Berdampak Ekonomi "Sabiju Liber" Diluncurkan di Pariaman




Kota Pariaman launching Bank Sampah "Sabiju Liber" atau sampah bisa jadi uang -- lingkungan bersih, Kamis (25/11) di Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat. Hal itu dilakukan oleh Pemko Pariaman untuk mengurai permasalahan sampah keluarga dalam mengurangi jumlah pembuangan ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

"Gunanya untuk mengelola sampah kering secara kolektif oleh masyarakat dalam memilah, menampung dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi," ujar Kepala BLH Kota Pariaman Saiful Rizal didampingi Direktur Bank Sampah Pariaman, Mayfaldi.

Sampah bernilai ekonomi tersebut, sambung dia, akan dapat menambah pemasukan ekonomi masyarakat.

Bank Sampah sendiri, sambung dia lagi, dibentuk atas instruksi walikota yang menargetkan Pariaman sebagai kota bersih di 2018. Dalam pembinaan terhadap bank sampah, ucap dia, pihaknya telah melakukan pembinaan akan potensi sampah menjadi berkah kepada masyarakat.

Saat ini, ungkap dia, Kota Pariaman sudah memiliki sebanyak tujuh bank sampah yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan- yakni, Desa Kampung Baru, Bungo Tanjuang, Rawang, Koto Marapak, Kelaurahan Jati Hilir,

Saat ini, jumlah bank sampah melalui gerakan masyarakat, gerakan sekolah dan gerakan pemula untuk tingkat desa / keluarahan berjumlah 29 bank sampah yaitu di desa kampung Baru, Desa Bungo Tanjung, Desa Rawang, Desa Koto Marapak, Palak Aneh, Taluak dan Kelurahan Jati Hilir.

"22 bank sampah lainnya, terdapat di sejumlah sekolah-sekolah yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu," sebutnya.

Direktur Bank Sampah Kota Pariaman Mayfaldi, menambahkan, keberadaan bank sampah di tengah masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan potensi ekonomi dari sampah keluarga disamping pentingnya menjaga kebersihan di wilayah tersebut.

“Nah, dengan adanya bank sampah, pengelolaan sampah bisa menjadi lebih positif dan bahkan menguntungkan. Selain itu kedepan kita akan menargetkan setiap desa/kelurahan memiliki minimal satu bank sampah begitu juga dengan sekolah-sekolah," ujarnya.

TIM