Begini Hasilnya Jika Data Statistik Padangpariaman Dikuliti
Ali Mukhni serahkan BPS Award kepada dua pimpinan perusahaan. Foto: Andri
Lubuk Alung - Data statistik Kabupaten Padangpariaman diseminarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Padangpariaman, Rabu (10/10).

Seminar di ruang pertemuan Hotel Minang Jaya, Lubuk Alung tersebut, diadakan dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasinonal yang jatuh pada tanggal 26 September 2018 lalu, sekaligus memberikan BPS Awards kepada dua responden terbaik dalam memberikan data dan informasi pada BPS Padangpariaman.

Bupati Ali Mukhni memaparkan pentingnya data dalam setiap lini kehidupan, terlebih-lebih dalam mengambil keputusan strategis.

"Saya selalu mengutip data-data yang diterbitkan BPS karena data BPS lah yang dapat dipercaya," kata Ali Mukhni.

Seperti data angka kemiskinan Kabupaten Padangpariaman 2017 lalu di kisaran 8,46%. Angka ini turun dibandingkan 2016. Sementara data angka kemiskinan nasional 2017, sebesar 10,12%.

"Berarti, angka kemiskinan Padangpariaman lebih rendah dibanding angka nasional," sambung Ali Mukhni.

Sedangkan data pertumbuhan ekonomi Padangpariaman pada 2017 adalah 5,59%. Lagi-lagi, masih sedikit di atas rata rata nasional yang 5,07%.

Ali Mukhni mengatakan, dia berani menyebut di atas angka nasional karena yang menerbitkan adalah BPS, lembaga yang memang tugasnya mengumpulkan dan mengolah informasi yang kredibel.

Kepala BPS Padangpariaman Alfianto, dalam pemaparannya menjelaskan data statistik umum Kabupaten Padangpariaman.

Laju pertumbuhan penduduk di Padangpariaman, periode 2016-2017 adalah 0,59%. Sex rasio 97, artinya penduduk wanita lebih banyak dibandingkan prianya.

Sementara dependency rasio 64,50, tingkat ketergantungan bersandar kepada warga berumur 64. Kepadatan penduduk cukup padat dengan 309 jiwa/km2 dan rata rata anggota rumah tangga 4 jiwa/RT.

Alfianto juga membuka data angka harapan hidup saat lahir 67,96%. Harapan lama sekolah 13,56. Rata rata lama sekolah 7,21. Pengeluaran per kapita/tahun Rp10,597 juta. Dan Indeks Pembangunan Manusia 68,90.

"Yang menarik adalah angka statistik Padangpariaman secara rata-rata berada di atas angka provinsi Sumbar dan nasional," kata Alfianto.

Alfianto kemudian mencoba membandingkan kondisi Padangpariaman dengan dua kabupaten lain supaya adil dalam membandingkannya.

"Kami bandingkan Padangpariaman dengan Agam dan Pesisir Selatan. Pada 2017, Padangpariaman unggul pada beberapa data statistik dibanding dua kabupaten tersebut. Seperti misalnya angka IPM, pertumbuhan ekonomi, PDRB lapangan usaha, PDRB per kapita, angka kemiskinan, dan lain lai," ungkapnya.

Dari data PDRB yang dipaparkan Alfianto, disebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi angka PDRB yang sangat besar berasal dari sumbangan trasportasi dan pergudangan terutama keberadaan BIM di Ketaping.

Namun, pihaknya belum mendapatkan data apakah kebaradaan BIM ikut mendongkrak perekonomian atau ikut memberi kesejahteraan kepada masyarakat Padangpariaman.

"Tahun depan akan kami lakukan survey tentang hal ini dengan cara membuat dua versi survey. Survey dengan memasukkan kontribusi BIM dan yang tidak," tutup Alfianto.

Prof Dr H Hasi Aimon dari UNP berharap pemerintah dan masyarakat perlu secara terus menerus meningkatkan jumlah investasinya pada sektor pendidikan dan sektor kesehatan.

Hal itu akan berdampak positif bagi penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dua perusahaan dihadiahi BPS Awards. Peringkat satu PT Nusa Beta Farma dan peringkat dua PDAM Padangpariaman. Awards diserahkan Bupati Padangpariaman dan diterima langsung pimpinan masing-masing perusahaan. (Andri/OLP)
Statistik Jelang 5 Tahun Kepemimpinan Ali Mukhni



Empat tahun kepemimpinan Bupati Ali Mukhni terus memperlihatkan capaian kinerja yang semakin meningkat secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Padangpariaman menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun. Pada tahun 2015 ini diprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,12 persen dan merupakan yang tertinggi di Sumatera Barat. Adapun tahun Tahun 2010 sebesar 3,94%, pertumbuhan ini terus mengalami  peningkatan pada tahun 2012 sebesar 6,02%, dan menjadi sebesar 6,67% tahun 2013. Hal ini dikarenakan pesatnya pembangunan baik infrastruktur maupun program sosial ekonomi yang menyentuh masyarakat sesuai visi dan misi daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni saat membuka pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2015 di Kantor Camat V Koto Kampung Dalam, Senin (9/2). Ali Mukhni juga menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan dan capaian kinerja dalam 5 (lima) tahun terakhir, sebagai berikut:

1. Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah telah meningkat 2 kali lipat dari tahun 2010 yang lalu dan belanja daerah terus mengalami peningkatan terutama untuk belanja modal yang berdampak langsung untuk peningkatan akses bagi masyarakat.

2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Padangpariaman Tahun 2011 sebesar 71,98 % dan meningkat menjadi 72,93 tahun 2013. Pada tahun 2012 angka melek huruf mencapai 94,53%, meningkat dibanding capaian sebelumnya sebesar 94,51% pada 2011 dan tahun 2013 menjadi 94,86%.

3. Angka harapan hidup terakhir mencapai 69,44 tahun 2013, juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya 69,38 tahun pada 2012.

4. Persentase penurunan penduduk miskin kondisi tahun 2010 dari sebesar 11.86 %  menjadi 9.17 % tahun 2013.

5. Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik tahun 2010 sebesar 32,87% meningkat menjadi 53,52% pada tahun 2014

6. Luas irigasi kabupaten dalam kondisi baik tahun 2010 sebesar 65% meningkat menjadi 73,45 % tahun 2013.

7. Pemindahan Ibukota Kabupaten dari Pariaman ke Parit Malintang pada tahun 2012 yang lalu sesuai amanat PP nomor 79 tahun 2008.

"Dan banyak lagi peningkatan indikator kinerja daerah yang sudah kita capai selama 5 tahun terakhir," kata Bupati yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal karena telah membawa Padangpariaman keluar daeri daerah tertinggal itu.

Sementara itu Kepala Bappeda Hendri Satria melaporkan bahwa pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 9 s/d 17 Februari 2015 di masing-masing kecamatan di Kabupaten Padangpariaman.


"Pada Musrenbang ini telah ditugaskan 4 (empat) tim dari berbagai unsur SKPD terkait untuk memandu dan mendampingi pelaksanaan Musrenbang di setiap kecamatan sesuai waktu dan jadwal yang telah ditetapkan," kata Jebolan STPDN ini.

Adapun peserta Musrenbang terdiri dari Camat, Wali Nagari, Ketua KAN, LPM, Kacabdin, instansi kecamatan serta  Ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, bundo kanduang dan pemuda.


HA