7 Bacaleg Terkuat Dapil Pariaman Tengah
Ilustrasi Pileg 2019. Foto/istimewa/internet
Pariaman Tengah dijuluki dapil neraka di tiga pembagian wilayah dapil pemilu legislatif 2019 tingkat kota Pariaman. Nama-nama baru akan bertarung mati-matian, karena di dapil tersebut terdapat beberapa politisi yang telah lama membumi. Punya basis dan dikenal lama berkiprah kepada masyarakat di dapil yang memiliki lebih dari 20 ribu DPT ini.

Dari 20 kursi DPRD Kota Pariaman, tujuh kursi akan diperebutkan di dapil Pariaman Tengah. Lalu kenapa disebut dapil neraka? Pertarungan di dapil ini selalu sengit dengan selisih suara yang tidak terlalu mencolok.

Di beberapa pileg tahun sebelumnya, di dapil ini terdapat beberapa nama moncer seperti Mardison Mahyuddin, Zalman Zaunit serta Ibnu Hajar. Ibnu Hajar pindah ke dapil Pariaman Timur dan Selatan setelah dapil Pariaman dibagi menjadi tiga dapil pada pileg 2014.

Untuk Mardison dan Zalman Zaunit. Dua nama ini bahkan pernah diklaim akan terus terpilih jika mereka terus maju di dapil tersebut untuk kursi DPRD kota. Sama ihwalnya jika almarhum Devaria masih hidup dan maju di dapil Pariaman Utara. Mereka adalah tokoh yang memiliki basis masa yang jelas. Terukur dan militan.

Bagaimana dengan pileg 2019 yang akan dihelat April 2019? Beruntung bagi kandidat lainnya. Lawan berat itu telah naik kelas. Mardison yang terpilih sebagai wakil walikota Pariaman tidak mungkin maju di pileg 2019. Begitu juga dengan Zalman Zaunit. Terpilih tiga kali berturut, Zalman Zaunit maju di Pileg Sumbar 2014, dan ia terpilih. Pada pileg 2019, ia juga maju untuk memperebutkan kursi dewan Sumbar. 

Tiga saingan berat telah berlalu. Mardison, Zalman dan Ibnu. Nama Ibnu dimasukkan karena ia terpilih dua kali berturut di dapil Pariaman Tengah (2004 dan 2009). Saat ia maju di dapil timur dan selatan di pileg 2014, kursinya direbut oleh rekan se partainya, Fawzi.

Seiringnya, dapil Pariaman Tengah dengan tujuh kursinya, saat ini jadi medan tarung lebih dari seratus bacaleg. 16 parpol mendaftarkan bacaleg yang punya nama plus petahana yang pada pileg sebelumnya mendapatkan kursi di dewan.

Dari ratusan nama tersebut, kami mencoba merangkum beberapa nama yang memiliki peluang besar. Kita tidak mengulas dari partai mana ia bernaung.

Mari kita telisik. Meski DCT caleg belum resmi diumumkan oleh KPU Pariaman, sejumlah nama politisi dapil Pariaman Tengah sudah mengemuka.

Beberapa nama yang kami sebutkan ini bukanlah hasil jajak pendapat. Bukan iklan? Namun murni dari pengamatan yang sifatnya subjektif. Meski demikian patut menjadi kajian bagi para petarung baru di dapil tersebut.

Pertama, Iskandar. Iskandar pada pileg 2014 lalu kalah tipis dari rekan se partainya Syafinal Akbar. Peluang Iskandar cukup besar pada pileg 2019 dengan alfanya Mardison Mahyuddin pada pileg tahun ini. Basis suara Mardison dan Iskandar sama-sama desa Kampung Baru. Dengan tidak majunya Mardison, jalan Iskandar diprediksi terbuka lebar.

Kedua, Yusra Jaya. Yusra terpilih pada pileg 2009 tapi tak maju pada pileg 2014. Ia ancaman serius bagi caleg lain yang memiliki basis di Kelurahan Pasir, Kampung Baru, Lohong dan Pauh Barat.

Ketiga Life Iswar. Pesaing terdekat satu partai Mardison di pileg 2014. Kampung Jao, Kampung Perak penyumbang terbesar suaranya. Ia mengantongi lebih dari 700 suara di pileg 2014. Dengan tidak majunya Mardison, peluang besar bagi Life Iswar.
 

Keempat Yulius Danil. Ia merupakan salah satu peraih suara terbanyak di pileg dapil Pariaman Tengah pada 2009. Basis massanya yakni Desa Cimparuah, desa dengan lumbung suara terbesar kedua di Pariaman Tengah setelah desa Kampung Baru. Pada pileg 2014 ia tak mencalonkan diri.

Kemudian ada tiga nama lagi yang juga merupakan petahana di pileg 2019 untuk dapil Tengah. Mereka Syafinal Akbar, Hamdani dan M. Fadly. Tiga nama ini memiliki potensi besar kembali merebut kursinya saat ini. Lawan terberat mereka tentu saja rekan se partai dan se basis. (OLP)
50 Orang Pencaker Pariaman Terima Pelatihan Keterampilan
Genius Umar memasangkan kokarde kepada salah seorang peserta diklat di Aula Pondok Indah, Kp.Pondok Pariaman. Foto/Eri
Pariaman ----- Sebanyak 50 orang warga Pariaman ikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja tahun 2018 di Aula Pondok Indah, Kampung Pondok Pariaman, Jumat (3/8).

Acara tersebut sengaja diselenggarakan oleh Pemko Pariaman melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pariaman.

Para peserta yang mengikuti diklat tersebut sebelumnya telah lolos seleksi tertulis dan wawancara oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pariaman. Dari 152 orang yang mendaftar, dinyatakan 50 orang tersebut lulus seleksi.

Peserta terdiri dari 20 orang yang dilatih untuk menjahit busana, 10 orang bidang tata boga, 10 orang web design dan pemasaran serta 10 orang lagi dibekali dengan ilmu teknisi montir mobil.

Para peserta pelatihan dididik dan dilatih di empat lokasi yang berbeda pula. Jurusan menjahit busana berlokasi di LPK Mode VAK KSM Kelurahan Pasir, sedangkan jurusan tata boga di LPK Kitchen Rahmatullah di Desa Ampalu.

Untuk jurusan web design dan pemasaran dilatih di LPK Trivi Com Kelurahan Lohong, dan jurusan teknisi montir mobil berlokasi di BLK Kampung Baru.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengimbau agar para pencaker terus meningkatkan produktivitas. Produktivitas yang dimaksud ialah mulai dari berfikir kreatif, membuat sesuatu yang produktif, apa saja yang bisa dikerjakan, kerjakan.

“Generasi muda harus kreatif, inovatif dan giat. Jangan hanya diam di rumah dan tidak berbuat apa-apa. Buatlah sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Genius juga mengajak seluruh instansi terkait berfikir bersama menjadikan generasi muda Pariaman menjadi generasi yang kreatif dan handal. Generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan entrepreneurship.

Kepala Dinas PMPTSP/Naker Kota Pariaman Alfian mengatakan, pada 2018 terdapat 2.309 jiwa pengangguran yang tersebar di 71 desa/kelurahan yang ada di kota Pariaman.

“Diklat keterampilan bagi pencari kerja untuk meningkatkan SDM, membentuk skill individu agar berdaya saing supaya mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri,” kata dia.

Para peserta diklat difasilitasi dengan ATK sebagai bahan pendukung praktek, uang transportasi, dan sertifikat pelatihan keterampilan.

"Kami juga mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing," ujarnya. (Eri/OLP)
Genius Umar Ajak ASN Bekerja Layaknya Sebuah Tim
Ratusan ASN Pemko Pariaman hadiri wirid bulanan pertama pasca Pilkada Pariaman. Foto/Phaik
Pariaman ----- Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengimbau kepada seluruh Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemko Pariaman agar bekerja layaknya sebuah tim (tim work).

"ASN harus mampu bekerja layaknya sebuah tim. Pembangunan akan terlaksana dengan baik jika tim tersebut tetap solid," kata Genius Umar saat menghadiri wirid bulanan ASN di Masjid Raya An Nur Zainul di Desa Bungotanjuang, Pariaman Timur, Jumat (3/8).

Genius kembali menegaskan kepada seluruh ASN untuk lebih meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, apalagi pasca Pilkada Pariaman.

"Rajut kembali soliditas sesama ASN setelah pilkada kemaren. Sebagai ASN kita memiliki tanggungjawab yang besar kepada masyarakat dan kepada Allah SWT," sambungnya.

Di samping itu, Genius juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam membangun Pariaman dengan cara meningkatkan produktivitas.

Wirid merupakan kegiatan rutin keagamaan ASN Pemko Pariaman setiap bulannya dengan mengunjungi berbagai masjid yang ada di seputar Kota Pariaman. (Phaik/*)

Padangpariaman Targetkan 95% Anak Terimunisasi MR
Foto/Andri
Batang Anai ----- Padangpariaman canangkan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di halaman SMP Negeri 1 Batang Anai, Kamis (2/8).

Sekda Padangpariaman Jonpriadi mengatakan imunisasi merupakan satu di antara tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang terbukti sangat cost efektif.

"Dalam hal ini imunisasi satu upaya pelayanan kesehatan dasar yang memegang peranan dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak," ujarnya.

Menurutnya, measles (penyakit campak) dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, diare dan gizi buruk.

Sedangkan rubella (penyakit campak Jerman) dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak.

“Penyakit campak sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus serta ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti diare, meningitis, pneumonia bahkan kematian,” imbuh Jonpriadi.

Sedangkan rubella, lanjut dia, adalah penyakit yang sering menginfeksi anak dan remaja yang rentan. Namun, yang menjadi perhatian apabila rubella menginfeksi wanita hamil dapat menyebabkan keguguran pada kehamilannya atau bayi yang dikandungnya akan lahir cacat seperti kelainan jantung, gangguan penglihatan, tuli atau mengalami keterlambatan perkembangan (congenital rubella syndrom).

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Jasneli, menyebut pemberian imunisasi MR berlangsung serentak secara nasional sejak 1 Agustus hingga 30 September 2018. Untuk pencanangan tingkat kabupaten berlangsung di SMP 1 Batang Anai, namun pemberian imunisasi (vaksin) sudah dimulai sejak kemarin (Rabu).

Sasaran vaksinasi imunisasi MR, katanya, adalah anak pada bayi berusia sembilan bulan hingga anak usia 15 tahun dengan target minimal 95 persen.

“Sebelumnya kami sudah memberikan pelatihan kepada tenaga-tenaga medis puskesmas sebagai vaksinator,” katanya.

Sementara itu, terpisah, Kepala Puskesmas Pasar Usang Rikavia Anwar menyebutkan, untuk wilayah kerjanya terdapat lokasi imunisasi di 5 SMP, 20 SD dan puluhan TK. Sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, pelayanan imunisasi MR dilakukan hingga akhir Agustus.

"Selanjutnya bulan September pelayanan dilakukan di puskesmas, posyandu, poskesdes dan polindes untuk bayi 9 bulan ke atas dan anak anak yang belum bersekolah," ujarnya. (Tim)
Akan Bangun PLTS, Ali Mukhni Teken MoU dengan Investor Korea
Bupati Ali Mukhni dan rombongan investor Korea Selatan meninjau kawasan Tarok City, Kayu tanam, Kamis (2/8).
Tarok ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyambut kedatangan investor dari Korea Selatan yang ingin berinvestasi di bidang energi ketenagalistrikan, Kamis (2/8).

Rombongan terdiri dari CEO & Presiden CK E&Solution Daehyun Jin, Direktur PT Palu GMA Refinery Consortium Woogyou Park beserta rombongan. Pertemuan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah dengan Investor.

Ali Mukhni mengatakan investor luar negeri tersebut ingin berinvestasi di bidang ketenagalistrikan karena potensi peluang investasi pembangkit listrik di Kabupaten Padangpariaman cukup menjanjikan.

"Kebutuhan pasokan listrik di Sumbar sangat tinggi khususnya Padangpariaman. Kita sambut baik rencana investor untuk pembangunan PLTS
(pembangkit listrik tenaga surya)," kata Bupati Ali Mukhni di Parit Malintang, Kamis (2/8).

Diliriknya Kabupaten Padangpariaman oleh investor, kata Ali Mukhni, cukup beralasan. Karena daerahnya sebagai pusat pembangunan infrastruktur, Bandara Internasional dan adanya Kawasan industri.

"Tentunya Padangpariaman dikenal daerah yang ramah investasi. Buktinya, kita langsung adakan MoU usai pertemuan. Artinya, kita cepat merespon peluang untuk kebutuhan masyarakat," kata Bupati didampingi Kadis Kominfo Zahirman.

PLTS, lanjutnya, sangat mungkin direalisasikan karena sejalan dengan program smart city yang tengah dirancang oleh Dinas Kominfo. Artinya, suatu daerah yang berbiaya rendah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan memiliki pembangkit listrik yang murah.

"Kondisi sekarang hampir 95% masyarakat sudah teraliri listrik. Ke depan, kita tentu sediakan pasokan listrik untuk mega proyek Tarok City, Asrama Haji dan Jalan Tol Kasang-Sicincin," kata Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Sementara CEO & Presiden CK E&Solution Daehyun Jin apresiasi Bupati Ali Mukhni yang menjadikan Padangpariaman sebagai daerah ramah investasi. Ia mengaku juga kagum dengan posisi strategis Padangpariaman yang memiliki garis pantai dan juga pegunungan.

"Terima kasih Bapak Bupati sudah menyambut kami. Padangpariaman negeri yang indah," ujarnya.

Saat ini, kata Daehyun, perusahaan konsorsiumnya telah berinvestasi PLTS di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pembangunan PLTS berkapasitas 50 megawatt itu untuk mendukungan Kawasan ekonomi Khusus di Palu. Ia berharap PLTS juga dapat dibangun di Padangpariaman.

PLTS ini nantinya dapat digunakan untuk perumahan, komersil, perkantoran dan industri. Adanya PLTS akan mengurangi ketergantungan dengan batu bara maupun tenaga uap.

"PLTS itu ramah lingkungan, tidak ada polusi udara dan suara serta mendukung program smart city Bapak Bupati," kata pria yang terkesan dengan keindahan alam Sumatera Barat ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Hendra Aswara mengatakan bahwa investor dari Korsel membutuhkan lahan sedikitnya 80 hektare untuk pembangunan PLTS.

"Kita siapkan di dua tempat, pertama di Sintoga dan kedua di kawasan Kayu Tanam. Nanti dicek lokasi dan menyusun studi kelayakannya," kata Hendra.

Terikat perizinan, Hendra mengatakan saat ini telah diterapkan Online Single Submission (OSS) atau pelayanan secara elektronik terintegrasi. Artinya, investor bisa langsung bekerja setelah mendaftar secara online melalui website www.oss.go.id.

"Setelah mendaftar di OSS, paling lama 60 menit, investor mendapat izin usaha kemudian memenuhi komitmen yang ditetapkan. Seperti izin lokasi, IMB dan Izin Lingkungan," kata mantan Kabag Humas ini.

Usai pertemuan Bupati Ali Mukhni dan rombongan investor Korea Selatan meninjau lokasi di Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang dan di Kawasan Tarok City, Kayu Tanam. (Tim)
Menristekdikti Segera Bangun Tiga PTN di Tarok City
Menristekdikti M. Nasir meinjau pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu di Tarok City, Nagari Kapalo Hilalang, Kayu Tanam
Tarok ----- Menristekdikti M. Nasir meninjau lokasi kawasan pendidikan terpadu di Tarok City, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kamis (2/8).

Peninjauan tersebut sebagai tindak lanjut serah terima aset dari Bupati Padangpariaman untuk pembangunan tiga kampus perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu untuk Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang (PNP) dan ISI Padang Panjang.

Aset Pembangunan untuk tiga PTN tersebut selanjutnya akan tercatat sebagai aset Kemenristekdikti dan menjadi tanggung jawabnya dalam pembangunan kampus baru tiga PTN itu.

"Kami sudah terima penyerahan aset dari bupati bulan lalu. Saya rasa lokasi Tarok City sangat strategis," kata M. Nasir.

Ia juga apresiasi Bupati Ali Mukhni yang telah membuka akses jalan selebar 75 meter dan juga telah dibuat pintu gerbang yang megah.

Saat ini, kata M. Nasir, kementerian sedang dalam proses menyiapkan seluruh administrasi terkait pembangunan dan pendanaan. Jika sudah tuntas, maka pekerjaan sudah dapat dimulai.

"Apresiasi kepada Bapak Bupati yang gigih memperjuangkan Tarok City untuk pembangunan Kampus. Komitmen beliau untuk masa depan bangsa telah terbukti," kata M.Nasir.

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa kawasan Tarok City juga telah didukung dengan adanya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dinamakan Kawasan Kayu Tanam. Kawasan seluas 697 hektare ini direncanakan untuk pembangunan kampus, rumah sakit, gedung diklat dan perkantoran.

"Izin pak Menteri, kami juga telah serahkan tanah seluas 5 hektare untuk Kementrian Pertahanan yang berencana membangun gedung diklat," ujar alumni Lemhanas 2012 itu.

Orang nomor satu di Padangpariaman ini juga telah mengganggarkan pembukaan jalan yang memakan dana sebesar Rp20 miliar sekaligus pintu gerbang. Jalan selebar 75 meter ini juga untuk memfasilitasi pejalan kaki, sepeda dan disabilitas.

"Alhamduillah, Bapak Menteri mendukung pembangunan kampus. Tadi beliau sampaikan untuk percepatan administrasinya. Izin Allah SWT, administrasi selesai dan fisik mulai dibangun," kata Bupati yang digadang masyarakat menjadi gubernur itu.

Kunjungan Menristekdikti juga didampingi oleh Wagub Sumbar Nasrul abit, Rektor UNP Prof. Ganefri, Rektor ISI Padang Panjang, Prof. Dr. Novesar Jamarun, M.S, Rektor UNAND Tafdil Husni beserta Direktorat Kemenristekdikti. (Tim)
Eva Desiana Wakili Indonesia di Asian Games 2018
Eva Desiana
Pariaman ----- Eva Desiana - atlet triathlon asal Pariaman, satu-satunya atlet utusan Sumatera Barat yang akan berlaga di ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Perempuan berusia 29 tahun ini sekarang lagi mempersiapkan diri menjalani latihan ketat di Pelatnas Surabaya bersama dengan 5 atlet triathlon Federasi Triathlon Indonesia (FTI).

“Alhamdulillah saya ditunjuk. Total ada 6 atlet, 3 putra dan 3 putri yang akan membawa nama Indonesia untuk bersaing menjadi yang terbaik dalam ajang yang disebut juga oleh masyarakat dunia, Iron Man ini,” tuturnya ketika dihubungi via telepon sesaat sebelum menjalani sesi latihan di Surabaya, Kamis (2/8).

Eva sapaan akrab istri dari Nevi ini, mulai meraih prestasi pada ajang Pariaman Triathlon 2014 lampau. Ia menjadi pemuncak pada ajang itu yang membuat Presiden FTI Mark Sungkar merekomendasikan Eva untuk ikut pelatnas Triathlon Indonesia.

“Pada akhir 2015 saya masuk pelatnas triathlon Indonesia, dan dari sinilah saya mulai terus mengasah diri untuk menjadi atlet triathlon professional. Pada 2016 saya mulai mengikuti ajang triathlon yang diadakan di beberapa daerah di Indonesia,” sebutnya.

Putri pasangan Nurlis (ibu) dan Alm. Alimudin (ayah) yang tinggal di Desa Sunur Pariaman Selatan ini, berharap agar pemerintah daerah terus mempertahankan ajang Pariaman International Triathlon di tahun-tahun selanjutnya.

Pada Asian Games, Eva tidak menetapkan target tinggi. Baginya masuk 10 besar saja sudah cukup.

"Karena banyak saingan kuat di Asia seperti Jepang, Korea, Cina dan Hongkong,” ungkap tenaga honorer di Dinas Pendidikan Kota Pariaman ini.

Ke depan ia berharap agar pemerintah kota dan provinsi mengaktifkan cabang olahraga triathlon agar atlet triathlon tidak lagi menanggung semua pembiayaan ketika mengikuti ajang-ajang triathlon yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. (Juned/OLP)
Selain Dihibur Artis Ibukota, Pariaman Expo 2018 Juga Menggelar Tabligh Akbar

Pariaman ----- Pemerintah Kota Pariaman siap melaksanakan iven tahunan Pariaman Expo 2018. Pariaman expo 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 19 Agustus 2018 di Pantai Gandoriah. Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Pariaman telah mempersiapkan secara matang perhelatan tersebut.

Pada pameran, masing OPD menampilkan kegiatan yang telah dilaksanakan guna disosialisasikan kepada masyarakat luas.

"Pameran tidak hanya bersifat dokumentasi dan visualisasi saja, namun juga harus atraktif, interaktif, kreatif dan inovatif," kata kepala dinas Koperindagkop/UKM Gusniyeti Zaunit, Kamis (2/8)

Di Pariaman Expo kata dia, selain menampilkan stand pameran pemko/pemkab dan badan usaha yang ikut berpartisipasi, juga akan menampilkan stand produk lokal dan UKM Pariaman.

"Pariaman Expo 2018 ini melibatkan semua unsur mulai dari SOPD, asosiasi UMKM Kota Pariaman dan luar Kota Pariaman, pemerintah kota, kabupaten, BUMN/BUMD, pengrajin dan perusahaan swasta serta pedagang kreatif," jelasnya.

Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Bidang Perdagangan Dinas Koperindagkop UMKM Pariaman Yati Syerlina, mengatakan, Pariaman Expo adalah untuk mempublikasikan perkembangan pembangunan Kota Pariaman yang telah dilakukan selama 16 tahun melalui OPD guna meningkatan rasa kebersamaan antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Pariaman.

"Sekaligus menyambut dan mensukseskan HUT Kota Pariaman yang ke-16 dan HUT RI ke-73. Pariaman Expo mengambil tema developing the potential tourism and creative industry (mengembangkan potensi pariwisata dan industri kreatif ),"  tambahnya.

Untuk target pengunjung pada Pariaman Expo 2018, pihaknya juga telah melakukan survei langsung dengan hasil target pengunjung pemerintah, swasta, pelajar, mahasiswa, eksekutif, profesional, investor, buyer, hobbies dan masyarakat umum.

"Pariaman Expo 2018 menampilan acara kesenian oleh artis lokal dan ibukota, lomba dan hiburan. Kita juga akan diadakan Tabligh Akbar pada hari Minggu, 19 Agustus 2018," tutupnya. (Juned)
Kejari Pariaman Musnahkan Puluhan Kilo Barang Bukti Narkoba
Pemusnahan barang bukti narkoba dilaksanakan di halaman dalam kantor Kejari Pariaman. Ikut menyaksikan wakil walikota Pariaman yang juga ketua BNK Pariaman Genius Umar
Pariaman ----- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman musnahkan barang bukti perkara pidana umun dan pidana khusus di Kantor Kejari Pariaman, Kamis (2/8).
       
Sebanyak 20,32 kg narkotika jenis ganja dan 770,62 gram narkotika jenis shabu-shabu dimusnahkan dengan cara dibakar.
       
Barang bukti narkotika tersebut merupakan barang bukti dari 36 perkara pidana kasus penyalahgunaan narkotika dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018.
       
Selain barang bukti narkotika, Kejari Pariaman juga memusnahkan satu pucuk senjata api jenis revolver merek S & W bersama 5 butir amunisi dan 2.638 slop rokok tanpa cukai hasil pengungkapan oleh Bea Cukai Padang.
       
Kepala Kejaksaan Negeri Pariman, Efrianto, mengatakan seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara hukum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
       
"Semua yang kita musnahkan ini adalah barang bukti dari perkara yang sudah inkrah. Barang bukti saat ini memang didominasi dalam kasus narkotika," ujarnya.
       
Menurut Efrianto, selain barang bukti yang dimusnahkan saat ini, barang bukti lain dari perkara pidana akan dilakukan pelelangan.
       
Beberapa barang bukti seperti minibus dan sepeda motor barang bukti kasus narkotika, truk, akan sedang diajukan penaksiran harga untuk segera dilakukan pelelangan.

Sedangkan barang bukti yang nilai harga dibawah Rp100.000, dapat dilakukan pembelian langsung oleh masyarakat setelah adanya penetapan taksiran harga.
       
"Beberapa di antaranya akan kita ajukan pelelangan kepada pihak pelelangan," pungkasnya. (Nanda)

Cara Genius Siasati Lulusan SLTA Pariaman Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Genius Umar foto bersama dengan KIP dan siswa penerima bantuan buku tulis. Foto/Eri
Pariaman ----- Keluarga Intelektual Piaman (KIP) menyoroti sedikitnya jumlah lulusan SMA/SMK/MA asal Pariaman yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. 

Dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat, mahasiswa asal Pariaman terbilang masih sedikit.
        
Ketua KIP Sofyan mengungkapkan beberapa sebab kenapa sedikitnya siswa asal Pariaman melanjutkan kuliah. Mayoritas, ekonomi menjadi alasan anak muda Pariaman tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal banyak kemudahan dan beasiswa yang dapat membantu biaya pendidikan bagi mereka yang mau.
         
"Hal ini menjadi salah satu poin yang kami sosialisasikan. Ada yang menilai kuliah itu mahal, sementara kondisi ekonomi mereka lemah. Padahal saat ini banyak beasiswa, tidak hanya kuliah gratis, bahkan biaya setiap bulan juga ditanggung," kata Sofyan yang juga dosen Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Padang, saat membagikan 2.800 buku tulis bagi pelajar SD, Rabu (1/8) di Pariaman.

Komunitas ini beranggotakan dosen berbagai perguruan tinggi Sumatera Barat yang berasal dari Padangpariaman dan Kota Pariaman. Selain dibina langsung oleh Bupati Padangpariaman dan Walikota Pariaman, KIP didukung oleh dua tokoh nasional yakni Menpan RB, Asman Abnur dan Wamen ESDM, Archandra Tahar sebagai Dewan Penyantun KIP.
         
Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan apa yang dilakukan KIP selaras dengan visi dan misinya untuk memajukan pendidikan di Kota Pariaman. Walikota Pariaman terpilih tersebut menempatkan sektor pendidikan dalam program unggulannya semasa kampanye.
         
"Dukungan dan kontribusi kemajuan pendidikan seperti yang dilakukan KIP saat ini, sangat diperlukan bagi dunia pendidikan di Pariaman," sebut doktor ilmu kebijakan publik IPB itu.
        
Pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Pariaman melalui peningkatan pendidikan, kata Genius, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah Kota Pariaman saja. Gerakan sosial masyarakat melalui komunitas juga sangat diperlukan.
         
"Kita punya rencana program satu keluarga satu sarjana dan beberapa program untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman. Salah satunya dengan pendidikan. Kita dorong anak muda Pariaman melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Tugas pemerintah mendorong itu," pungkasnya singkat.

Suami dokter Lucy itu bahkan segera akan merealisasikan program satu keluarga satu sarjana saat ia sudah resmi dilantik menjadi walikota Pariaman periode 2018-2023 bersama wakilnya Mardison. Saat ini pihaknya sedang memformulasikan aplikasi penerapan program tersebut bersama tim ahlinya.

Program Genius-Mardison di bidang pendidikan cukup revolusioner. Di antaranya menggratiskan kembali pendidikan 12 tahun di Pariaman dengan Kartu Pariaman Pintar dan program satu keluarga satu sarjana melalui Kartu Pariaman Pintar Plus.

Sebagaimana diketahui, saat ini pendidikan SLTA sederajat telah diambil alih kewenangannya oleh pemerintah provinsi. Pemko Pariaman yang selama ini menggratiskan sekolah hingga 12 tahun, terpaksa hanya bisa menggratiskan hingga 9 tahun, atau hingga SMP. (Nanda/*)