Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Forum Kabupaten Sehat Untuk Masyarakat

25 Agustus 2015 | 25.8.15 WIB Last Updated 2015-08-25T14:39:20Z


Oleh:
Rahmat Tuanku Sulaiman
Ketua Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman



Masyarakat Pariaman dikenal dengan budaya cimeehnya, kakobehnya yang melihat sesuatu itu dimulai dari sikap antipati, melemahkan sebuah ide baru atau mematahkan. Sebagai masyarakat pantai, mereka punya suara yang keras dan tidak suka diajari atau didikte. Bahkan kata elit politik Sumbar, ingin menaklukan masyarakat Sumatera Barat, taklukan dan kuasai dulu masyarakat Pariaman. Begitu kuat dan kentalnya budaya Pariaman.

Maka merubah budaya dan prilaku masyarakat Pariaman ke arah lebih baik, tidak bisa dengan mengatakan tradisinya tidak baik, ini salah, ini tidak benar dan sebagainya. Tetapi harus melakukan perubahan dari dalam atau dikenal dengan pembangunan secara partisipatif, dengan menjadikan dan menempatkan mereka (masyarakat) sebagai subjek atau pelaku pembangunan. Memerankan tokoh mereka, orang yang kecek nan badanga, pandai nan baturuik. Sehingga muncul sebuah ungkapan “kita adalah mereka dan mereka adalah kita”. Tidak boleh ada jarak dengan masyarakat.

Sebagai wilayah yang menjadi sumber datangnya Islam, yang dikenal dengan istilah syarak mandaki, adaik manurun maka pendekatan keagamaan lebih efektif dilakukan di samping pendekatan-pendekatan lainnya. Dalam budaya Pariaman dikenal, syarak mangato, adaik mamakai. Artinya apa yang dijelaskan agama, itulah yang harus dijadikan adat. Sebab adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Dalam Al Quran, surat Ar ra’du ayat 11 Allah berfirman, Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka mau merubah nasib mereka sendiri”. 

Maka menyikapi kondisi dan tantangan kebiasaan dan kakobeh masyarakat padang pariaman tersebut, maka strategi yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat Padangpariaman sehat adalah menjadikan tantangan menjadi peluang, menjadikan budaya cimeeh sebagai social capital atau modal social. Budaya cimeeh tersebut dijadikan sebagai penggerak pembangunan, sebagai sesuatu yang potensial.

Dalam kaedah agama dikatakan “Memelihara kebiasaan lama yang baik dan mengadopsi kebiasaan baru yang lebih baik”
 
Melibatkan ninik mamak, alim ulama cerdik pandai, pemuda dan bundo kandung yang merupakan natural leader sebagai agent of change, agent of development, kecek badanga, pandai baturuik (kata pemimpin didengar, ilmunya diikuti). Akhirnya tanpa mereka sadari perubahan itu telah terjadi dan merekalah yang melakukan perubahan itu.

Padangpariaman sudah melakukan program terobosan yaitu Padang Pariaman Sehat dan sudah dicanangkan langsung oleh menteri kesehatan RI pada tanggal 22 bulan februari tahun 2015 dan dituangkan dalam peraturan bupati Padang Pariaman nomor 5 tahun 2015.

Program terobosan ini menggeser paradigma pelayanan kesehatan dari sebelumnya didatangai, sekarang mendatangi masyarakat, menanyakan kondisi kesehatan masyarakat dan memfasilitasi pencarian solusi pengobatannya.

Maka menjadi strategis kehadiran forum kabupaten sehat sebagai wadah masyarakat dalam pembangunan kesehatan tersebut. Menggeser paradigma dari sebelumnya hanya berobat atau mengobati menjadi mencegah munculnya penyakit. Kehadiran forum menyepakati dan mengkampanyekan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Setelah dianalisis secara mendalam, ternyata penyebab munculnya penyakit itu adalah bermula dari pola dan prilaku hidup yang tidak bersih dan sehat. 

Maka dengan hadirnya forum kabupaten sehat, yang diisi oleh kalangan masyarakat, di Padang Pariaman Forum Kabupaten Sehatnya dipimpin oleh seorang Tuanku, tokoh agama di Padang Pariaman. Diharapkan bisa mewujudkan budaya dan prilaku hidup masyarakat menjadi prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Artinya pembicaraan tentang kesehatan masyarakat, tidak hanya dilakukan oleh tenaga medis saja, seperti dokter dan lain sebagainya. Tetapi ninik mamak, alim ulama juga hadir dan ikut bicara tentang kesehatan kepada kemenakannya dan kepada jamaahnya. Sehingga tema-tema kesehatan menjadi lebih membumi dan merakyat.

Oleh karena itu konsep kabupaten sehat tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan semata, tetapi lebih kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani

Konsep Kabupaten Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kabupaten yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian wilayah. lebih bertujuan kepada ‘good governance’. 

Kabupaten Sehat juga merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat menuju hidup sehat.
Secara umum pengertian kabupaten sehat adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan produktivitas, serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya.

Tercapainya kondisi kabupaten yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayahnya. 

Program yang dilakukan oleh forum lebih penekanannya kepada gerakan bersama sesuai dengan motto daerah Padang Pariaman Saiyo Sakato, maka dengan saiyo sakato, saayun salangkah maka akan terwujud masyarakat padang pariaman yang sehat.

Gerakan yang dilakukan oleh Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman adalah sebagai berikut : GEMAS : Gerakan Masyarakat Ambil Sampah, GEMAR CTPS : Gerakan Masyarakat Cuci Tangan Pakai Sabun, SUMARAK PHBS : Satuan Masyarakat Penggerak Prilaku Hidup Bersih dan Sehat, Program Jumat Bersih, Sabtu Hijau dan Minggu Sehat

Gerakan bersama yang lahir dari masyarakat yang difasilitasi oleh Forum bersama pemerintah daerah dengan melibatkan segala fihak dalam gerakan tersebut diharapkan bisa mewujudkan masyarakat Padang Pariaman Sehat.

Langkah-langkah yang dilakukan :

      Penataan Kelembagaan Kabupaten Sehat  di Tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Nagari
      Pembagian tugas Forum Kabupaten Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat dan Pokja Nagari Sehat
      Melakukan koordinasi dengan Tim Pembina
      Melakukan komunikasi, sosialisasi dan advokasi.
      Melakukan pemetaan kawasan binaan potensial.
      Inventarisir potensi kekuatan ekonomi melalui pola padat karya/Pemberdayaan Masyarakat
      Menjalin kerjasama yang searah dengan seluruh stakeholder (Eksekutif, Legislatif maupun Masy).
Akhirnya melalui forum Kabupaten Sehat ini, masyarakat bisa menjadi dokter terhadap diri sendiri, berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan sekitar serta berprilaku hidup bersih dan sehat. Semoga
×
Berita Terbaru Update