Lensa Piaman: Labuhan Pulau Kasiak

Secara alami sebuah jalur disela-sela karang yang mengelilingi bibir pantai Pulau Kasiak untuk dilewati perahu kecil terbentuk. "Labuhan" adalah istilah yang diberikan oleh nelayan lokal yang acap menepikan biduknya di halaman pulau yang terdapat penangkaran penyu alami milik Pemko Pariaman tersebut. Foto diambil dari atas menara mercusuar setinggi 40 meter. Pulau Kasiak memiliki luas 0,5 Hektare, ditumbuhi kelapa, pohon sukun, pepaya, dll.

Lensa Piaman: Tidur Pulas

Saat narasumber memberikan makalah di podium, beberapa hadirin terlihat menahan kantuk dan akhirnya tertidur pulas di aula utama Balaikota Pariaman dalam acara sarasehan tentang "Sejarah Pariaman dan kepahlawanan H. Bgd. Dahlan Abdullah" Senin, (25/8).

Lensa Piaman: "Lomba Melepas Anak Penyu"

Rombongan Ibu Bhayangkari Polda Sumbar terlihat memberikan semangat pada tukik (bayi penyu) yang hendak mereka lepas ke laut di pantai Konservasi Penyu, Desa Ampalu, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat, 22/8/2014.

Lensa Piaman: Potensi Wisata di Pulau Kasiak

Panorama di atas menara mercusuar pulau Kasiak (Kaslik) Pariaman terumbu karang terlihat jelas di kejernihan air laut. Kawasan pulau Kasiak adalah kawasan konservasi penyu secara nature milik pemko Pariaman dibawah dinas DKP dan dikelola secara penuh oleh UPTD Konservasi Penyu. Pulau Kasiak banyak di kunjungi nelayan lokal untuk memancing ikan karang, gurita dan berbagai biota laut lainnya. Akibat perburuan swallow laut beberapa tahun lalu membuat kondisi karang rusak parah. Pemko beberapa waktu lalu bersama mahasiswa pencinta terumbu karang melakukan penanaman terumbu karang di halaman pulau ini.

Headline News :
Custom Search

Berita Terpopuler

Redaksi

Pedoman Media Siber

Powered by Blogger.
Showing posts with label sumbar. Show all posts
Showing posts with label sumbar. Show all posts

Gabungan Relawan Ormas Islam Perpanjang Tanggap Darurat Banjir 50 Kota

Written By oyong liza on Monday, 13 March 2017 | 15:48




50 Kota -- Gabungan relawan ormas Islam Sumatera Barat perpanjang masa tanggap darurat musibah banjir dan longsor Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota.

Banjir yang terjadi Kamis (2/3) itu, melumpuhkan aktivitas masyarakat beberapa kecamatan di kabupaten tersebut. Banjir juga sempat memutus jalur Lintas Sumbar-Riau selama beberapa hari.

Gabungan relawan berbagai ormas Islam seperti Majelis Mujahiddin Indonesia Sumatera Barat, Minangkabau Muslim Care, World Human Care, MTKAM, Asyhabul Quran, Muslim Bersaudara, Syam Organizer, Korp Relawan Mujadihidin, dan berbagai ormas Islam Sumatera Barat yang memusatkan posko di Mesjid Raya Pangkalan, akan terus tetap tanggap darurat hingga 2 minggu ke depan.

"Masa tanggap darurat banjir Pangkalan masih berlangsung hingga dua minggu ke depan. Sebelumnya kita fokus pada proses evakuasi korban banjir dan longsor, namun saat ini kita melaksanakan aksi bersih-bersih masjid dan rumah warga sembari melakukan distribusi bantuan berupa makanan dan pakaian kepada korban," ujar koordinator gabungan relawan ormas Islam, Muhammad Siddieq, Minggu (12/3) siang.

Adapun bantuan yang diterima oleh posko relawan berupa bahan makanan, pakaian obat-obatan, telah disalurkan kepada korban banjir Pangkalan dan kecamatan lain yang juga ikut berdampak parah akibat diterjang banjir terbesar dalam 25 tahun terakhir di Kabupaten 50 Kota itu.

"Saat ini jenis bantuan yang masih dibutuhkan korban berupa pakaian, kain, tikar dan obat-obatan," terangnya.

Ke depan, imbuh dia, setelah proses pembersihkan pasca banjir dan distribusi bantuan selesai, relawan gabungan juga berencana akan membangun rumah semi permanen untuk korban banjir yang rumahnya hanyut dibawa arus banjir.

"Ada beberapa rumah masyarakat korban yang hanyut, ada yang terbakar, insya Allah akan kita upayakan pembangunan kembali," sebutnya.

Tim relawan yang terbagi beberapa divisi seperti devisi dapur umum, devisi evakuasi, devisi kesehatan dan devisi distribusi, terus bekerja membantu korban banjir.

"Salah satu wilayah saat ini yang masih sulit ditembus adalah Gelugur Kecamatan Kapur IX. Relawan devisi distribusi bekerjasama dengan rekan-rekan komunitas offroad dan trabas tidak dapat mencapai titik korban karena medan yang sulit ditambah masih tingginya curah hujan," terangnya lagi.

Selain, posko gabungan ormas Islam Sumatera Barat, beberapa posko lain juga masih tersebar di beberapa titik.

Nanda

9 Tokoh Piaman Terima Penghargaan

Written By oyong liza on Saturday, 17 December 2016 | 11:39




Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Sumatera Barat akan memberikan penghargaan kepada sembilan (9) tokoh mantan ketua PKDP pada acara baralek gadang di Padang.

"Para tokoh mendapatkan yakni Muslim Kasim (mantan Wagub Sumbar), Zairin Kasim, Bagindo Letter, Darsyamsu Ayang, Bagindo Bahar, Zainal Bakar, (Mantan Gubernur Sumbar), Darwin Kasim, Yusman Kasim, (mantan Wakil Walikota Padang)," jelas Ketua Pelaksana Baralek Gadang DPW PKDP Sumbar, Yohanes Wempi di Padang.

Ia menjelaskan, penghargaan ini diberikan pada tokoh tersebut atas rasa hormat yang setinggi-tingginya pada pendiri DPW PKDP Sumbar.

"Mereka juga telah berjasa dan berbuat banyak dalam merekat silaturrahmi warga Piaman di perantauan dan membina organisasi PKDP di Sumbar," ungkapnya.

Bila tak ad‎a aral melintang, Asman Abnur Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi (Menpan RB) akan membuka acara balarek Gadang pada Sabtu (17/12) di gedung wanita Rohana Kudus, Kompleks GOR H Agus Salim Padang.

"Berbagai persiapan menjelang perhelatan itu telah dirampungkan pihak panitia. Sekarang ini persiapan acara PKDP sudah final. Mudah-mudahan Pak Asnam Abnur bisa menghadiri serta membuka acara pelantikan DPW PKDP Sumbar," ucap Yohanes Wempi.

Sementara itu ketua DPW PKDP terpilih, Ramal Saleh menyebutkan perhelatan Piaman Baralek Gadang yang diisi berbagai kegiatan seni dan budaya ciri khas Piaman bisa menjadi semangat dan spirit bagi pengurus untuk mengemban amanah menjalankan tugas tugas organisasi.

Salah satu kunci sukses acara Baralek Gadang, ucap dia adalah dengan semangat badoncek, tanpa melihat jumlah yang diberikan tetapi bagaimana semangat kebersamaan yang ditumbuhkan.

"Sudah puluhan juta yang terkumpul oleh panitia. Atas nama pengurus terpilih dan panitia, kami mengundang seluruh masyarakat Piaman untuk hadir dalam acara Sabtu ini,” katanya.

Dia meyakini semangat ber Piaman tak akan pernah padam, meski banyak dinamika yang dilewati. "Kelebihan orang Piaman itu, bagaimanapun bersiteru dan berbeda pendapat tetapi pada akhirnya akan kembali pada kebulatan tekad untuk saling mensupport. Salahsatu kekuatan yang mendorongnya adalah semangat badoncek,” ujar Ramal Saleh.

Dia mengakui, potensi masyarakat Piaman di perantauan di wadah PKDP  sangat luar biasa. Baik di jajaran birokrasi, praktisi, akademisi maupun berbagai sektor riil lainnya di tengah masyarakat.

"PKDP berperan untuk bisa menjadi wadah menyatukan dan menghubungkan potensi potensi itu menjadi kekuatan yang lebih berguna dan berdayaguna. Bersama kita akan bisa melakukan hal hal yang lebih besar,” katanya.

Selain banyak potensi tetapi masih banyak pula warga PKDP yang kondisi ekonomi atau sosial nya masih sulit. “Mereka itu butuh wadah, paling tidak wadah informasi dan kesempatan bisa mendorong ekonomi ke arah yang lebih baik. Sinergisitas ini yang akan terus dirajut,” tuturnya.

Tempat terpisah, M Nurnas salah seorang dewan Penasehat PKDP menyatakan, jangan campur adukan antara organisasi dengan politik. "Waluapun pengurus PKDP ada di pengurus parpol, namun jangan dicampurkan adukan,” katanya.

Ia menjelaskan, jadikan PKDP sebagai sarana komunikasi, silaturahmi, serta menggali potensi yang ada di Sumbar.

"PKDP sebagai organisasi indenpenden agar komitmen bergerak di bidang sosial budaya kultural dan bidang ekonomi, sehingga PKDP kedepan sesuai dengan khitoh pendiriannya,” ungkapnya.


DY

Meski Tak Dilarang, Sebaiknya Warga Pariaman Tak Ikut Demo Jakarta 2/12

Written By oyong liza on Friday, 25 November 2016 | 11:51

aksi demo 411/dokumen istimewa tribunnews.com



Wakil Walikota Pariaman Genius Umar tidak bisa melarang masyarakat untuk melakukan aksi demonstrasi. Karena hal itu menurutnya sudah dijamin oleh Undang-Undang untuk hak menyampaikan aspirasi.

Meski demikian, kata Genius kepada wartawan, Kamis (24/11), di Pariaman, demonstrasi yang dilakukan tidak boleh bersifat anarkis apalagi ditunggangi kepentingan tertentu.

"Kita tidak melarang masyarakat untuk berdemonstrasi, namun jangan anarkis. Demo dilakukan dengan cara yang sopan, substantif, tertib dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum," ujarnya.

Terkait rencana aksi demonstrasi 2 Desember di Jakarta, Genius mengimbau kepada masyarakat Pariaman sebaiknya tidak berangkat ke Jakarta mengikutinya, sebagaimana imbauan yang sudah sisampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.
 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebelumnya, saat silaturahmi tokoh lintas Ormas dan Forkopimda Sumbar yang dirilis antarasumbar.com, mengajak masyarakat Sumbar agar tidak mengikuti aksi demo 2 Desember di Jakarta.

"Jika demo masih terkait Ahok, sebenarnya demo 4 November sudah cukup. Yang bersangkutan sudah menjalani proses hukum," kata gubernur.

Meski demikian, imbuh gubernur, jika tetap ada masyarakat Sumbar yang berangkat ke Jakarta untuk aksi 2 Desember tersebut, dirinya juga tidak bisa melarang, karena terkait demo adalah hak bagi setiap orang yang dijamin oleh Undang-Undang.

"Kalau tetap ada yang ingin berangkat, saya juga tidak bisa melarang," pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar menilai, rencana aksi demo 2 Desember sebaiknya tidak diikuti oleh warga Kota Pariaman apalagi hingga berangkat ke Jakarta.

Menurutnya lebih baik masyarakat mengawal kasus tersebut yang sedang ditangani pihak penegak hukum. Dia mengatakan saat ini berkas kasus Ahok akan dilimpahkan Bareskrim Polri ke Kejagung RI.

"Saya baca di salah satu media online nasional hari ini (25/11) kasus Ahok sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Mari kita percayakan penanganan kasus Ahok kepada aparat hukum. Kita minta masyarakat menahan diri dan bersabar, jika tetap ada berangkat demo, saya minta lakukan dengan santun, tertib dan tidak membawa-bawa SARA dan jangan melawan hukum," ujarnya.

TIM

25 Warga Kota Pariaman Terima Modal Usaha dari LKKS Sumbar

Written By oyong liza on Wednesday, 5 October 2016 | 21:45




Sebanyak 25 orang warga miskin menerima bantuan modal pengembangan usaha dari LKKS Provinsi Sumatera Barat. Bantuan senilai Rp50 juta itu diberikan Rp2 juta perorang di Balaikota Pariaman, Rabu (5/10).

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Keluarga (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno menyatakan sebenarnya tangan yang di atas lebih baik dari dangan yang di bawah. Memberi lebih baik daripada menerima.

"Tahun ini kita menerima bantuan. Diniatkan untuk tahun depan kita yang memberi bantuan, ungkap Nevi saat penyerahan bantuan.

Dikatakan istri gubernur, bagi penerima dana agar betul-betul digunakan untuk modal usaha untuk merubah taraf hidup keluarga ke arah yang lebih baik.

"Mari kita selalu bekerja, terus berusaha, sehingga kita dapat meningkatkan pendapatan kita dan merubah nasib kearah yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyatakan pentingnya kehadiran LKSS di mata Pemko Pariaman. Dengan adanya LKSS, kata Mukhlis, pemerintah terbantu dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial.

Dia katakan, selama ini pihaknya telah menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan Kelompok Bersama (KUBE) dan Program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).

Disamping semua itu, imbuh Mukhlis, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman juga menghimpun, mengelola dan mendristibusikan zakat dari ASN yang telah disalurkan sejumlah Rp14,5 miliar kepada warga miskin.

"Melalui program unggulan Baznas Kota Pariaman, yaitu Program Pariaman Cerdas, Program Pariaman Taqwa, Program Pariaman Sehat, dan Program Pariaman Makmur," ungkapnya.

Ditambahkan Ketua LKKS Kota Pariaman Reni Mukhlis, pihaknya juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial dalam tiga tahun terakhir di Pariaman. Diantaranya pemberian THR senilai Rp100 ribu ditambah baju lebaran kepada 200 anak panti asuhan yang ada di wilayah Kota Pariaman.

TIM

Gubernur Sebut Dubalang Akan Jadi Magnet Pariwisata di Pariaman

Written By oyong liza on Friday, 10 June 2016 | 06:12




Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dukung pembentukan Dubalang oleh Pemko Pariaman. Dirinya mengaku siap hadir saat launching para penjaga keamanan adat desa tersebut.

Menurut dia, di Mesjid Raya Sungai Pasak, Kamis (9/6), keberadaan Dubalang dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban desa, sekaligus dapat mengawal nilai adat dan agama agar tetap kental di tengah masyarakat.

"Ditambah lagi Pariaman kota wisata, Dubalang akan menjadi magnet baru bagi wisatawan untuk mempelajari Dubalang yang ada di Kota Pariaman. Saya mendukung dengan tulus, saya akan promosikan ke daerah lain," kata Irwan yang juga ketua tim silaturahmi Ramadhan di mesjid itu.

Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, menuturkan bahwa Dubalang adalah inovasi untuk menjaga keamanan/ketertiban masyarakat desa. Dubalang adalah solusi mengatasi penyakit masyarakat di tengah keterbatasan aparat pemerintah.

"Pemerintahan terendah di Kota Pariaman adalah desa, namun roh bernagari tetap kita tumbuhkan. Nanti juga akan kita bentuk Dubalang pariwisata," tutur Mukhlis.


Sembako


Berkaitan dengan naiknya harga sembako di bulan Ramadhan, gubernur berpesan agar masyarakat dapat mengendalikan diri. Pemerintah sebenarnya menginginkan harga turun, namun karena tingginya konsumsi masyarakat sehingga berakibat naiknya harga barang.

"Saya menghimbau agar masyarakat jangan berlebihan dalam berbelanja. Kendalikan diri, berbukalah dengan konsumsi secukupnya. Sehingga kenaikan harga dapat ditekan," kata dia.

Andi/OLP

Irwan Prayitno Nyatakan Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Puncak HPN 2017

Written By oyong liza on Wednesday, 27 April 2016 | 03:08



Padang - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat lakukan verifikasi dalam rangka kesiapan Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumah pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017, Selasa (26/4).

Rombongan PWI Pusat ditemani Ketua PWI Sumbar Basri Basar, Pimred Harian Singgalang, Khairul Jasmi, GM Padang Eksres, Sukri Umar, Kabag Humas Padangpariaman, Hendra Aswara, Ketua PWI Pariaman Ikhlas Bakri dan Oyong Liza Piliang beserta sejumlah praktisi media lainnya, ikuti rapat koordinasi di pendopo rumah dinas Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang.

Menurut Gubernur Irwan Prayitno didampingi Walikota Padang, Mahyeldi, menyatakan kesiapan pihaknya menghelat HPN 2017 yang akan berlangsung selama lima hari dan dihadiri langsung oleh Presiden RI beserta sejumlah Menteri di kabinetnya.

"Kami menyatakan kesiapan dan memastikan surat pernyataan keinginan Sumbar yang mengajukan diri sebagai tuan rumah HPN 2017 adalah resmi dari kami," kata Irwan Prayitno.

Gubernur menyebut, Sumatera Barat adalah daerah pesisir barat pulau Sumatera yang paling lengkap infrastrukturnya. Di Kota Padang sendiri terdapat lebih dari 6000 kamar hotel berbintang yang siap menampung tamu dari seluruh Indonesia yang akan datang pada puncak HPN tersebut.

"Daerah kami juga memiliki potensi wisata besar, dan baru baru ini kami sukses menghelat Sail Komodo 2016 yang dibuka langsung oleh presiden," ujar gubernur.

Gagasan puncak HPN di Sumbar sendiri didasarkan keinginan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang ditindaklanjuti oleh Ketua PWI Pariaman kemudian diteruskan ke PWI Sumbar dan PWI Pusat ke Dewan Pers RI.

"Padangpariaman akan menyertai Kota Padang sebagai tuan rumah puncak HPN 2017," kata GM Padang Ekspres Sukri Umar.

Setelah verifikasi oleh PWI Pusat, pihak tuan rumah akan lakukan rapat koordinasi lanjutan melibatkan lintas sektor.

OLP

Susun RKPD Terbaik, Mukhlis Terima Anugerah Pangripta Nusantara 2015

Written By oyong liza on Monday, 18 April 2016 | 21:26


Padang - Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman menerima penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara RKPD tahun 2015 tingkat kabupaten/kota se Sumatera Barat yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, di Hotel Pangeran Padang, Senin (18/4).

Penghargaan tersebut diberikan oleh pemerintah atas prestasi penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RKPD) yang baik sesuai Permendagri nomor 54 tahun 2010.

Penyerahan piagam diberikan dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sumatera Barat oleh Nasrul Abid selaku wakil gubernur.

Acara tersebut dihadiri oleh Fokopimda Provinsi Sumbar, BUMD dan BUMN serta stakeholders terkait.

Sementara itu, Mukhlis Rahman apresiasi kinerja Bappeda Kota Pariaman yang telah membuat dan menyusun RKPD dengan baik untuk dimplementasikan dalam pembangunan.

"Raihan ini membuktikan bahwa Kota Pariaman telah mempunyai perencanaan yang baik dalam menyusun RKPD-nya demi kemajuan dan penyelarasan serta standar prioritas yang jelas dalam perencanaan pemerintahannya," kata Mukhlis.

TIM

Pabrik Pupuk di Padang Cakua Diresmikan Gubernur

Written By oyong liza on Friday, 25 March 2016 | 20:54



Pabrik pupuk skala nasional, berlokasi di Desa Padang Cakua, Pariaman Selatan, diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Kamis (24/3).

Kata gubernur, keberadaan pabrik pupuk di Pariaman, Sumbar, miliki peran sangat penting dalang rangka swasembada/kemandirian pangan di Sumbar.

Selaku gubernur, dia menyambut baik operasionalisasi pabrik pupuk milik pengusaha asli daerah Pariaman dibawah bendera PT. Suwarni Agro Mandiri tersebut di kampung halamannya sendiri.

“Suksesnya pengembangan sejumlah industri di Kota Pariaman maupun di daerah lain di Sumatera Barat merupakan hasil kerjasama dan tanggungjawab semua pihak. Bagi Kota Pariaman, satu hal yang sangat membahagiakan, karena ribuan tenaga kerja akan diserap dan petani kita juga akan lebih tenang karena ketersediaan pupuk," kata gubernur.

Sementara itu, Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman, menyebutkan, Pemko Pariaman adalah daerah terbuka investasi. Kata dia, pihaknya akan melapangkan jalan investor yang ingin berinvestasi di Kota Pariaman dengan perizinan satu pintu.

Mukhlis menuturkan, pabrik pupuk tersebut telah mampu menyerap tenaga kerja lokal.

"Tentunya akan membuka lapangan pekerjaan baru di Kota Pariaman sekaligus peningkatan ekonomi daerah dan PAD," tutur Mukhlis.

Direktur utama PT. Suwarni Agro Mandiri, Hazmin Maksum, menyebutkan, nama perusahaan produksi pupuk, diambil dari nama ibunya, Suwarni, yang merupakan putri almarhum Sidi Muhammad Ilyas, ulama dan tokoh Muhammadiyah Pariaman, asli Kuraitaji.

Pabrik pupuk berkapasitas produksi 10.000 MT/th (metrik ton/tahun) tegak di lahan seluas 3000 meter persegi di Jalan H. Sidi Muhammad Ilyas, Desa Padang Cakua, Pariaman Selatan, Kota Pariaman,
 

TIM/OLP

PIN Polio Padangpariaman: Komitmen Indonesia Menuju Dunia Bebas Polio 2020

Written By oyong liza on Tuesday, 8 March 2016 | 14:39




Ratusan balita memadati halaman kantor Bupati Padangpariaman yang ditunjuk sebagai lokasi pusat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 tingkat nasional dan provinsi Sumatera Barat.

PIN 2016 dilaksanakan secara serentak pada tanggal 8 s/d 15 maret 2016 di seluruh tanah air. Sasarannya adalah anak usia 0-59 bulan sebagai upaya mitigasi dan perlindungan dari penyakit polio di Indonesia. Semua anak balita diberi imunisasi tambahan agar mereka kebal terhadap polio.

Terlihat hadir Pejabat Kementerian Kesehatan RI, Gubernur Sumatera Barat beserta Ibu Hj. Nevi Irwan Prayitno, Wakil Ketua DPRD Sumbar Guspardi Gaus dan Endarmi, Kadis Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri, Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Wakil Ketua DPRD Mothia Aziz dan Dwiwarman serta Sekda Padangpariaman, Jonpriadi.

“Pekan Imunisasi Nasional yang kita lakukan hari ini sebagai bentuk komitmen bangsa indonesia menuju dunia bebas polio tahun 2020,” kata Menkes yang diwakili Dirjen Kesehatan Masyarakat, Imran Ali.

Dikatakannya bahwa Indonesia telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio bersama negara-negara South East Asia Region (SEARO) pada bulan maret 2014. Akan tetapi masih ada dua negara yaitu Afganistan dan Pakistan yang masih endemis polio.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menghimbau bupati walikota  dan jajaran kesehatan untuk memonitor pelaksaaan PIN Polio di daerahnya. Imunisasi polio akan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas bebas dari cacat tubuh karena penyakit polio.

“Kita punya target di atas 95% dari 545.459 balita di Sumbar. Saya himbau seluruh balita agar dibawa ke Pos PIN terdekat untuk mendapatkan tetesan vaksin polio,” kata Gubernur Sumbar yang menjabat untuk periode kedua kalinya itu.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri, mengatakan bahwa Pos Imunisasi PIN Polio se Sumatera Barat berjumlah sebanyak 7.517 yang tersebar di Posyandu, PAUD, Puskesmas, Rumah Sakit termasuk di tempat-tenpat keramaian seperti tempat wisata, terminal, pasar, dll.

Adapun tenaga kesehatan yang terlibat sebanyak 9.678 orang dan 30.653 orang kader serta sasaran per-Pos PIN sebanyak 100-150 balita.

Untuk mensukseskan PIN Polio 2016, pihaknya telah melakukan penyuluhan langsung melalui media cetak, elektronik dan mengadakan dialog interaktif. Berbagai leaflet, brosur, spanduk dan umbul-umbul juga didistribusikan ke seluruh daerah.

“Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mensukseskan PIN Polio 2016 yakni Kemenkes RI, gubernur, bupati dan walikota, seluruh anggota pokja eradikasi polio dan media dengan pemberitaan positifnya kepada masyarakat,” kata mantan Penjabat Bupati di Padangpariaman itu.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumbar yang mempercayakan penyelenggaraan PIN Polio tingkat provinsi bahkan tingkat nasional di Kabupaten Padangpariaman.

Pelaksanaan PIN Polio, kata Suhatri Bur, seiring dengan program kesehatan di Padangpariaman yang mencegah penyakit menular potensial kejadian luar biasa (KLB) atau wabah yang dapat mengancam kehidupan bayi dan anak balita karena mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian.

“Penyakit ini hanya dapat dicegah penularannya melalui imunisasi dengan membawa balita ke Pos PIN terdekat agar mereka bebas dari ancaman virus Polio. Mari kita wujudkan Indonesia dan Kabupaten Padangpariaman bebas polio,” ujar Putra Pakandangan itu.

HA/OLP

Golkar Pecah! Kantor Golkar Sumbar Dijaga Brimob

Written By oyong liza on Wednesday, 15 April 2015 | 19:28

  


Padang, 14/4  Kantor DPD Partai Golkar Sumbar yang berada di Jalan Rasuna Said Padang mendapat pengawalan dari Brimob Polda Sumbar. 

Dari pantauan wartawan di lapangan terlihat beberapa orang personel Brimob Polda Sumbar bersenjata siaga menjaga kantor Golkar Sumbar termasuk beberapa unit mobil milik Brimob. Sementara di DPD Golkar Sumbar tidak satu pun petinggi partai ada di sana.
 
     "Kami berjaga di sini mulai dari pagi hingga pukul 20.00 WIB," kata Andi salah seorang anggota Brimob Polda Sumbar.
 
     Ia menjelaskan, meski permintaan pengaman dari Golkar Sumbar kepada Polda Sumbar sudah sejak Senin (13/4), namun pengamanan baru diberikan Rabu setelahnya. 
 
     Kalau ada orang datang dengan cara baik dan maksud baik, mereka menerimanya dengan baik pula. "Tapi kalau dari awal datang memperlihatkan gelegat yang tidak baik, maka mereka akan segera diamankan," ungkapnya.
 
     Plt Ketua DPD I Golkar Sumbar Yan Hiksas versi kubu Agung ketika diminta komentar tentang pengamanan Brimob di DPD mengatakan itu sangat keterlaluan.
 "Seolah-olah akan ada yang menyerang saja. Itu terlalu berlebihan," katanya.
 
    DZ

Hari Ini PERTAMINA Naikan LPG Tabung 12 Kg

Written By oyong liza on Wednesday, 1 April 2015 | 20:51




Padang-- PT. Pertamina menaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi 12 kg seharga Rp5.000 per tabungnya, terhitung 1 April 2015.

    "Untuk Sumatera Barat (Sumbar) terdapat dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), jadi untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) dibagi menjadi dua yakni untuk Padang menjadi Rp148.000 per tabungnya, sedangkan untuk Payakumbuh menjadi Rp146.200 per tabungnya," kata Sales Representative Pertamina Regional 1 Padang Sulistya Adi di Padang, Rabu (1/4).
    Ia menjelaskan, perbedaan harga Payakumbuh lebih rendah harganya dibandingkan dengan Padang karena Payakumbuh mengambil pasokan yang lebih dekat yakni ke Dumai jadi ongkos kirimnya juga lebih kecil.
    "Kita kan hanya menjalankan surat edaran dari pusat, dan surat edarannya sudah diterima. Untuk HET dari Pertamina kea gen resmi Rp148.000 per tabungnya, nah kalau untuk tingkat pangkalan atau pengencer tentu juga akan bertambah harganya karena ongkos angkutnya tentu juga akan bertambah," ungkapnya.
    Ia juga menghimbau pada seluruh masyarakat supaya membeli gas LPG pada agen resmi yang sudah ditunjuk oleh pihak Pertamina, jika tidak tentunya akan siap dengan resiko membeli dengan harga di atas yang telah ditetapkan.
    
Salah satu agen resmi LPG 12 PT Teten Gazali, Cristine membenarkan adanya kenaikan tersebut harga LPG gas 12 Kg. Jika sebelumnya, untuk harga sebelumnya jika dijemput ke agen Rp140.000 dan jika diantar ke alamat menjadi Rp145.000 per tabungnya. 
    "Untuk harga sekarang jika konsumen menjemput langsung kea gen harganya Rp148.000 per tabung dan jika diantarkan ke alamat menjadi Rp153.000 per tabung," katanya.
    Hal yang sama juga dikatakan oleh agen resmi Elli dari PT Adipura Persada Andalas (PT.APA) mengatakan memang terjadi kenaikan HET LPG, namun pihaknya belum bisa melihat sejauhmana pengaruh kenaikan tersebut pada konsumen karena masih hari pertama.
    "Kalau konsumen menjemput ke tempat kita harganya tetap Rp148.000 per  tabung, tapi kalau kita yang antar harganya jadi Rp153.000 per tabung karena ditambah dengan ongkos angkut kan," katanya.
    Kondisi seperti ini tentunya dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang pengencer untuk menaikkan harga LPG 12 kg, jika sebelumnya mereka menjual dengan harga Rp150.000 per tabungnya saat mendengarkan kabar kenaikan LPG ini kembali dinaikkan menjadi Rp155.000 per tabungnya.
    
Salah satunya yang disampaikan oleh Kenedi seorang pengencer LPG yang ada di kawasan Permindo Padang. Ia mengaku menjual harga LPG 12 kg dengan harga Rp160.000 per tabungnya, dengan alasan pertamina juga menaikkan harga LPG.
    "Kita kan juga mengambil dari pangkalan, bukan agen resmi. Harga di pangkalan saya beli per tabung Rp155.000 per tabung, tentunya kami juga pengen untung namanya juga orang jualan,” ujarnya.

DY

Pascasarjana IAIN IB Hasilkan 1.326 Magister dan 31 Doktor

Written By oyong liza on Sunday, 29 March 2015 | 14:02





Sebagai mahasiswa pascasarjana tugasnya bukan hanya menyelesaikan tesis sebagai syarat kelulusan dalam menyelesaikan pendidikan. Namun hendaknya mahasiswa pascasarjana mulai membiasakan diri menulis minimal 1 lembar setiap harinya. Dengan kebiasaan tersebut, dapat diharapkan akan lahir sarjana pascasarjana yang memiliki banyak karya tulis.

Rektor Institut Agama Islam  Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang Prof.Dr.Asasriwarni, MH mengungkapkan hal itu pada temu ramah  calon wisudawan/wati dan keluarga dengan civitas akademika Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, Sabtu (28/3/2015) di Pangeran Beach Hotel. Temu ramah dihadiri Direktur Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Awis Karni, M.Ag, Asisten Direktur Prof. Dr.H. Zulmuqim, MA, Ketua Alumni Pascasarjana IAIN IB Dr.Drs. Muslim Tawakal, SH, M.Pd. 

Asasriwarni menambahkan, IAIN terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan berbagai proses belajar mengajar kepada mahasiswa. “Insya Allah proses IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) hanya tinggal persetujuan di Men-PAN. Mudah-mudahan impian UIN segera terwujud. Begitu pula kampus baru IAIN di Sungai Bangek diharapkan bisa pula dimulai,” harap Asasriwarni.

Direktur Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Awis Karni, M.Ag, menyebutkan, Program Pascasarjana  IAIN Imam Bonjol Padang tahun 2015 ini  menghasilkan lulusan sebanyak 91 orang wisudawan/wati. Pelaksanaan wisuda berlangsung Selasa (31/3/2015) di aula serbaguna kampus IAIN IB Lubuk Lintah Padang yang akan dihadiri langsung Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Rencananya wisuda Sabtu (28/3/2015) kemaren. Kehadiran Menteri ini diharapkan akan memberikan makna tersendiri bagi wisudawan dan Program Pascasarjana sendiri.

“Mahasiswa yang diwisuda berjumlah 91 orang, terdiri 2 orang program doktor dan 89 program magister. Dua doktor dari Program Studi Pendidikan Islam. Sedangkan program magister terdiri dari konsentrasi Pendidikan Islam 28 orang, Syariah  22 orang, Bahasa Arab 16 orang, Tafsir Hadis 11 orang, Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam 5 orang, Ekonomi Islam 4 orang dan Sejarah Peradaban Islam 3 orang,” kata Awis yang sekaligus  menyerahkan wisudawan/wati kepada Ketua  Alumni Pascasarjana IAIN IB Padang Muslim Tawakal.

Awis menambahkan, saat ini Pascasarjana IAIN melaksanakan program doktor (S3) konsentrasi Program Studi Pendidikan Islam dan Program Studi Hukum Islam. Sedangkan program magister (S2) meliputi 8 program studi, masing-masing Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga, Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu al-Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab. “Hingga kini sudah menghasilkan 1.326 orang magister dan 31 orang doktor,” kata Awis menambahkan.

Kepada wisudawan/wati, Awis berpesan agar selalu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat dan di tempat pengabdian masing-masing. “Jadilah duta-duta pascasarjana IAIN yang baik,” harapa Awis Karni. 

Ketua Panitia Pelaksana temu ramah  wisudawan/wati Pascasarjana IAIN IB Tahun 2015, Armaidi menyampaikan kegiatan temu ramah ini dimaksudkan agar terjalinnya silaturrahmi sesama wisudawan/wati yang akan meninggalkan kampus dengan pihak akademik. Selama 1,5 hingga lebih kurang 6 tahun kami menimba ilmu di sana, tentu kami ingin kesan baik. Salah satunya dengan temu ramah ini. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri wisudawan/wati sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.

“Ketika prosesi wisuda Selasa (31/3/2015), wisudawan/wati pascasarjana hanya pemberian ijazah dan pemindahan jambul. Sehingga temu ramah ini diadakan agar lebih khidmat dan dapat  meningkatkan silaturrahmi sesama wisudawan/wati dan keluarga dengan pihak akademik pascasarjana sendiri,” kata Armaidi yang juga wartawan ini. 


AT

Ali Mukhni Optimis Padangpariaman Segera Swasembada Pangan di Sumbar

Written By oyong liza on Sunday, 1 March 2015 | 13:59

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Hasanudin Ibrahim bersama Bupati Ali Mukhni dan Kadis Pertanian Prop. Sumbar Joni menyaksikan penanaman perdana bibit padi dalam rangka gerakan Penerapan Pengelolaan tanaman Terpadu Padi dan Jagung di Korong Kampung Rimbo, Nagari Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris, Jumat (27/2).




Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr. Hasanudin Ibrahim apresiasi Bupati Ali Mukhni yang bersinergi dalam mensukseskan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden jokowi mengenai Ketahanan Pangan Nasional.

Hal tersebut Dia sampaikan ketika meninjau area persawahan sekaligus tanam perdana benih padi oleh masyarakat petani di Korong Kampung Rimbo, Nagari Padang Bintungan, Kec. Nan Sabaris, Jumat (27/2).

"Kita apresiasi Bapak Bupati beserta jajaran yang sangat fokus dalam bidang pertanian demi mewujudkan swasembada beras di Sumbar. Saya lihat hampir seluruh sawah masyarakat tumbuh subur dan memiliki irigasi yang bagus," kata Ketua Tim Opsus Padi, Kedelai dan Jagung itu.

Dijelaskannya bahwa saat ini pemerintah sedang mencanangkan gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung. Untuk di Padangpariaman mendapatkan 200 hektar lahan pertanian dari 2500 hektar yang akan dibantu di Sumatera Barat. Sedangkan untuk tanaman jagung dibantu sebanyak 500 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan.

Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa Padangpariaman memiliki potensi yang menjanjikan di bidang pertanian. Untuk mendukung kegiatan tersebut, kata bupati, telah dibangun mega proyek Irigasi Anai II yang membelah dua wilayah Padangpariaman mulai dari Lubuk Alung hingga perbatasan Kota Pariaman.

"Dengan adanya Irigasi Anai II akan mengairi sawah masyarakat seluas 7000 hektar. Kita optimis tahun ini Padangpariaman akan swasembada beras yang jumlah produksi lebih meningkat dari tahun sebelumnya," kata Peraih Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumbar itu.

Ditambahkannya bahwa penanaman perdana bibit padi juga telah dilakukan di Korong Kasai, Kecamatan Batang Anai. Kegiatan tersebut dipelopori oleh jajaran Korem 032 Wirabraja dan Kodim 0308 Pariaman. Ia berharap areal persawahan tersebut menjadi pilot project nasional karena telah dipersiapkan secara matang.

Sementara itu, Kadis Pertanian Peternakan dan Kehutanan Yurisman mengatakan bahwa 'Gerakan Penerapan' pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung tersebut akan dicanangkan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Dinas Pertanian Sumbar. Ia mengaku siap menjadikan Padangpariaman sebagai salah satu lumbung beras terbesar di Sumbar.

"Insya Allah, 'Gerakan Penerapan' pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung di Kampung Rimbo ini akan dikunjungi Bapak Gubernur tanggal 12 Maret mendatang. Kita bertekad wujudkan swasembada beras di Padangpariaman," kata Putra Lubuk Alung itu.

Disela-sela acara tersebut, juga memberikan bantuan masing-masing Rp 100 ribu kepada tujuh orang ibu-ibu yang menanam benih padi. Terlihat wajah kegembiraan rakyat badarai tersebut melihat pemimpin yang dekat dan selalu memotivasi masyarakat dalam membangun Padangpariaman itu.

Selanjutnya rombongan menuju areal persawahan di Nagari Pasie Laweh, Kec. Lubuk Alung. Kegiatan penanaman perdana juga dilakukan oleh petani setempat. Bupati Ali Mukhni optimis Padangpariaman menjadi daerah swasembada pangan di Sumbar.


HA/OLP

Mukhlis: Gunakan Zakat Buat Modal Usaha, Jangan Buat Beli HP atau TV

Written By oyong liza on Friday, 13 February 2015 | 20:39




Sebanyak 25 warga kurang mampu mendapatkan bantuan dari Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Sumatera Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Propinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di aula rumah dinas Walikota Pariaman, Jum’at (13/2).

Penyerahan bantuan kepada warga Kota Pariaman yang kurang mampu tersebut diserahkan oleh Istri Gubernur Sumbar Nevi Irwan Prayitno ditemani Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua LKKS Kota Pariaman, dan Ketua Baznas Provinsi Sumatra Barat.

Mukhlis mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tersebut diperuntukan sebagai modal untuk meningkatan perekonomian dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya berharap uang yang diberikan hari ini oleh Baznas Provinsi dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Gunakanlah uang zakat ini buat modal usaha lontong, sala, atau usaha apapun yang bermanfaat, jangan sampai uang yang diberiakan ini di pergunakan untuk membeli HP, TV atau dipergunakan yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

Disaat sama, Nevi Prayitno menuturkan bahwa di bualan Febuari ini saja LKKS punya target di 5 (lima) kabupaten/kota yang akan menerima bantuan LKKS sumatra Barat. Kegiatan itu, kata dia, bermaksud untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat Sumatra Barat.

"Kita akan mencoba terus memutuskan lingkaran kemiskinan karena kemiskinan juga dapat menimbulkan masalah ksejahteraan sosial lainya seperti anak terlantar, anak jalanan, pengemis dan lainnya," ungkap dia.


Adapun masing-masing penerima zakat adalah senilai Rp 2 juta perorangnya.


Rza/OLP

Perppu Pilkada Disahkan, KPU Sumbar: Anggaran Pilkada Tak Mencukupi

Written By oyong liza on Tuesday, 20 January 2015 | 22:59



 Anggaran untuk pelaksanan Pemilihaan Kepala daerah (Pilkada) masih menjadi persoalan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar.

    "Walaupun peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014, tentang pilkada diterima oleh DPR-RI, dalam rapat paripurna Selasa (20/1), namun, yang menjadi persoalan bagi KPU Sumbar adalah tentang anggaran," kata Komisioner KPU Sumbar Mufti Syarfie di Padang, Selasa (20/1).

    Dia menjelaskan, DPRD cuma menganggarkan Rp 45 miliar, KPU butuh anggaran sebesar Rp 75 miliar untuk pelaksaan Pilkada.

    "Sedangkan anggaran Rp 45 miliar tersebut cukup sampai Juni 2015," ungkap dia.

    Setelah Juni 2015, KPU akan bekerja dengan apa tambah Mufti, apalagi tahapan setelah Juni itu adalah tahapan yang penting-penting saja. "Seperti pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon, dan tahapan lainnya," jelas dia lagi.

    Ia mengatakan, anggaran Rp 45 miliar telah disahkan DPRD tersebut akan banyak diserap oleh honor PPS dan PPK.

    "Sedangkan anggaran untuk KPPS bagaimana? Yang harus dibayarkan pada hari pencoblosan," ungkapnya.

    Ia menjelaskan, anggaran menyelenggarakan pilkada jangan disamakan dengan anggaran proyek pembangunan jembatan, yang bisa dianggarkan dengan tahun jamak.

    "Jembatan dibangun kalau terbengkalai, kerja yang sudah selesai tidak sia-sia, tahun berikutnya kalau dianggarkan lagi proyek bisa dilanjutkan. Tapi, kalau pilkada anggarannya tidak mencukupi dan terputus, maka kegiatan yang dilakukan sebelumnya menjadi hilang atau mubazir. Walau dianggarkan lagi tahun berikutnya, tahapan tidak bisa dilanjutkan, tapi harus diulang lagi dari awal," kata dia lagi.

    KPU meminta anggaran untuk pilkada Sumbar ditambah lagi kalau pemerintah ingin pilkada tersebut bisa terlaksana seperti diharapkan. "Berharap DPRD untuk dapat menambahkan anggaran ke anggaran perubahan," jelas Mufti.

    Pernyataan berbeda sebelumnya disampaikan Sekretaris KPU Sumbar, Hendrinal. Bahwa anggaran Rp 45 miliar itu cukup hingga anggaran perubahan sekitar September 2015 nanti dibahas lagi.

    "Anggaran itu cukup hingga  perubahan, tapi tidak cukup hingga pilkada selesai," katanya.

    Artinya tambah Hendrinal, pada pembahasan anggaran perubahan Pemerintah Provinsi atau DPRD harus menambah lagi anggaran untuk pilkada.

    Ia menjelaskan, KPU telah menyampaikan secara langsung ke DPRD beberapa waktu yang lalu untuk memasukan anggaran baru pada pembahasan anggaran perubahan.

    "Jawaban sementara DPRD akan membicarakan dengan pemerintah provinsi tentang penambahan anggaran pada perubahan itu," ungkapnya.


DY

Pengamat Politik UNAND: KPU Seharusnya Bisa Laksanakan PILKADA Serentak Tahun 2015

Written By oyong liza on Tuesday, 6 January 2015 | 08:31




Pengamat Politik UNAND Padang, Dr. Asrinaldi M.Si menyatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) seharusnya sudah siap untuk melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2015 sesuai dengan aturan yang ada.

"Tidak ada persoalan Pilkada serentak Tahun 2015 dilaksanakan KPU," kata Asrinaldi saat dihubungi dari Pariaman, Senin.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari alasan Kemendagri ingin mengundurkan Pilkada ke tahun 2016, hanya didasari pada aspek kesiapan finansial dan waktu untuk tahapan diselenggarakan karena adanya tambahan tahapan dalam Perppu No 1/2014 seperti uji publik.

"Konsekuensi dari penundaan pilkada itu justru bukan kepada KPU yang memang akan semakin siap," ujarnya.

Aspek lain yang muncul dari pengunduran itu, tambah Asrinaldi, dimana sebanyak 304 kepala pemerintah daerah yang ada di Indonesia akan berakhir masa tugasnya pada 2015, dan digantikan oleh pejabat Plt.

"Kondisi itu jelas berdampak buruk pada penggunaan anggaran APBD. Misalnya dalam pertanggungjawaban APBD yang sedang berjalan, pasalnya masa tugas Plt akan berjalan selama enam bulan jika pilkada memang diundur pertengahan 2016," jelas Asrinaldi yang juga Ketua Prodi Magister Ilmu Politik UNAND.

Ia mengatakan, untuk mengisi kekosongan kepala daerah yang jabatannya berakhir tahun 2015, presiden perlu menunjuk pelaksana tugas, sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang pemerintahan daerah.

"Untuk PLTnya, Perlu mengusulkan agar Sekda yang ditunjuk oleh presiden. Karena memang hak prerogatif presiden untuk memilih PLT," katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua KPU Sumbar, Amnasmen mengatakan, pengunduran pilkada itu akan membawa keuntungan bagi KPU. Meskipun KPU, katanya mengaku siap menyelenggarakan pilkada 2015.

"Pertama, jika diundur maka ada upaya penyempurnaan tahapan pilkada yang akan dilakukan KPU. Sebaliknya dengan masih bersikukuh dilakukan pada 2015, ada kekhawatiran KPU, pilkada kurang optimal dilakukan," katanya.

Ia menjelaskan, keuntungan lain yang didapatkan dari pengunduran itu adalah akan memberi ruang dan waktu bagi KPU melakukan sosialisasi kepada partai politik untuk bisa lebih matang pencalonannya.

Masih dalam pengamatan, bahwa pilkada 2016 berpotensi menaikkan tingkat partisipasi masyarakat. Sebabnya, masyarakat hanya perlu sekali ke tempat pemungutan suara dan bisa mencoblos dua kepala daerah.

"Jadi masyarakat tidak terlalu lelah dan jenuh ikut banyak pilkada," ujar dia.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah, tambah Amnasmen, tahapan pilkada dimulai sepuluh bulan sebelum pemungutan suara.

Tidak itu saja, bila berpijak Perppu itu, semestinya proses tahapan pilkada sudah harus dimulai oleh partai pada Desember 2014, dimana parpol sudah mempersiapkan para calonnya.

"Apabila Perppu disahkan Januari-Februari, maka pemungutan suara harus berlangsung November-Desember. KPU telah menetapkan dua calon tanggal, yakni 18 November atau 16 Desember sehingga tahap kedua dan pelantikannya dipastikan molor," jelasnya.


DR

Inilah 3 Kabupaten Yang Masih Kategori Daerah Tertinggal di Sumatera Barat

Written By oyong liza on Sunday, 26 October 2014 | 20:34




Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menghadiri Rapat Koordinasi Regional Management sekaligus menandatangani MoU pembentukan badan kerjasama regional management samudera lintas pesisir wilayah Sumatra Barat di Pangeran Beach Hotel, Kamis (23/10/2014). Acara yang dihadiri oleh Deputi Pengembangan Daerah Khusus Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI DR. Lili Ramli, M.Si, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dan seluruh Walikota dan Bupati se Sumatra Barat, serta Kepala Bappeda dan Kadis Pariwisata se Sumatera Barat.

Dalam acara itu ditunjuk Walikota Padang Mahyeldi sebagai Ketua Dewan Executive Regional Management Samudera lintas pesisir wilayah Sumatra Barat. Sedangkan dalam sambutannya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengingatkan komitmen Provinsi Sumatra Barat di tahun 2012 yang daerahnya masih termasuk daerah tertinggal untuk bisa lepas dari daerah tertinggal paling cepat di akhir tahun 2015.

"Alhamdulillah di tahun 2014 ini telah lepas 5 Kabupaten dari predikat daerah tertinggal. Tinggal 3 kabupaten yang Insyaallah di tahun 2015 dapat terlepas dari daerah tertinggal," terang Gubernur.

Dr. lili Ramli, M,Si dalam sambutannya menyebutkan ada 8 kabupaten di Sumatera Barat yang termasuk daerah tertinggal, dan di tahun 2014 ini ada 5 Kabupaten yang telah lepas yaitu Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dhamasraya, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok. 3 Kabupaten yang masih termasuk daerah tertinggal adalah Kabupaten Mentawai, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Untuk itu Kementrian Negara Daerah Tertinggal mengucapkan terimakasih atas kerja keras Provinsi Sumatera Barat yang terus menerus memberikan bantuan dan mendorong daerah tertinggal bisa terentaskan dan mewujudkan wilayah Sumatera Barat bebas dari daerah tertinggal di tahun 2015 dapat terwujud,” kata Lili Ramli.


JND

Ajo Dewa: MK, Suhatmansyah dan Khaerul Akbar Layak Jadi Gubernur SUMBAR

Written By oyong liza on Saturday, 30 August 2014 | 21:01




Dalam acara bedah buku bertema "Samaun Bakri, Sejarah Perjuangan Sang Jurnalis dan Misteri Jatuhnya Pesawat RI 002" di aula Balaikota Pariaman (30/8) banyak dihadiri oleh tokoh perantau yang aktif dipengurusan DPP PKDP Pusat. Bicara PKDP tak lazim rasanya jika tidak membicarakan power paguyuban tersebut dalam politikal electoral sebagaimana dua perhelatan akbar tahun muka semacam Pilgub Sumbar dan Pilkada Padangpariaman ditampuk mata.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PKDP Armawi Koto atau yang lebih ngejreng dikenal dengan sebutan Ajo Dewa, DPP PKDP sudah menjaring 23 nama bakal calon yang nantinya akan disaring untuk didukung PKDP agar duduk di kursi BA 1 pada Pilgub Sumbar 2015.

Kata Ajo Dewa, yang juga paranormal spesialis problem dunia dan akhirat sebagaimana tertera di kartu namanya, dari 23 nama tersebut mengerucut menjadi 3 nama yang dianggap paling relevan dan punya potensi di followup.


"Tiga nama tersebut adalah Muslim Kasim, Suhatmansyah dan Marsekal Madya Khaerul Akbar, pamannya aktivis nasional Iwan Piliang," beber Ajo.

Ajo menukuk, kursi BA 1 harus diambil oleh orang Pariaman. Karena menurut dia, komunitas orang Piaman di Sumatera Barat lebih dari 30 persen yang tersebar di tiap kota dan kabupaten.

"Suatu keharusan. Percuma kita banyak jika tidak kompak. Dari tiga nama tersebut, jika dicalonkan salah satunya, dua lainnya musti mundur dan menyokong penuh demi kemenangan rang Piaman," pungkas Dewa.

OLP

Ini Pesan Khusus Gubernur dan Bupati Kepada Yusra Fadli Sebelum Berangkat ke Mataram

Written By oyong liza on Sunday, 24 August 2014 | 19:45

  Gubernur Irwan Prayitno dan Bupati Ali Mukhni melepas Yusra Fadli untuk mengikuti Olimpiade Sains di Pauh kambar, Jumat (22/8)


Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kompak melepas Yusra Fadli, siswa SMA 1 Lubuk Alung untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang kebumian usai mengadakan kunjungan kerja di Puskesmas Pauh Kambar, Jumat (22/8).

"Selamat berlomba semoga bisa meraih prestasi yang membanggakan nama kelurga, sekolah, dan masyarakat sumatera barat kepada ananda Yusra fadli," ucap Gubernur.

Disaat yang sama, Bupati Ali Mukhni juga mendoakan agar Yusra fadli yang terpilih mewakili sumatera barat untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dan menjaga kesehatan selama mengikuti lomba tersebut.

"Ananda yusra fadli telah mengharumkan nama Padangpariaman. Selamat berlomba nak, jaga kesehatan, doa keluarga dan masyarakat senantiasa mengiringi ananda untuk berbuat yang terbaik bagi sumatera barat," kata Ali Mukhni, Alumni Harvard Kennedy Scholl di Amerika Serikat ini.

Yusra Fadli, siswa kelas XII IPA 1 SMA 1 Lubuk Alung adalah salah satu kontingen Sumbar yang mengikuti olimpiade sains tersebut di Mataram hingga akhir agustus nanti. Kepada Gubernur dan Bupati, Yusra Fadli berjanji akan mengikuti lomba dengan sebaik mungkin demi nama baik sumatera barat.

"Alhamdulillah, keberangkatan kami ke Mataram dilepas langsung oleh Bapak Gubernur dan Pak Bupati. Walaupun saingan berat, kami berusaha sebaik mungkin untuk dapat hasil terbaik pada olimpiade sains nanti," kata Yusra Fadli yang berdomisili di Sungai Abang Lubuk Alung ini semangat.

Yusra juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Bupati yang memotivasi dirinya untuk berbuat yang terbaik bagi keluarga masyarakat dan sekolah serta selalu berserah diri kepada Allah SWT dengan menegakkan sholat dan baca Al Quran.

"Pak Gubernur dan Pak Bupati berpesan jangan lupa sholat dan baca al quran. Tadi pak bupati kasih uang 1,5 juta dan Pak gubernur masih didalam amplop ini," kata putra dari Amir Efendi dan Saridawati.

Sementaraitu, Kepala SMA 1 Lubuk Alung Dian Mulyati Syarfie melaporkan bahwa keberangkatan Yusra Fadli pada Olimpiade Sains Nasional bidang kebumian di mataram melalui seleksi ketat dari Pemerintah Propinsi Sumbar.

"Perhatian Bapak Gubernur dan Bapak Bupati sangat tinggi dalam bidang pendidikan. Beliau selalu memotivasi kami para pendidik untuk terus meningkatkan prestasi baik dalam maupun luar Sumbar. Insya Allah, dengan kerja keras dan dukungan seluruh pihak serta doa masyarakat maka prestasi dapat diraih," kata Dian Mulyati Syarfie yang juga istri dari Kadis Pendidikan Prop. Sumbar Syamsurizal.

HA

Progress Terpadu Menjadikan Sumatera Barat Sebagai Destinasi Wisata Bertaraf Internasional

Written By oyong liza on Tuesday, 15 July 2014 | 14:12




Banyak tulisan dan pengalaman para pengunjung mengatakan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah yang sangat elok pemandangan alamnya, sangat anggun, dan indah budayanya. Dan paling sering juga terucap, sangat enak makanannya. Alam Minangkabau memang di bekati-NYA.

“Sumatera Barat dibuat ketika Tuhan sedang tersenyum” (Sapta Nirwandar Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Alam Sumatera Barat terdiri dari gugusan gunung dan bukit barisan, gunung marapi dan singgalang nan elok nian, kawasan pantai yang berjejer dari pesisir pantai selatan hingga utara, seperti pantai sepanjang Pesisir Selatan, pantai Padang, pantai Pariaman, Tiku, sampai ke Pasaman, semuanya menyajikan pemandangan yang mengagumkan karya  sang Pencipta. Tak hanya itu, wisata bawah laut yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Pariaman tak kalah memikat. Dengan potensi wisata yang sangat lengkap dimiliki oleh Sumatera Barat, seyogyanya Sumatera Barat menjadikan Pariwisata menjadi sektor andalan yang akan mendrive pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

Konsep pariwisata memang harus dilihat dari satu kesatuan terpadu antar Kabupaten Kota se Sumatera Barat. Pariwisata Sumatera Barat tidak bisa dipandang secara parsial dengan hanya melihat dari sisi satu kabupaten atau kota saja. Keragaman produk pariwisata lintas kabupaten/kota akan menjadi strategi jitu untuk menarik para wisatawan untuk lebih lama tinggal di ranah ini.

Pandangan penulis adalah Propinsi Sumatera Barat harus dapat menjadi main gate (pintu utama) dan main marketer (pemasar utama) pariwisata kabupaten/kota. Harus ada pengaturan kebijakan atau kesepakatan antara masing masing kabupaten/kota dengan koordinator provinsi untuk menjadikan destinasi pariwisata masing masing daerah menjadi saling berhubungan (linkage), terpadu, dan tidak saling mematikan. 


Misalkan begini, ketika suatu daerah membuat arena water-boom, biasanya diikuti juga oleh daerah yang lainnya, sehingga akan terjadi pasar jenuh dan saling mematikan. Alangkah eloknya kalau setiap daerah memiliki destinasi yang saling mendukung dan menampilkan karakteristik daerah masing-masing sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Belajar dari Tour de Singkarak

Tour de Singkarak (TdS) merupakan  event olahraga tahunan pariwisata internasional tiap Juni di Sumatera Barat. Banyak kalangan yang memuji keberhasilan Sumatera Barat yang mendapat fasilitas khusus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun banyak juga kalangan yang menyatakan keberhasilan TdS belum mencapai hasil yang diharapkan untuk meningkatkan kunjungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.

Namun demikian, TdS sebagai ivent sport tourism tetap berdampak positif bagi pariwisata Sumatera Barat antara lain adalah:

Pertama, TdS telah mampu menunjukan bagaimana menyusun destinasi pariwisata yang saling berhubungan dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat dengan kelebihan masing masing daerahnya, mulai dari wisata bahari di kawasan pesisir pantai sampai ke kawasan dataran tinggi dengan pemandangannya yang memukau. Semua daerah itu menjadi terpadu yang disusun dalam bentuk rute tour. Ini adalah pondasi yang cemerlang dari penggagas TdS, dan semestinya menjadi penggerak destinasi wisata pasca TdS.

Kedua, TdS telah mampu memberikan daya ungkit untuk pemasaran dan promosi pariwisata Sumatera Barat. pengenalan kepada dunia internasional tentang sumberdaya alam sumatera barat yang sangat indah, seperti danau, pantai, sungai, gunung, keramahan masyarakat dan kebudayaan yang miliki (endemik). Event  ini telah banyak membantu Sumatera Barat dalam mempromosikan pariwisata.

Berbagai daerah baik yang sudah terkenal atau yang belum terkenal oleh kalangan pebisnis pariwisata sekarang menjadi lebih dikenal. Kita ingat pendapat  ahli marketing bahwa biaya promosi suatu produk memang mahal. Kita beruntung dengan keberadaan TdS secara langsung mempromosikan pariwisata Sumatera Barat ke jantung promosi wisata internasional, melalui berbagai media nasional dan internasional. Cuma, yang masih belum bergerak adalah peran masyarakat dalam event tersebut. Masyarakat seolah olah hanya jadi penonton acara akbar tersebut.

Ketiga, tata kelola Pariwisata. Moment TdS bisa dijadikan sebagai acuan untuk melihat standar kesiapan masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang akan di-implementasikan pada tahun 2015 ini. Siap tidak siap masyarakat sumatera barat harus menghadapi era perdagangan bebas asean 2015.
Kalau kita mampu melaksanakan even yang berstandar internasional semacam TDS dengan baik maka Sumatera Barat seyogyanya mampu bersaing di gelanggang Asia Tenggara. 


Kita sebagai pemilik daerah belum terbiasa mengelola even internasional. Event TdS yang motori oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menunjukan manajemen even yang profesional dan telah melakukan transfer ilmu ke pemerintah daerah terutama tentang standar, disiplin, keamanan dan lain lain. Hal tersebut mestinya dapat menjadi modal bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata nantinya.

Pelajaran dari negara tetangga

Berkaca dari kekuatan negara-negara ASEAN lainnya tentang kesiapannya menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 ini, misalkan Malaysia. Pemerintah nasional Malaysia secara institutional sudah secara massif mengkampanyekan bahwa Malaysia adalah gerbang ASIA (terutama asia tenggara, tengah dan selatan). Malaysia diakui berhasil mempromosikan negaranya tersebut. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya kunjungan wisatawan Asia ke malaysia setiap tahunnya dalam statistik.

Tahun lalu, saya menghadiri Bangladesh International Tourism Fair di Dhaka Ibukota Bangladesh. Acara ini merupakan pertemuan tahunan para pebisnis pariwisata (provider) dari Asia, Eropa dan Amerika. Malaysia mengirim delegasi ke Banglades tersebut dipimpin Kementrian Pariwisata Malaysia sedangkan Indonesia tidak mengirim delegasi sebagaimana negara tetangga kita itu.

Pertanyaan terbesar di benak saya kenapa Malaysia begitu antusias mempromosikan pariwisatanya ke Banglades, bukankah Banglades adalah negara miskin? Alhasil, ternyata Banglades adalah pasar pariwisata yang terbesar bagi Negara malaysia.

Analisanya Bangladesh berpenduduk 130 juta jiwa dengan kelas menengah sebesar 30 persen, berarti sekitar 43 juta, memiliki kebiasaan liburan ke luar negeri.  Dari kelas menengah ini malaysia dengan slogan “Malaysia Truly Asia” dengan 60 acara wisata dan festival telah berhasil mengaet sampai angka 30 persen atau sekitar 14 juta warga Banglades mengunjungi Malaysia setiap tahunnya.

Coba bayangkan berapa banyak devisa yang masuk ke malaysia, cuma dari satu negara Banglades yang kita anggap bukan pasar potensial. Data secara keseluruhan yang bertamu ke Malaysia menunjukan industry pariwisata Malaysia selama 2011-2013 tumbuh 8 persen dengan perolehan devisa sebesar US$ 22,4 milyar.

Negara kita lebih menyukai melobi bangsa eropa yang dianggap lebih kaya dibanding negara asia lainnya, seperti Banglades, India, dan negara-negara Asia tengah lainnya, bahkan Iran sekarang sedang bangkit pariwisata islaminya. Khusus Iran, sekarang ini pasar wisata Iran juga sedang digarap secara optimal oleh Malaysia, lagi-lagi kita terlambat.

Wisatawan eropa secara kuantitas/jumlahnya lebih sedikit menurut penulis. Potensi ini belum begitu kuat untuk tahap sekarang, kecuali untuk wisatawan berasal dari kalangan mahasiswa yang memerlukan program internship atau magang ke luar negeri. Peluang ini bisa diambil oleh Indonesia atau Sumatera Barat khususnya.

Saya sengaja menulis ini, karena sudah menjadi bagian dari eksekutif yang memang konsen dengan kebijakan pariwisata sebagai penunjang ekonomi masyarakat. Namun yang diharapkan adalah sedikitnya tulisan saya ini memberikan masukan untuk mengingatkan kita semua.

Pertama, pariwisata adalah industri yang dapat menjadi tonggak utama ekonomi Sumatera Barat, namun yang diperlukan integrasi/keterpaduan antar Kabupaten/Kota se Sumatera Barat dengan koordinator Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan pola single entry dan single marketing pada level Sumatera Barat yang akan berdampak kepada keberagaman destinasi dan produk pariwisata ranah minang yang akan memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sumatera Barat. Hal ini sebagian sudah dilakukan seperti dalam acara TdS.

Kedua, perlu penataan destinasi yang saling mendukung antar kabupaten/kota, misalnya antara wisata pesisir laut dengan wisata penggunungan, arena wisata water boom dengan arena penunjang yang berbeda antar kabupaten/kota, sehingga menghilangkan kesan saling membunuh menjadi saling mendukung.

Ketiga, peningkatan kapasitas SDM dan jaringan untuk birokrasi pariwisata dan pengusaha pariwisata sangat diperlukan untuk kesiapan Sumatera Barat mengikuti dunia Pariwisata Global.

Keempat, perhatian semua stakeholder bahwa pengembangan dunia pariwisata adalah tugas kita semua, pemerintah, masyarakat dan kalangan swasta. Tanpa dukungan ketiga stakeholder di atas, impian kita untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisatawan domestik dan Internasional hanyalah sebuah mimpi semata.

Dr. Genius Umar, S.Sos, M.Si, Wakil Walikota Pariaman

Topik Terhangat

postingan terdahulu