Pemko Pariaman Siapkan Koordinasi 12 SKPD Siaga Bencana


Kepala BPBD Yaminurizal



Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) targetkan 52 desa dan kelurahan siaga bencana terbentuk pada tahun 2016. Dari 71 desa/kelurahan yang ada, kata Kepala BPBD Kota Pariaman, Yaminurizal, pada tahun 2015 sudah terbentuk 27 desa/kelurahan siaga bencana.

"Program itu sedang berjalan dan sudah teranggarkan untuk 25 desa/kelurahan siaga bencana di tahun 2016 ini dan sepenuhnya (untuk semua desa/kelurahan) di tahun 2017," kata Yaminurizal melalui sambungan seluler, Kamis (21/4).

Menurutnya, untuk setiap desa/kelurahan akan dilatih masing-masing 20 personel dengan pelatihan dasar tanggap darurat bencana seperti, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), langkah evakuasi, membuat tenda darurat, pemadaman kebakaran dan pendirian dapur umum.

"Saat ini kita masuk cuaca ekstrim, BPBD selalu dalam siaga penuh. Disamping itu Pemko Pariaman telah membuat koordinasi 12 dinas (SKPD) dan kecamatan dalam rangka penanggulangan bencana," ungkapnya.

Terkait tingginya curah hujan dan ancaman banjir, kata dia, pihak Pemko Pariaman sudah melaksanakan program pembenahan drainase sejak tahun 2012 yang berdampak positif di beberapa desa.

"Dulu jika curah hujan tinggi di Desa Marunggi selalu banjir, sekarang tidak lagi. Untuk Desa Cimparuah persoalan situasionalnya adalah pintu air atau irigasi dan kerendahan jalan. Jalan keluarnya memang harus dilakukan normalisasi," jelasnya.

Dia menegaskan banjir di Pariaman tidak akan terjadi menyeluruh jika curah hujan normal dan tidak dipengaruhi pasang air laut.

"Salah satu penyebab banjir besar beberapa waktu lalu disebabkan pasang laut juga sedang naik sehingga tidak menyerap air dari aliran sungai," sambungnya.

Penyebab lainnya, tuntas dia, akibat curah hujan sangat tinggi hampir di seluruh wilayah Sumbar yang luapannya menuju muara di Pariaman.

"Sifat situasional itu disebabkan oleh fenomena alam," tutupnya.

Dampak banjir besar Pariaman beberapa waktu lalu tersebut diakui memang timbulkan ketakutan bagi warga saat curah hujan mengguyur.

"Jika hujan lebat saya selalu was-was takut banjir terulang," kata Asril (48), warga Kelurahan Alai Gelombang, Pariaman Tengah yang ruang dalam rumahnya tergenang air hingga 30 cm pada banjir besar lalu.

OLP