Lipsus Pariaman Triathlon 2014: Dari Penuhnya Semua Hotel Hingga Mengejutkannya Eva Desiana (Putri Piaman) Juara 1 Singkirkan Atlit Nasional




Pariaman Triathlon 2014 resmi dibuka oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman di Pantai Gandoriah Pariaman, Sabtu, (29/11). Di hari pertama dari dua hari jadwal lomba (29-30/11), panitia memperlombakan tiga kategori lomba sekaligus, yaitu, kategori Individual Youth Duathlon, kategori Duathlon Relay untuk kalangan PNS Perusahaan dan Wartawan, kemudian kelas profesional Individual Duathlon.




Untuk hari pertama lomba nasional Pariaman Triathlon 2014 itu, kategori Individual Youth Duathlon para atlit dengan usia 15 s/d 21 tahun tersebut wajib lari marathon sejauh 1,2 Km mengitari Pantai Gandoriah, kemudian dilanjutkan balap sepeda sejauh 5 Km, seterusnya lari menuju garis finish menempuh jarak 1,2 Km. Dalam kategori Duathlon, lomba renang tidak disertakan.

Untuk kategori Individual Youth Duathlon ini panitia menyediakan hadiah uang tunai dengan total jumlah Rp. 15.500.000,-. Dari puluhan atlit yang berlaga di lomba tersebut, Kevin Ariyanto, peserta No. 4 berhasil finish diurutan pertama. Kemudian disusul oleh Basirun, peserta No.1 di urutan ke-2 dan Rizky Aditya Rizal, peserta No. 10 di posisi ke-3.

Untuk kategori lomba Duathlon Relay kalangan PNS Perusahaan dan Wartawan, peserta terdiri dari dua orang atlit yang saling estafet dalam setiap pergantian ajang. Dalam kategori ini setiap atlit harus lari sejauh 1,2 Km kemudian dilanjutkan balap sepeda sejauh 1,2 Km diganti temannya, dan kembali lari menuju garis finish sejauh 1,2 Km digantikan kembali oleh pasangannya yang tergabung dalam satu tim.

Pasangan Kaderi dan Asep, dengan No peserta 58 dari NTB juara 1 dalam lomba ini, kemudian disusul oleh pasangan Feri Junaidi dan Ady Ahmad Sukardi, peserta No 57 di urutan ke-2. Juara ke-3 dalam kategori lomba kelas standar tersebut disabet oleh pasangan Irvan Firmansyah dan Agustinus Benu, peserta dengan No 53. Untuk kategori ini, panitia Pariaman Triathlon menyediakan hadiah uang tunai dengan jumlah total Rp. 21.500.000,-.

Di ajang lomba kelas profesional  Individual Duathlon yang di ikuti puluhan atlit-atlit nasional, TNI/Polri, dan internasional seperti dari Rusia, Algeria, Rumania, Inggris, Zimbagwe dan tuan rumah Indonesia, dimenangkan oleh Jauhari Johar (104) asal Palembang, disusul urutan ke-2 oleh Taufik (128) dari Jawa Barat dan Yan Bahtiar (125) dari NTB di urutan ke-3. Sedangkan untuk kategori putrinya, secara mengejutkan dimenangkan oleh Eva Desiana (110) dari Padangpariaman.

Atlit putri berusia 26 tahun tersebut jauh meninggalkan pesaing-pesaingnya di kelas profesional paling berat tersebut. Meski setelah mencapai garis finish Eva Desiana hampir tak sadarkan diri dan ditandu tim medis, dia membuat bangga semua penonton dan pejabat yang ikut menyaksikan acara tersebut.

Untuk diketahui, kategori kelas profesional  Individual Duathlon yang juara 1 nya diraih oleh Eva Desiana tersebut, untuk atlit putra dan putrinya sebelum menginjakan kaki digaris finish harus marathon sejauh 10 Km, kemudian dilanjutkan bersepeda sejauh 20 Km dan terakhir kembali berlari sejauh 5 Km. Dikelas profesional ini, panitia menyediakan total hadiah uang tunai sebesar Rp. 53.500.000,-

Menurut Presiden Federasi Triathlon Indonesia, disingkat FTI, Mark Sungkar, Pariaman Triathlon 2014 adalah yang pertama diadakan di Sumatera Barat dan Kota Pariaman termasuk sukses sebagai tuan rumah penyelenggara. Ayah Sireen Sungkar itu menyebutkan, untuk tahun depan Pariaman Triathlon sudah bisa sebagai tuan rumah Triathlon tingkat Internasional.

"Ekspektasi saya, karena Pariaman baru pertama kali sebagai penyelenggara, saya hanya perkirakan pesertanya seratusan, ternyata peserta lebih dari 200 atlit, baik lokal, nasional dan mancanegara," puji mantan suami artis senior Fanny Beauty tersebut.

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan, meski dikatakan Mark Sungkar peserta terbilang banyak namun menurut dia sangat sedikit. Untuk itu, kata Walikota, semua kekurangan di penyelenggaraan pertama ini akan dievaluasi, sebab Pariaman Triathlon akan dijadikan kalender olahraga tahunan Pemko Pariaman untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Pariaman.

"Semua hotel dan homestay yang ada di Kota Pariaman penuh oleh acara ini. Kota Pariaman selalu ramai karena kita tiap bulannya selalu mengadakan perlombaan skala nasional agar Kota Pariaman ramai dikunjungi. Bahkan, selain olahraga nasional, saya diusulkan DANDIM untuk menggelar olahraga tradisional Panjat Beruk untuk juga dimasukan kalender wisata. Artinya, Pariaman siap menjadi Kota tujuan wisata nasional dan Internasional. Untuk para investor jangan takut bangun hotel di Pariaman, karena Kota Pariaman selalu ramai. Hotel dan resort yang dibangun PT Safari di Pantai KATA Pariaman tahun depan diperkirakan sudah siap dan bisa dioperasionalkan." kata Mukhlis semangat.

Oyong Liza Piliang