10 August 2017

Magrib Mengaji Kian Sepi, Ini Kata Mukhlis

Palak Aneh -- Dari hasil evaluasi oleh Pemko Pariaman, antusiasme masyarakat dan ASN terhadap program Magrib Mengaji mengalami penurunan. Hal itu dapat dilihat dari sepinya kegiatan tersebut dari hari ke hari.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman di Masjid Babussalam, Desa Palak Aneh, Rabu (9/8/2017), mengatakan mengajak orang di jalan kebaikan butuh proses dan kesabaran.

"Awalnya memang berat, namun jika sudah terbiasa menjadi ringan," kata Mukhlis.

Walaupun kata dia, pengaruh gerakan magrib mengaji belum tampak pada perubahan perilaku masyarakat dan pejabat, namun program tetap terus berlanjut.

"Saya tak akan menyerah, magrib mengaji akan jalan terus dan tak akan berhenti, kalau tidak mau nggak apa apa yang dapat pahala masing masing kita," sambung Mukhlis.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan magrib mengaji merupakan ajakan dan imbauan pada ASN dan masyarakat dan langsung memberikan contoh teladan, bila masyarakat kurang mendukung, tak perlu kecewa.

"Karena Nabi Muhammad SAW mengajak orang pada kebaikan juga ada yang gak mau, karena tergantung imannya masing-masing," sebut dia.

Bagi pejabat dan ASN, imbuh Mukhlis, inilah waktu yang tepat salat berjamaah dan mengaji, siang hari banyak tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan, keseimbangan dunia dan akhirat perlu dijaga. (ASKB)
Suhatri Bur Juara Balap Karung

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Sekertaris Daerah Jonpriadi beserta jajaran eselon 2 ikuti berbagai perlombaan Agustusan yang diadakan Rabu, (9/8) di halaman kantor Bupati di Parit Malintang.

Berbagai lomba yang diikuti antara lain lomba senam, memasukkan paku ke dalam botol,  membawa kelereng dalam sendok, tangkelek panjang dan lomba pacu karung.

Perlombaan senam yang diikuti seluruh peserta jajaran Pemkab Padangpariaman itu layaknya senam biasa. Peserta mencontoh gerakan istruktur yang berada di barisan palin depan.

Masing masing instansi minimal terdiri  dari 10 orang, dikelompokkan sesuai barisan berdasarkan nomor lotnya. Pemenang dinilai berdasarkan keserasian, pakaian dan gerakannya, serta ketepatan gerakan dengan yang dicontohkan instruktur.

Perlombaan di sisi lain lapangan dilanjutkan dengan memasang paku yang diikat di pinggang peserta untuk dimasukkan ke dalam botol. Para pejabat terus berjalan mengikuti lomba kelereng, tangkelek, dan akhirnya kemujuran mendekati wakil bupati --yang meski badannya tidak bisa dibilang kurus-- ternyata berhasil dengan gesit memenangkan lomba pacu karung.

Lomba lomba yang diadakan sehari penuh tadi, menurut koordinator lomba Hendri Satria, hanya sebahagian kecil dari berbagai lomba yang diadakan oleh instansi lain, semisal lomba kebersihan kantor camat, lomba UKS dan penilaian nagari berprastasi. Pengumuman dan hadiah lomba sendiri nantinya akan disampaikan pada saat acara puncak peringatan HUT RI ke-72 nanti, 17 Agustus 2017.

Dalam perayaan puncak tersebut kata Hendri Satria, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni juga akan menyerahkan penghargaan bagi orang orang yang memiliki andil dalam hal pembangunan kabupaten yang sudah diberikan sejak tahun 2014 lalu.

"Jauhi jauh hari Pak Bupati juga selalu mengimbau dan memberikan edaran dari tingkat kabupaten, kecamatan, nagari dan korong untuk membersihkan lingkungan, memasang umbul umbul,  hingga menaikkan bendera merah putih di pekarangan rumah penduduk,  sehingga saat ini sepanjang jalan kabupaten sudah semarak, bersih, dan siap menyambut hari jadi bangsa," pungkas Hendri Satria.  Merdeka! (TIM)
Reni Susriyenti Masuk 5 Besar Kader Posyandu Tingkat Sumbar
Anak PAUD Bina Insani yang terintegrasi dengan Posyandu Kasih Bundo Desa Pauah kuraitaji sambut rombongan



Kuraitaji -- Reni Susriyenti akan mewakili kota Pariaman pada lomba kader posyandu berprestasi tingkat provinsi Sumatera Barat, setelah meraih predikat pertama pada lomba tingkat kota Pariaman.

Reni merupakan kader posyandu Kasih Bunda Desa Pauah Kuraitaji, Pariaman Selatan. Ia sendiri menyisihkan sebanyak 1.090 kader dari 218 posyandu yang ada di Kota Pariaman.

Dalam penilaian yang dilakukan Nevi Irwan Prayitno selaku ketua PKK Sumbar di desa setempat, Rabu (9/8/2017), ia menyebut Reni Susriyenti sudah masuk dalam 5 besar kader posyandu tingkat provinsi.

Penilaian kata Nevi, meliputi sinkronisasi data dengan kenyataan di lapangan. Tim juri melihat bagaimana posyandu beserta kader, PAUD dan Lansia serta pengurus desa, setelah itu hasilnya nanti akan dipertimbangkan oleh tim.

"Kita sama sama berharap Kota Pariamam menjadi yang terbaik dalam lomba kader posyandu berprestasi pada tahun ini," bebernya.

Istri Gubernur Sumbar itu mengatakan, dengan meningkatnya kader posyandu, maka masyarakat tidak perlu lagi pergi ke puskesmas, pustu dan rumah sakit. Pasalnya, di posyandu semuanya sudah ada. Hanya tinggal pelayanan lagi yang harus ditingkatkan oleh masing-masing posyandu.

“Dengan adanya revitalisasi posyandu yang terintegrasi dengan BKB dan PAUD, diharapkan masyarakat lebih mudah dalam pelayanan kesehatan anak dan pembelajarannya,” tutupnya.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, menyatakan peran posyandu sebagai wahana pelayanan dari berbagai program yang ada, perlu lebih diintensifkan dengan pembinaan oleh Pokjanal Posyandu di tingkat kota dan kecamatan.

Pembinaan oleh Pokja Posyandu di desa/kelurahan di bawah kepemimpinan kepala desa/lurah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan kegiatan posyandu.

Ia menambahkan posyandu merupakan wadah peran masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar dan gizi kepada masyarakat guna mendukung dan membina pelayanan kesehatan dasar yang merata dan terjangkau.

“Apalagi saat ini peranan posyandu lebih ditingkatkan lagi dengan meningintegrasikan pada program bina keluarga balita (BKB) dan program pendidikan anak usia dini (PAUD),” cetusnya.

Mukhlis meminta Tim Penggerak PKK, Dinas PMD, Dinas Kesehatan serta SOPD terkait untuk lebih progresif melakukan pengintegrasian posyandu di kota Pariaman sesuai dengan kondisi desa/kelurahan. (Juned/OLP)

9 August 2017

25 Mustahik Pariaman Terima Bantuan Modal

Pariaman -- Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Keluarga (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno dengan Baznas Provinsi Sumatera Barat dan LKKS Kota Pariaman, serahkan bantuan modal pengembangan usaha Rp50 juta bagi 25 keluarga miskin, bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Senin (9/8/2017).

Istri Gubernur Sumatera Barat itu mengimbau agar setelah diberikan bantuan modal pengembangan usaha sebesar Rp2 juta masing-masing penerima, untuk lebih semangat bekerja dengan kemampuan dan usaha kecilnya.

“Ayo semangat bekerja, terus berusaha dan berdoa agar dapat terbebas dari roda kemiskinan yang menaungi selama ini, sehingga dapat meningkatkan taraf keluarga menjadi lebih baik lagi,” kata dia.

Kepada penerima manfaat, lanjut dia, agar dapat menjadikan modal itu sebagai batu loncatan agar dapat mengembangkan usaha kecil dan betul-betul dimanfaatkan untuk keperluan usaha.

"Jangan sampai diselewengkan ke hal konsumtif," ujarnya.

Sementara, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan apresiasinya kepada LKKS yang rutin setiap tahun memberikan bantuan modal pengembangan usaha kepada 25 orang warga Kota Pariaman yang telah diverifikasi untuk dapat menerima bantuan modal.

“Kehadiran LKKS begitu penting di mata pemerintah, karena LKKS banyak membantu tugas  pemerintah dalam mengurangi masalah kesejahteraan sosial melalui kegiatan dan program kerja yang dimilikinya,” tuturnya.

Kepada para penerima bantuan modal, ia mengingatkan agar mulai meniatkan di dalam hati, supaya tahun depan bukan lagi penerima zakat, tetapi adalah pembayar zakat.

"Insya Allah kita akan diberi kemudahan dalam berusaha, sehingga dapat mengangkat derajat keluarga, dari yang kurang mampu, menjadi warga yang mampu," sebut dia.

Ia meminta bagi penerima dana agar memanfaatkan bantuan dari LKKS Provinsi Sumatera Barat tersebut dengan sebaik-baiknya. Bantuan tesebut ia yakini mampu mengurangi tingkat kesenjangan sosial di masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kota Pariaman. (J/OLP)
KUA PPAS APBD Pariaman 2018 Dibahas Hingga Larut Malam
DPRD bergadang bahas KUA-PPAS
Manggung -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pariaman membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2018 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setempat. Sudah tiga hari, mulai dari senin 7 Agustus 2017 hingga hari ini, Rabu (9/8) rapat masih berlangsung.

Rapat dilaksanakan secara marathon siang dan malam sesuai agenda Badan Musyawarah (Bamus) rapat bembahasan ditingkat Banggar akan berakhir 9 Agustus 2017.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Mardison Mahyuddin yang juga merupakan Ketua Banggar DPRD dan dihadiri segenap anggota. Di pihak eksekutif dihadiri Sekda Kota Pariaman Indra Sakti yang juga merupakan ketua TAPD Kota Pariaman.

Ketua DPRD Mardison Mahyuddin, menyatakan DPRD bergerak cepat membahas draf rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2018 untuk segera dirampungkan. Hal itu kata dia, sudah menjadi komitmen DPRD Kota Pariaman bersama pemerintah daerah melahirkan kebijakan yang strategis dan bermanfaat bagi pembangunan Kota Pariaman.

“Kita berupaya maksimal dalam membahas rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2018. Agar bisa cepat diselesaikan dan dibahas di tingkat selanjutnya. Karena ini dokumen penting, sebagai acuan dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2018,” ujar Mardison.

Sebelumnya Dokuemen Rancangan KUA-PPAS tahun 2018 sudah dibahas tingkat Komisi DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Komisi membahas rancangan KUA-PPAS tahun 2018 tersebut bersama masing-masing OPD mitra kerja. Sesuai agenda Rancangan KUA-PPAS tahun 2018 itu akan di stemotivering  (disahkan) pada tanggal 11 Agustus 2017. (Doni)

Kapal Karam Polisi Dievakuasi, Kapolres: Ternyata Kapal Tidak Bocor
Kapal saat ditarik dari dasar laut (dok istimewa)
Pariaman -- Teknisi periksa kondisi kapal patroli C4 milik Polres Pariaman setelah berhasil dievakuasi ke Dermaga Muaro Pariaman, Rabu (9/8/2017) pagi.

Sebelumnya kapal patroli C4 milik Polres Pariaman itu karam di perairan Pulau Ujung 28 Juni 2017 silam dan berhasil diveakuasi ke tepi hari Selasa (8/8) kemarin.

Kapolres Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, mengatakan dari hasil pemeriksaan fisik kapal tidak ditemukan kerusakan berupa kebocoran. Namun kata dia, teknisi tetap akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan pada peralatan mekanis yang ada di kapal tersebut seperti mesin dan alat indikator lainnya.

"Kita lakukan pemeriksaan bagian fisik kapal tidak ditemukan adanya kerusakan, namun hanya ditumbuhi tanaman laut. Untuk mesin dan mekanis lainnya, kita periksa dan kemungkinan ada perbaikan," ujarnya.

Proses evakuasi sendiri dilakukan dengan teknik pengangkatan badan kapal menggunakan drum hampa udara mendorong badan kapal yang terbuat dari viber ke permukaan. Kapal C4 sendiri saat dilakukan evakuasi berada di kedalaman 20 meter dan bergeser sejauh 50 meter dari titik karamnya kapal.

"Kita angkat dengan menggunakan drum hampa udara, usai mencapai sampai di permukaan, kapal kita tarik ke Muara," ulasnya.

Ia mengapresiasi bantuan yang dilakukan oleh seluruh pihak termasuk Pemko Pariaman, BPBD Kota Pariaman, Tabuik Diving Club Pariman dan nelayan yang membantu proses pencarian dan evakuasi kapal C4.

"Alhamdulillah berkat dukungan seluruh pihak, kapal akhirnya bisa kita evakuasi," tandasnya. (Nanda)

8 August 2017

PKS Pastikan Usung M Ridwan di Pilkada Pariaman
M Ridwan dan Refrizal silahturahmi dengan wartawan Pariaman di kantor PWI
Pariaman -- Mantan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pariaman yang kini menjadi tenaga ahli DPR RI Muhammad Ridwan, tegaskan dirinya maju pada Pilkada Pariaman 2018 mendatang.

Kepastian tersebut ia sampaikan saat bersilaturahmi dengan wartawan Pariaman di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pariaman di Kampung Belacan, Pariaman Tengah, Selasa (8/8/2017) siang.

Menurutnya, sebagai petugas partai, ia telah mendapatkan instruksi turun langsung ke tengah masyarakat untuk melalukan sosialisasi usai ditetapkan dalam pemilihan internal PKS tingkat Kota Pariaman sebagai salah satu bakal calon di Pilkada Kota Pariaman dari PKS.

Selain dirinya, hasil penjaringan internal PKS juga menetapkan nama lain yang akan diusung, yaitu, anggota DPRD Kota Pariaman asal PKS Muhammad Yasin, Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat II Refrizal.  

“Kita sudah lakukan sosialiasi kepada masyarakat dan kader partai, perihal majunya saya pada Pilkada Pariaman tahun 2018. Kita juga sudah lakukan konsolidasi di tataran akar rumput dan segmen pemilih,” jelasnya.

Tidak hanya sebatas sosialisasi saja, langkah awal pun telah ia lakukan pertanda keseriusannya untuk menjadi pemimpin Pariaman 5 tahun ke depan. Dibentuknya tim pemenangan yang dinamai “Sahabat Ridwan” dengan tagline “Maju Kotanya, Sejahtera Masyarakatnya”, menjadi salah satu bukti keseriusannya sebagai salah seorang kandidat.

“Kita sudah bentuk tim dari seluruh segmen untuk mensosialisasikan tentang saya, kiprah politik dan visi dan misi yang akan saya usung. Alhamdulillah, respon masyarakat cukup baik," ungkapnya.

PKS Kota Pariaman sendiri hanya memiliki 1 kursi di DPRD Kota Pariaman, sehingga harus membentuk koalisi dengan parpol lainnya. Meskipun hanya memiliki satu kursi, lanjut pria yang juga alumnus jurusan Ilmu Politik Unand Padang itu, tidak menutup kemungkinan akan maju sebagai balon walikota.

Selain itu, ia bersama kader PKS juga telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah pengurus partai di tingkat Kota Pariaman, Provinsi Sumbar hingga pusat di Jakarta.

“Meski kita punya satu suara bukan tidak mungkin. Dengan lobi politik yang ada, tidak tertutup kemungkinan diusung sebagai balon walikota. Yang tidak punya kursi dan bukan kader partai saja bisa diusung sebagai balon walikota, apalagi kita yang punya kursi dan kader,” katanya.

Politisi senior PKS yang juga anggota DPR RI Refrizal, menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju pada Pilkada Pariaman 2018. Menurutnya, sudah saatnya ia memberikan suksesi kepada kader muda PKS sebagai pemimpin Kota Pariaman kedepan.

“Daerah harus dipimpin oleh kalangan muda yang kreatif dan inovatif dalam menata pemerintahan dan membangun Kota Pariaman ke depan. Tugas saya adalah mendorong dan mendukung kalangan muda ini (Muhammad Ridwan) memenangkan pilkada,” ujarnya.

Anggota DPR RI tiga kali periode itu mengaku, jika pihaknya tengah menjajaki kemungkinan koalisi dengan Partai Gerindra seperti yang terwujud di sejumlah wilayah yang mengikuti Pilkada Serentak 2017.

“Dengan beberapa partai sudah ada komunikasi, namun dengan Partai Gerindra sudah intens dan ada kemungkinan terbangun koaliasi seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta," sebutnya.

Selain itu sambung dia, majunya Muhammad Ridwan pada pilkada mulai mendatangkan banyak dukungan. Tidak hanya dari internal PKS sendiri, dukungan dari tokoh masyarakat di Kota Pariaman pun terus mengalir.

“Kita harapkan dukungan ini terus mengalir hingga pelaksanaan puncak pilkada mendatang,” pungkasnya. (Nanda)
Upaya Membinasakan Indonesia Lewat Narkoba

Pariaman -- Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman Genius Umar, mengajak generasi muda menjauh dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

"Jangan pernah mau mencoba karena dampak narkoba bukan saja pada kesehatan pemakainya, tapi juga berdampak buruk bagi masa depan bangsa kita," ujar wakil walikota Pariaman itu di SMA Negeri 4 Pariaman, Senin (7/8/2017).

Ia mengatakan, saat ini penjajahan bangsa asing tidak lagi melalui perperangan. Tidak lagi invasi militer, namun dengan merusak sendi sendi bangsa.

"Jika Indonesia diperangi, seluruh rakyat Indonesia angkat senjata. Narkoba dan segala jenisnya sebagai bentuk perang dalam upaya menghancurkan bangsa kita. Dengan sasaran generasi muda untuk menghancurkan masa depan bangsa," sambungnya.

Atas kesadaran itu, ia meminta generasi muda membentengi diri. Pemuda mesti sadar bahwa dia merupakan tumpuan bangsa di masa akan datang.

"Terus belajar dan menuntut ilmu setinggi tingginya, disiplin, rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Generasi muda kita harus mampu bersaing dengan bangsa lain," kata dia semangat.

Dalam kesempatan itu ia juga memuji Kepala Sekolah Ali Zarman yang terus berbenah. Sekolah itu menurutnya telah berubah dari yang dulunya gersang menjadi rindang.

"Kepada para guru pendidik yang bertugas, teruslah mendidik dengan baik. Jadikan sekolah tempat yang menyenangkan bagi anak, sehingga para murid akan betah dan senang belajar," tutupnya. (Juned/OLP)