Mukhlis: Selain Punya Ilmu Beladiri, Satpol PP Harus Humanis




Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, sebutkan setiap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki kemampuan beladiri karena sangat dibutuh saat bertugas.

"Tujuannya agar personel Satpol PP siap dan tangguh dalam menjalankan tugas sebagai penegak Peraturan Daerah, dan memiliki mental yang kuat, fisik yang sehat serta mampu berinteraksi dengan masyarakat melalui pendekatan persuasif," katanya saat menghadiri seleksi ilmu bela diri calon tenaga kontrak Satpol PP di Balairung, Pendopo Rumah Dinas Walikota, Minggu (27/3).

Selain ilmu beladiri, Satpol PP secara individu harus pula memiliki karakter dan perilaku yang humanis dan baik agar disenangi masyarakat saat menjalankan tugas.

"Tidak semua masyarakat bisa memahami tugas pokok personel Satpol PP, maka dari itu pemerintah lah yang harus bisa memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat agar tidak terjadi gesekan," jelas dia.

Tupoksi Satpol PP, menurut dia sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2010 yakni melakukan tindakan penertiban non yustisial atas pelanggaran Perda atau Peraturan Kepala Daerah dengan tetap menjunjung tinggi norma hukum, agama, hak asasi manusia (HAM) serta norma sosial lainnya yang berkembang di dalam masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pariaman, Handrizal Fitri, menyebutkan seleksi ilmu bela diri bagi calon anggota Satpol PP itu dilaksanakan selama dua hari 27 s/d 28 Maret.

"Sebelumnya mereka telah kita seleksi secara administrasi, bagi yang telah lolos tahap awal maka langsung diseleksi ilmu bela dirinya," ujarnya.

Menurut dia, tenaga kontrak Satpol PP Kota Pariaman yang akan diterima adalah sebanyak 60 orang, 50 orang laki-laki dan 10 perempuan.

Terpisah Ajo Izul (32) salah seorang warga Pariaman mengaku dengan adanya pembekalan ilmu bela diri dan kepribadian yang ditanamkan kepada personel Satpol PP hendaknya berjalan sesuai aturan yang ditetapkan.

Ia menilai saat ini masih ada oknum Satpol PP dalam menjalankan tugas dengan menggunakan tindakan non persuasif serta dapat menimbulkan rasa kurang senang dari masyarakatnya sendiri.

"Memang tidak semua seperti itu, dan kita harapkan di Pariaman tidak pernah terjadi, namun kami berharap Kepala Daerah tetap mengontrol para anggota Satpol di lapangan jika terjadi operasi penertiban," kata dia.

TIM