Indra J Piliang, Tarok City Langkah Strategis Menapak Modernisasi

Bupati Ali Mukhni ajak seluruh OPD Padangpariaman tinjau kawasan Tarok City. Foto: Andri Satria Masri
Kawasan Tarok City menjadi fokus berita di pelbagai media pasca Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyampaikan hasil kajian akademisi tentang perputaran uang hingga Rp2 miliar per hari jika kawasan tersebut terwujud. Rp730 miliar setahun itu setara dengan APBD tahunan beberapa kabupaten/kota yang ada di provinsi Sumatera Barat.

Menurut bupati, di lahan seluas 697 hektar itu nantinya akan dibangun puluhan instansi pendidikan skala besar, sarana olahraga terbaik, rumah sakit vertikal, perkantoran dan balai diklat.

"Menurut kajian para akademisi disampaikan ke saya, Tarok City nantinya diperkirakan akan dihuni sekitar 100 ribu orang. Jika mereka membelanjakan Rp20 ribu saja per hari, berarti perputaran uang Rp2 miliar," ungkap Ali Mukhni, Jumat (2/6/2017), di Pendopo Bupati di Karanaur, Pariaman.

Ia juga mengatakan dalam bulan suci Ramadahan 1438 Hijriyah ini pihaknya mendapat berkah dengan adanya rencana pembangunan salah satu universitas di kawasan tersebut tahun 2017 ini.

Terpisah, tokoh muda Piaman yang berkiprah di kancah politik nasional Indra Jaya Piliang menyambut baik rencana pembangunan kawasan terpatu/Tarok City di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Padangpariaman.

IJP karib politisi Golkar pusat itu disapa, mengatakan rencana pembangunan Tarok City merupakan langkah strategis bagi Kabupaten Padangpariaman untuk menapak laju modernisasi.

"Saya memberikan dukungan penuh atas rencana itu," ungkap IJP, Senin (5/6/2017), saat dihubungi.

Ia bahkan menanyakan apakah pembangunan kawasan tersebut nantinya sudah mencakupi segala aspek. Tarok City menurut dia mesti melibatkan segala unsur lapisan masyarakat termasuk dari kalangan muda.

"Tapi, apakah rencana itu hanya untuk konsumerisme? Pendidikan? Atau hanya diperuntukan bagi kalangan menengah dan atas? Pemda Padangpariaman perlu melibatkan stakeholders lokal guna mewujudkan Tarok City itu," sebut IJP.

Karena Tarok City meliputi ragam aspek, menurut dia bupati mesti mendengar masukan dari segala unsur lapisan masyarakat, terutama kalangan muda.

"Kalangan muda perlu ditanya pendapatnya, mengingat merekalah nanti yang bakalan menghadapi perkembangan kota baru itu. Mereka kini mungkin masih menempuh pendidikan menengah, tetapi ke depan, mereka bakal menjadi keluarga-keluarga baru yang bertarung di area sana," tutur aktivis reformasi 1998 itu.

Kawasan Tarok, imbuh IJP juga merupakan sumber air bersih Padangpariaman. Ia mengimbau pemerintah mempersiapkan amdal agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan air bersih.

"Selama ini, kawasan Tarok kan memang sudah banyak dihuni oleh warga berbagai etnis, termasuk dari Jawa. Kesiapan Tarok saya kira cukup. Cuma, jangan sampai mengganggu sumber air penduduk Padangpariaman dan Kota Pariaman," sebut penulis novel Pinangan dari Selatan itu.

Penulis artikel "Harimau Kapalo Hilalang" itu menegaskan pembangunan mesti memihak kepada warga. Hal tersebut mesti dipikirkan dari sekarang sencara komperehensif karena tak jarang terjadi sebuah pembangunan malah meminggirkan masyarakatnya sendiri.

"Jangan sampai rakyat mendapatkan gedung semata, lalu pendatang yang banyak, tapi kehilangan cakar alam, kehilangan air, kehilangan keindahan. Apalagi kita tahu, warga juga menyerahkan tanah ulayatnya," pungkas orang kepercayaan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

OLP