rumah masyarakat.

"Cabai dapat tumbuh dengan subur untuk iklim Kota Pariaman. Jika rumah minim pekarangan, cabai bisa ditanam dalam polibek atau pot. Bagaimana pupuk yang baik, tentu akan dituntun oleh Dinas Pertanian," ujar Mardison.
 

Sebagaimana dikabarkan, naiknya harga cabai disebabkan minimnya pasokan dari petani ke pedagang. Kenaikan juga disebabkan karena curah hujan tinggi yang mempengaruhi hasil panen petani cabai di sejumlah daerah.

Harga cabai di pasar Pariaman dalam satu minggu terakhir berkisar di rentang harga Rp75 hingga Rp95 ribu/kilogram untuk jenis cabai merah keriting.
 

OLP