Pendaftaran Bacaleg DPRD ke KPU Pariaman Sepi, Ini Tanggapan Parpol
Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi. Foto/Nanda
Pariaman ----- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman belum menerima pengajuan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Kota Pariaman.
      
Kordiv Perencanaan Program dan Data KPU Kota Pariaman Alfiandri Zaharmi, menyebut selama dua hari dibukanya pengajuan bacaleg sejak 4 Juli 2018, belum ada parpol yang mengajukan bacaleg ke KPU Kota Pariaman.

"Sepanjang 4-5 Juli 2018 kemarin, belum ada parpol peserta pemilu yang mengajukan bacaleg ke KPU Kota Pariaman," kata dia di Pariaman, Jumat (6/7) pagi.
         
Namun, kata dia, mayoritas parpol baru berkonsultasi untuk pengisian dan persyaratan caleg ke KPU. Konsultasi yang dilakukan menanyakan persyaratan administrasi dan pengisian formulir yang menjadi salah satu persyaratan
        
Alfiandri meminta agar parpol mengajukan berkas bacaleg ke KPU Kota Pariaman tidak pada waktu terakhir pengajuan yakni 17 Juli 2018 mendatang. Hal tersebut, membuat penumpukan berkas pengajuan oleh parpol
        
Mengantisipasi membludaknya mengajukan berkas bacaleg di akhir waktu pengajuan, pihaknya telah menyiapkan tim yang bertugas menerima berkas hingga malam hari.
        
"Kami berharap agar parpol mengajukan pada waktu awal-awal ini, jangan pada waktu terakhir. Memang pada hari terakhir pengajuan kami menerima berkasnya hingga pukul 00.00( WIB). Sedangkan 4-17 Juli 2018, penerimaan berkas bacaleg hingga pukul 16.00 saja," ujarnya.
       
Sebelum membuka penerimaan berkas pengajuan bacaleg DPRD Kota Pariaman, KPU Kota Pariaman telah mensosialisasikan PKPU Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota kepada Partai Politik se Kota Pariaman.
        
Menurut Alfiandri, sesuai ketentuan PKPU Nomor 20 Tahun 2018, pengajuan bakal calon hanya hanya dilakukan sekali saja pada saat pengajuan, dengan memenuhi persyaratan pengajuan bakal calon yakni, pengajuan balon oleh parpol, jumlah balon yang diusulkan parpol berjumlah maksimal 100 persen dari jumlah kursi setiap dapilnya, dan dalam susunan pengajuannya harus memenuhi keterwakilan 30 persen bacaleg perempuan.
         
"Sedangkan syarat calon yang harus dipenuhi minimal berumur 21 tahun saat penetapan DCT pada Agustus 2018 mendatang, bertaqwa kepada tuha YME, tidak buta aksara, memiliki pendidikan minimal SMA sederajat, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, bukan mantan narapidana kasus korupsi, narkoba dan kejahatan terhadap anak, tidak terpidana yang diancam hukuma maksimal 5 tahun kurungan penjara, sehat jasmani-rohasi dan bebas narkoba, mengundurkan diri dari ASN-jabatan BUMN," rincinya.
        
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman Mardison Mahyuddin mengatakan, pihaknya akan mengajukan bacaleg DPRD Kota Pariaman dalam waktu dekat.
        
Tiga kader Partai Golkar Kota Pariaman yang saat ini menempati kursi di DPRD Kota Pariaman, yakni Faisal, Life Is War dan Ali Bakri akan diajukan kembali pada pemilu 2019 mendatang.
        
"Daftar bacaleg yang akan kita ajukan ke KPU adalah kader potensial yang lulus fit and propert test di DPD Golkar Provinsi dan telah direkomendasikan oleh DPP," kata dia.
       
Ia mengaku, seluruh bacaleg telah melengkapi persyaratan calon dan diikutkan orientasi atau pembekalan sebelum diajukan ke KPU Kota Pariaman.
       
Hal senada juga dikatakan Ketua DPD PAN Kota Pariaman, Priyaldi. Pihaknya menjadwalkan akan mengajukan bacaleg DPRD Kota Pariaman setelah rapat pleno Partai PAN pada 11 Juli 2018 mendatang.
       
"Berkas calon legislatif yang akan diajukan ke KPU, kita cek kelengkapannya. Setelah lengkap, baru kita ajukan. Kami ingin agar tidak ada berkas atau persyaratan bacaleg yang tidak lengkap atau tidak memenuhi syarat ketika KPU melakukan verifikasi," kata sekretaris tim kampanye Genius Umar dan Mardison Mahyuddin itu.
       
Ia mengaku jika bacaleg PAN di tiga daerah pemilihan DPRD Kota Pariaman mencapai 100 persen.
         
"Terpenuhi qouta bacaleg di tiga dapil ini," pungkasnya. (Nanda)
Ratusan Polisi Bergoro Bersihkan Pantai Gandoriah
Foto/Nanda
Pariaman ----- Personil Polres Pariaman bersih-bersih sampah di sepanjang pantai Gondariah Kota Pariaman, Jumat (6/7). Ratusan personil Polres Pariaman dan anggota Bhayangkari terlibat dalam aksi bersih-bersih itu.
      
Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Polres Pariaman, Lince Andry Kurniawan mengatakan, bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-72 tingkat Polres Pariaman.
        
Selain aksi bersih pantai, sejumlah kegiatan bakti sosial juga dilakukan memeriahkan HUT Bhayangkara. Esok hari, lanjutnya, Polres Pariaman menjadwalkan jalan santai yang dipusatkan di Mapolres Pariaman.
        
Menurut Andry Kurniawan, aksi bersih-bersih pantai Gandoriah bukan sebatas dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara saja. Namun, aksi ini juga bentuk kepedulian Polres Pariaman terhadap kemajuan pariwisata di Kota Pariaman.
      
Pariwisata Kota Pariaman yang terus berkembang harus mendapatkan dukungan oleh seluruh pihak, begitu pula dukungan dari Polres Pariaman.
      
"Salah satu bentuk peduli dengan wisata, kita ikut serta menjaga kebersihan pantai ini. Begitu pula dengan tugas kepolisian, melaksanakan tugas kamtibmas di kawasan wisata," ujarnya.
       
Ia berharap dalam momentum peringatan HUT Bhayangkara 2018, personil Polres Pariaman memperkokoh sikap insan Bhayangkara yang peduli terhadap lingkungan dan alam.
       
Begitu pula dengan profesionalisme personil Polres Pariaman, juga terus ditingkatkan, sehingga masyarakat merasakan terlindungi, terlayani dan terayomi dengan baik. (Ade Wiranata).
Pembangunan Asrama Haji Padangpariaman Kembali Dikebut
Bupati Ali Mukhni memberikan sambutan dihadapan jamaah wirid ASN di Mesjid Agung Syekh Burhanuddin, Jumat (6/7). Foto/Hendra
Ulakan ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni imbau ASN Padangpariaman untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi yang sudah sarjana, lanjut sekolah untuk mengambil S-2 dan apabila sudah tamat S-2 lanjutkan ke program doktoral.

Saat ini, kata Ali Mukhni, dari 27 kepala OPD, sebanyak 20 orang berpendidikan magister, dan baru satu orang bergelar doktor yaitu Kepala Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan.

"Jika 50% saja Kepala OPD yang doktor, tentu saya bupati, wakil bupati dan sekda akan mudah bekerja karena dikelilingi orang yang cerdas," kata Ali Mukhni saat menghadiri wirid di Mesjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan, Jumat (6/7).

Pada kesempatan itu Ali Mukhni juga menyampaikan kelanjutan pembangunan Asrama Haji yang telah dimulai sejak dua minggu lalu. Diketahui pembangunan sempat terhenti karena tidak adanya penganggaran.

Namun, jelas Ali Mukhni, berkat kebersamaan antara Kementerian Agama, Pemprov Sumbar, Pemkab Padangpariaman dan Legislatif pusat hingga daerah, maka dianggarkan kembali pada tahun 2018 sebesar Rp48 miliar.

"Alhamdulillah, saat ini pekerjaan asrama haji telah dimulai, tukang sudah bekerja. Kita ucapkan terima kasih kepada stakeholder dan masyarakat yang mendukung pembangunan," imbuhnya.

Untuk 2019, tambahnya, akan diupayakan penambahan dana sebesar Rp97 miliar. Hal ini sudah dibicarakan dengan Badan Perencanaan dan pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa waktu lalu.

Ali Mukhni mengatakan Asrama Haji dibangun di atas tanah seluas 10 hektare berada di Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai. Ia punya obsesi menjadikan Asrama Haji Sumatera Barat menjadi yang termegah di Pulau Sumatera.

"Asrama haji ini nantinya akan digunakan oleh tiga propinsi yaitu Sumbar,
Jambi dan Bengkulu. Insya Allah menjadi yang termegah dan membanggakan Ranah Minang," kata kandidat terkuat Gubernur Sumbar 2020 itu.

Ali Mukhni menuturkan, kontribusi Padangpariaman terhadap pembangunan asrama haji yaitu pembangunan gerbang pintu masuk dan pembebasan lahan. Ali Mukhni mengaku sedang mendesain gerbang tersebut berciri khas minang. Selain itu pihaknya juga mengajukan dana Rp20 miliar untuk pembebasan akses jalan masuk asrama haji, MAN Insan Cendikia dan lainnya.

"Mohon doa seluruh waga Padangpariaman, baik yang di ranah dan rantau untuk realisasi pembangunan asrama haji. Pembangunan ini juga nantinya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ujar Peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu. (Tim)
Lampaui Target PAD Paruh Waktu, Ali Mukhni Tambah Kendaraan Operasional AJEP
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni bersama Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto yang membahas penambahan target PAD di Pariaman. Foto/Hendra
Pariaman ----- Target Pendapatan Asli Daerah khususnya Retribusi izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman sudah hampir tercapai.

Dari target Rp1,5 miliar tang ditetapkan pada 2018, telah tercapai Rp1,44 miliar. Artinya sudah mencapai 95% per 1 Juli 2018 dan diperkirakan pada bulan ini target tersebut sudah bisa 100%.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni apresiasi pelayanan perizinan yang mudah, sederhana dan transparan sehingga telah menarik investor dan masyarakat untuk berinvestasi di Padangpariaman.

Artinya, memasuki semester kedua, DPMPTP sudah memenuhi target PAD yang telah ditetapkan bersama DPRD. Sebelumnya, kata Ali Mukhni, Retribusi IMB tercapai Rp500 juta pada 2016. Untuk 2017, dari target Rp500 juta tercapai 900 juta.

“Kita apresiasi jajaran DPMPTP dan seluruh pihak yang terkait. Dalam dua tahun terakhir target PAD retribusi IMB meningkat pesat. Ini bukti keberhasilan inovasi yang dirintis sejak tahun lalu,” kata Bupati Ali Mukhni saat menerima laporan dari Kabid Perizinan Heri Sugianto di Pariaman, Kamis (5/7).

Orang nomor satu di Padangpariaman itu berencana menambah target PAD Retribusi IMB sesuai proyeksi pembangunan hingga akhir tahun 2018.

“Kita tambah targetnya 500 juta lagi hingga akhir tahun. Saya optimis bisa tercapai,” kata Bupati yang menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI beberapa waktu lalu.

Layanan petugas Ajep, sebut Ali Mukhni telah berjasa menambah PAD. Setiap hari mereka jalan lintas kecamatan hingga daerah perbatasan.

"Saya kira ini layak diapresiasi. Seperti penambahan insentif dan kendaraan operasional," sebutnya.

Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto mengatakan siap melaksanakan arahan Bupati terkait penambahan target PAD sebesar Rp500 juta tersebut.

Adapun strateginya, kata Heri, optimalkan layanan AJEP (Antar Jemput Perizinan) yang menjadi program primadona di Padangpariaman.

"Tim Ajep bergerak setiap hari melayani investor dengan menghubungi nomor 08116607788. Petugas datang ke rumah tanpa harus pergi ke kantor perizinan," imbuhnya.

Ke depan, kata Heri, operasional Ajep akan ditambah satu unit mobil dan dua unit kendaraan roda dua. Hal ini sudah disetujui oleh Bupati.

“Tadi Bapak Bupati sepakat memprioritaskan penambahan kendaraan untuk operasional AJEP. Ini bukti komitmen kepala daerah dalam pelayanan perizinan di Padangpariaman,” kata Jebolan Fakultas Hukum Universitas Andalas itu. (Tim)
Untuk Percepatan Pembangunan Ali Mukhni Minta Kepala SOPD Perkuat Koordiansi
Suasana Rakor di IKK Paritmalintang. Foto/ASM
Paritmalintang ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni perintahkan rapat koordinasi pejabat Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dilaksanakan dua kali setahun mulai 2018.

"Koordinasi antar Kepala OPD guna percepatan pelaksanaan pembangunan. Tahun tahun sebelumnya, rapat koordinasi hanya dilaksanakan sekali setahun," ungkapnya di Paritmalintang, Rabu (4/7).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. EKPPD dilakukan untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya peningkatan kinerja berdasarkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.

Sumber informasi utama yang digunakan untuk EKPPD adalah LPPD yang disampaikan kepala daerah dan sumber informasi lainnya sebagaimana dimaksud pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008.

LPPD adalah laporan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang disampaikan oleh kepala daerah.

Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumbar Devi Kurnia dan Auditor Muda Inspektorat Daerah Provinsi Sumbar Mirza Dewi Astuti, menyambut baik hal tersebut.

Menurut Devi Kurnia, permintaan Ali Mukhni itu menunjukkan komitmennya untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik di Padangpariaman.

"Hal ini memang terbukti dengan melihat peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Padangpariaman beberapa tahun terakhir. Padangpariaman sudah memperlihatkan kecenderungan yang positif," kata Devi.

Ia berkata, pada 2014 Padangpariaman berada pada peringkat 11 dari 12 kabupaten di Sumbar. Tahun 2015 naik drastis meraih peringkat 6 dan di 2016 naik satu peringkat lagi menjadi peringkat 5.

Pada tingkat nasional, sebut dia, juga memperlihatkan kecenderungan yang positif. Berdasarkan evaluasi secara nasional, Padangpariaman pada 2015 ranking 168, dengan skor nilai 2,9426 dengan status kinerja TINGGI. Tahun 2016 rangking 121, dengan skor nilai 3,1217 dengan status kinerja SANGAT TINGGI.

"Patut disyukuri bersama bahwa hal tersebut menggambarkan kinerja pemerintah daerah setiap tahunnya terus mengalami peningkatan," katanya.

Capaian tersebut, masih jauh dari harapan Bupati Ali Mukhni. Ia bertekad untuk menjadi kabupaten yang terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. (Tim)
Wujudkan Smart City, Padangpariaman Gandeng Perusahaan Perancis
Bupati Ali Mukhni berbincang dengan perwakilan Dassault Systèmes saat acara Sosialisasi Infrastruktur dan Aplikasi Smart City
Paritmalintang ----- Pemerintah Kabupaten Padangpariaman siapkan diri implementasikan Smart City guna meningkatkan pelayanan dan tata kelola pemerintahan kepada masyarakat.

Beberapa tahapan sudah dan sedang disiapkan. Antara lain konsep, regulasi, pertemuan, diskusi dan studi banding ke berbagai daerah yang sudah lebih dahulu menerapkan Smart City.

Secara fisik, ruang command center pun sedang dalam tahap lelang menunggu rekanan yang kompeten. Ditargetkan sebelum pelaksanaan Porpov ke-15 sudah dibangun dan bisa dioperasikan.

Sekaitan dengan persiapan implementasi Smart City Padangpariaman, Bupati Ali Mukhni jajaki kerjasama dengan sebuah perusahaan pengembang aplikasi internasional yang berpusat di Perancis dan memiliki kantor perwakilan di Singapora. Perusahaan tersebut adalah Dassault Systèmes.

Kerjasama antara Pemkab Padangpariaman dengan Dassault Systèmes akan dilakukan melalui penandatangan nota kesapahaman antara Bupati Ali Mukhni dengan Mr Masaki Sox Konno, Managing Director Dassault Systèmes untuk Asia Pasifik Selatan pada 9 Juli 2018 pada event World Cities Summit 2018 di Singapora.

Melalui siaran persnya Dassault Systèmes menjelaskan bahwa nota kesepahaman yang akan dilakukan untuk memanfaatkan aplikasi 3DEXPERIENCE untuk pengembangan Smart City di Padangpariaman.

"Kemitraan ini bertujuan menggunakan aplikasi yang dirancang Dassault Systèmes '3DEXPERIENCity untuk mendukung transformasi digital pelaksanaan program kepemerintahan Kabupaten Padangpariaman," jelas Mr Masaki Sox Konno.

Ia menyebut pihaknya akan bermitra dengan Padangpariaman yang berbagi visi untuk perencanaan kota pintar yang berkelanjutan. Sementara urbanisasi dapat memberikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, kata dia, dampak terhadap lingkungan merupakan pertimbangan penting bagi Padangpariaman yang terkenal akan hasil pertanian dan lanskap pegunungannya yang memesona.

“Manajemen kota cerdas adalah tentang memahami karakter lokal kota dalam hubungannya dengan lingkungannya dan mampu menyesuaikan teknologi dengan mempertimbangkan kondisi unik daerah bersangkutan," sambung Masaki.

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni membenarkan rencana penandatangan nota kesepahamanan dengan Dassault Systèmes pada 9 Juli 2018 di Singapora pada iven World Cities Summit 2018.

MoU tersebut, sebut Ali Mukhni, adalah batu loncatan untuk merealisasikan Proyek Smart City Padangpariaman.

"Saya melihat peningkatan penggunaan internet dan smartphone oleh masyarakat dan ini menjadi pertimbangan bagi kami untuk melangkah mewujudkan Smart City di Padangpariaman," ungkapnya.

Ia menyebut penting bagi pihaknya untuk mengadopsi teknologi untuk diimplementasikan pada kebijakan publik untuk terhubung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan masyarakat.

"Kami memilih bermitra dengan Dassault Systèmes yang sudah menerapkan aplikasinya di negara Singapore," katanya. (Tim)
Ali Mukhni: Silaturahmi Selalu Berbuah Kebaikan
Bupati Ali Mukhni sampaikan sambutan pada acara halal bi halal yang diselenggarakan Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman
Kiambang ----- Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengajak semua ASN dan pegawai Kankemenag Padangpariaman untuk selalu menhjaga tali silaturahim. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri halal bi halal yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Padangpariaman di Musala Al Mubarak Jalan Raya Padang-Bukittinggi, KM 44, Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Rabu (4/7).

"Buah dari silaturahim menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Mari kita selalu menjalin tali silaturahim dan selalu menjaga kebersamaan untuk membangun Padangpariaman di masa yang akan datang," kata Ali Mukhni.

Terkair dengan itu, Ali Mukhni mengatakan, Asrama Haji Sumatera Barat yang kini sedang dibangun di Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai dan MAN IC yang terletak di Kecamatan Sintoga adalah merupakan hasil dan buah dari silaturahmi antara Pemkab Padangpariaman dengan Kementerian Agama.

"Asrama Haji Sumbar dan MAN IC merupakan bukti buah silaturahim yang kita jalin," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Padangpariaman Helmi mengatakan, halal bi halal bertujuan memperkokoh tali silaturahmi antara keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Padangpariaman.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah, Afrizal, Kasubbag TU Kankemenag Padangpariaman, Syafrizal, Kasi Binmas Islam, Epi Mayardi, Kasi PAI Suhendrizal, Kasi PD dan Pontren Irsyad, Penyelenggara Syariah Masrizal, dan Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pokjawas, Pokjaluh se Kabupaten Padangpariaman. (Tim)
Jika Tak Ada Gugatan KPU Segera Tetapkan GEMA Paslonkada Terpilih
Hasil rekapitulasi Pilkada Pariaman tingkat kota. Foto/istimewa
Pariaman ---- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman tetapkan hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman 2018, Rabu (4/7).

Dalam rekapitulasi tersebut, pasangan walikota dan wakil walikota Pariaman nomor urut 3 Genius Umar dan Mardison Mahyuddin, memperoleh suara terbanyak mengungguli paslon Mahyuddin-Muhammad Ridwan dan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal.

Pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin memperoleh 24.021 atau 54,67 % dari 43.935 suara sah. Sedangkan pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan memperoleh 18.211 suara atau 41,45 persen dan pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal memperoleh 1.703 suara atau 3,88 persen.

Pasangan Genius-Mardison atau disingkat GEMA mengungguli dua paslon lain di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pariaman Tengah, Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Selatan.

Di kecamatan Pariaman Tengah pasangan Genius Umar dan Mardison Mahyuddin memperoleh suara tertinggi dengan 8.597 suara. Sedangkan dua paslon lain, Mahyuddin-Ridwan dan Dewi-Pabrisal masing-masing memperoleh 6.270 suara dan 594 suara.

Di Kecamatan Pariaman Timur, pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin juga unggul. Sebanyak 5.054 suara diperoleh pasangan ini. Perolehan suara tersebut disusul pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan dengan 3.245 suara. Perolehan suara ketiga ditempati oleh Dewi Fitri Deswati-Pabrisal dengan 272 suara.

Di kecamatan Pariaman Selatan, Genius Umar dan Mardison Mahyuddin kembali unggul dengan raihan 5.147 suara. Disusul pasangan Mahyuddin-Muhammad Ridwan dengan 3.270 suara dan pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal dengan 529 suara.

Di Kecamatan Pariaman Utara pasangan Mahyuddin dan Muhammad Ridwan menang tipis atas perolehan suara pasangan Genius Umar-Mardison Mahyuddin dengan 203 suara.
 

Mahyuddin dan Muhammad Ridwan memperoleh 5.426 suara, sedangkan Genius Umar-Mardison Mahyuddin memperoleh 5.223 suara. Pasangan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal memperoleh suara ketiga dengan 308 suara.

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria mengatakan, KPU Kota Pariaman telah menetapkan hasil perhitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018. Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil real count C1 yang dilakukan KPU Kota Pariaman.

Menurut Boedi, usai ditetapkannya hasil penghitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018, KPU Kota Pariaman masih menunggu pengajuan sangketa hasil pilkada selama 3 hari, terhitung satu hari penetapan hasil dilakukan.

"Jika hingga batas waktu masa pengajuan sengkea ditutup tidak kunjung ada gugatan, KPU Kota Pariaman akan melakukan pleno penetapan calon terpilih," katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilwako Pariaman secara umum berlangsung aman dan lancar. Tidak ditemukan kendala. Begitupun dengan perbedaan pilihan politik masyarakat pada saat kampanye, kembali mencair.

"Sedangkan tingkat partisipasi sebesar 74, 5 persen, hampir mencapai target yang ditetapkan KPU RI sebesar 75 persen," pungkasnya.
 

Pilwako Pariaman kondusif

Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengklaim penyelenggaraan Pilwako Pariaman berlangsung kondusif. Dari tahapan awal pendaftaran hingga tahapan puncak pemungutan dan penghitungan suara, situasi terkendali.

"Selama pelaksanaan Pilwako situsi kondusif, meskipun dinamikanya cukup tinggi pada saat kampanye, semuanya kembali bersatu," ungkapnya.

Usai tahapan pemungutan, perhitungan dan rekapitulasi, pihaknya masih melakukan pengamanan logistik secara melekat. Pergeseran logistik dari TPS hingga ke KPU Kota Pariaman dikawal kepolisian.

Selain pengamanan logistik, pengamanan melekat pasangan calon masih dilakukan hingga Oktober 2018 mendatang.

"Pengamanan melekat masih dilakukan hingga pelantikan walikota dan wakil walikota Pariaman terpilih," tutupnya. (Nanda)
Semua Pihak Terima Hasil Perolehan Suara Paslon di Pilkada Pariaman
Ketua KPU Pariaman Boedi Satria. Foto/Nanda
Pariaman ----- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Boedi Satria, menyebut pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman 2018 berlangsung lancar dan sukses.
       
Dari sisi penyelenggaraan, pelaksaan tahapan, puncaknya pada saat pemungutan dan penghitungan suara 27 Juni 2018 lalu, tidak ada kendala yang terjadi. Begitu pula saat rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dilaksanakan pada 28-29 Juni 2018, juga tidak mengalami kendala apapun.
      
"Saat rekapitukasi di tingkat kecamatan, ditemukan beberapa kesalahan administrasi saja saat di TPS. Sifatnya tidak merubah hasil perolehan suara masing-masing paslon.  Sedangkan yang kesalahan pencatatan tersebut, bisa diperbaiki pada saat rekapitulasi di tingkat kecamatan dan telah selesai semuanya," ujar Boedi Satria, Selasa (3/7).
       
Dari sisi hasil, pelaksanaan Pilwako Pariaman juga terbilang sukses. Hasil perolehan suara yang telah ditetapkan di tingkat kecamatan, nyatanya diterima oleh seluruh masyarakat Kota Pariaman. Hal itu ditandai dengan tidak adanya gejolak masyarakat menyikapi perolehan suara di tingkat kecamatan.
       
"Meski terkelompok pada tiga paslon dengan dinamika yang tinggi pada saat kampanye, namun semuanya kembali bersatu dan telah saling memberi ucapan selamat," kata dia.
        
Di sisi lain, tingkat partisipasi menjadi salah satu capaian positif lainnya pada Pilwako Pariaman. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 74 persen. Angka itu, hampir mencapai target partisipasi pemilih sebesar 75 persen yang ditetapkan oleh KPU Kota Pariaman.
       
"Tingkat partisipasi pemilih mencapai 74 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat cukup tinggi. Ini bisa juga indikator bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU sampai ke masyarakat," pungkasnya.
       
KPU Kota Pariaman menjadwalkan akan menggelar rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan waljkota dan wakil walikota Pariaman pada hari ini, Rabu (4/7) di Hotel Nan Tongga Pariaman. (Nanda)
Terus Berinovasi, DPMPTP Padangpariaman Dikunjungi Perizinan Luar Provinsi
Kadis PMPTP Hendra Aswara berbagi informasi menerima studi rombongan DPMPSTSP Kab. Kampar di Ruang Layanan, Pariaman, Senin (2/7). Foto/Hendra
Pariaman ----- Inovasi pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman telah dikenal di dalam dan luar Sumatera Barat. Hampir setiap bulannya DPMPTP dikunjungi oleh kabupaten dan kota yang ingin melihat atau berbagi informasi.

Buktinya, jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sangat tertarik untuk mengetahui secara langsung terhadap fasilitas layanan, inovasi dan standar layanan sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Adapun rombongan Kampar terdiri dari Kabid Perizinan dan non Perizinan Ardianto, Kabid Pengawasan Tarmizi dan satu orang staf.

"Kami jauh-jauh datang dari Kampar untuk studi tiru terhadap pelayanan perizinan di PadangPariaman. Alhamdulillah banyak masukan yang kami dapat dan insya Allah kami coba terapkan nantinya," kata Kabid Perizinan dan Non Perizinan Ardianto di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman, Senin (2/7).

Tarmizi mengaku mendapat informasi dari media massa baik cetak, elektronik dan online terhadap pelayanan di Padangpariaman.

"Kami terkesan dengan inovasi AJEP (Antar Jemput Perizinan), weekend service dan aplikasi perizinan berbasis android yang pertama di Sumbar," ujarnya sambil melihat website www.perizinan.padangpariamankab. go.id.

Ia juga kagum dengan ekspos yang disampaikan langsung oleh Kepala DPMPTP Hendra Aswara yang secara detail menjelaskan upaya pembenahan yang dilakukan selama setahun terakhir.

"Kadisnya masih muda, cerdas, melek teknologi dan bisa juga jadi motivator. Bahkan di sini disediakan kacamata baca dan mini bar. Ini kan sesuatu yang baru. Pulang dari sini, kami lapor pada pimpinan. Studi tiru ini bermanfaat dan menambah motivasi kerja buat kami," tambahnya.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara mengatakan perubahan yang dilakukannya sebagai komitmen untuk menjalankan amanah selaku pelayan masyarakat bukan sebagai pejabat daerah.

Hal ini tentu mendapat dukungan dari bupati dan DPRD untuk menciptakan branding sebagai daerah yang ramah investasi. Dimulai dari ruangan layanan yang seperti hotel, petugas yang santun, standar pelayanan yang jelas dan pemanfaatan teknologi infomasi.

"Semua izin udah online, tidak ada calo dan kita sediakan mini bar serta fasilitas untuk berkebutuhan khusus," ujar jebolan STPDN Angkatan XI.

Pelayanan Ajep, tambah Hendra, banyak diminati masyarakat. Bahkan jangkauannya sudah memasuki kota Padang, karena si investor beralamat di  luar Padangpariaman.

"Petugas Ajep juga sampai ke lubuk Buaya Kota Padang. Walaupun jauh yang namanya pelayanan tetap kami jalankan. Inilah bentuk komitmen kami melayani investor," ujar Hendra didampingi Kabid Perizinan Heri Sugianto.

Layanan Ajep, imbuh Hendra, sangat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah khususnya retribusi izin mendirikan bangunan. Dari target Rp1,5 miliar tahun 2018, telah tercapai Rp1,42 miliar. Artinya sudah mencapai 93% per 1 Juli 2018 dan diperkirakan pada bulan ini target tersebut sudah bisa 100%.

"Petugas Ajep berjasa menambah PAD. Setiap hari mereka jalan lintas kecamatan hingga daerah perbatasan. Saya kira ini layak diapresiasi. Seperti penambahan insentif dan kendaraan operasional," kata Kadis termuda di Sumatera Barat itu. (Tim)