Lipsus DPRD: Selamat Jalan Devaria




Ratusan pelayat hadiri penghormatan terakhir jenazah Devaria di gedung DPRD Kota Pariaman, Rabu (19/10) pukul 11.00 WIB. Pelepasan jenazah dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin didampingi wakil dan sejumlah anggota dewan.

        Pidato pelepasan jenazah di gedung DPRD Kota Pariaman oleh Ketua DPRD

Tampak hadir menyaksikan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin, para tokoh masyarakat, SKPD, unsur sekretariat DPRD serta pihak keluarga.




Usai penghormatan terakhir, jenazah dibawa ke mesjid terdekat menggunakan ambulance dan langsung disemayamkan di TPU Nareh. Seluruh anggota dewan terlihat bergantian mengusung keranda jenazah. Ketua DPRD Mardison Mahyuddin dan Anggota DPRD Fitri Nora tak kuasa menahan airmata kesedihan mereka.




Dari berbagai keterangan yang dihimpun wartawan, dikabarkan Devaria mengehembuskan nafas terakhir di atas mobil yang membawanya dari Bandara Cengkareng menuju Rumah Sakit Atmajaya di Pluit Jakarta sekitar pukul 20.30 WIB. Sesampai di RS tersebut, setelah diperiksa, dokter menyimpulkan penyebab kematian Devaria akibat komplikasi penyakit asam lambung dan serangan jantung.




Devaria bersama rombongan Pansus Ranperda Pengelolaan Pasar yang berjumlah sepuluh orang itu terbang dari BIM menuju Jakarta pada hari Selasa (18/10) pada pukul 17.30 WIB untuk melakukan studi banding ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan RI.

Sesampai di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng sekitar pukul 19.30 WIB, Devaria langsung menuju toilet bandara untuk buang air kecil. Lama tak keluar, anggota DPRD Hasno Welly dari PDIP menyusul dan menemukan Devaria tersandar di ruang tersebut.

Dalam sekejap Hasno langsung memapah Devaria keluar dan memberi tahu teman lainya. Di bandara itu Devaria dikabarkan sempat muntah beberapa kali. Hasno Welly dkk segera melarikan Devaria ke rumah sakit terdekat. Malang tak dapat ditolak, Devaria mengehembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke RS Atmajaya di bilangan Pluit.

Mengetahui Devaria sudah berpulang, seluruh anggota Pansus lainya yang lebih dulu tiba di Jakarta langsung datang di RS Atmajaya. Mardison Mahyuddin selaku kepala rombongan memutuskan untuk membatalkan seluruh kegiatan Pansus dan berupaya menerbangkan jenazah malam itu juga.

Jenazah Devaria diterbangkan dari Bandara Soeta menuju BIM pada pukul 05.20 WIB dan sampai di rumah duka di Balai Nareh sekitar pukul 09.00 WIB. Di rumah duka jenazah dimandikan selanjutnya di bawa ke gedung DPRD untuk dilakukan penghormatan terakhir sesuai protokoler.

Devaria dilahirkan di Desa Balai Nareh Pariaman Utara pada tanggal 4 Februari 1969. Devaria meninggalkan seorang istri bernama Azarni (45) dan empat orang anak; Siska Deni Fajri (19), Muhammad Jihad (16), Seskiatul Husni (14) dan Salsabila Deuni (11).

Sebelum menjabat anggota DPRD Kota Pariaman selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) dari fraksi Golkar, Devaria juga pernah menjabat Kepala Desa Balai Nareh selama dua periode dari tahun 1999 hingga tahun 2009.

OLP